Surah An-Naml : Ayat 21
لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ
"Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Melihat ketidak hadiran burung hudhud di antara prajuritnya, nabi sulaiman selaku pemimpin tertinggi atas bala tentaranya, mulai marah dan mengancamnya seraya berkata, "jika dia datang pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat sesuai dengan kesalahannya, atau pasti akan kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas yang bisa aku terima. "22. Maka tidak lama kemudian datanglah burung hudhud yang dicari cari, dan langsung menghadap nabi sulaiman. Lalu setelah ia di tanya oleh nabi sulaiman tentang keberadannya, dengan spontan ia berkata, dengan nada bangga 'aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui wahai baginda nabi sulaiman. Aku datang kepadamu dari negeri yang jauh yaitu negeri saba' di yaman dengan membawa suatu berita yang yang penting dan meyakinkan dan perlu engkau ketahui. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 20-21 Firman Allah: (Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna yang dimaksud adalah mencabuti bulunya. Abdullah bin Syaddad berkata bahwa dia mencabuti bulunya, dan menjemurnya. Firman Allah: (atau benar-benar menyembelihnya) yaitu membunuhnya (kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang) yaitu dengan alasan yang jelas dan terang.
Tafsir As-Sa'di
21 maka saat itulah sulaiman marah kepadanya dan mengencamnya seraya mengatakan, “sungguh aku akan mengazabnya dengan keras,” tidak untuk membunuhnya, “atau benar-benar aku akan menyembelihnya kecuali jika dia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang terang,” maksudnya, argument yang jelas atas ketidak hadirannya. Ini pun menunjukkan keutuhan sifat war’ (sikap ekstra hati-hati) dan keadilannya. Yaitu bahwa sulaiman tidak akan bersumpah atas dasar hanya sekedar akan menghukumnya dengan siksaan atau dengan membunuhnya, karena hal ini tidak mungkin terjadi kecuali karena suatu dosa, sedangkan keabsenan (ketidak hadirannya) bisa jadi karena suatu alasan yang jelas. Maka drai itu sulaiman memberikan pengecualian disebabkan sifat wara’ dan kecerdasan yang dimilikinya.
Tafsir Al-Wajiz
21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya agar menjadi pembelajaran yang lain karena tidak hadir tanpa izinku. Kecuali jika dia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang terang".