Surah Al-Isra : Ayat 21
ٱنظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْءَاخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَٰتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا
"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian Allah menyatakan kepada kedua golongan itu, perhatikanlah dan ambillah pelajaran bagimu bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain, dari kesenangan duniawi maupun kesenangan ukhrawi yang diperoleh sebagai ganjaran dari amal perbuatannya. Dan pasti pembalasan berupa kesenangan dalam kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaanya dibandingkan dengan pembalasan di dunia. Oleh karena itu, janganlah engkau adakan tuhan yang lain di samping Allah, yakni jangan mempersekutukan-Nya, nanti engkau menjadi tercela dan terhina karena perbuatanmu itu, sehingga engkau menyesal karena tidak ada siapa pun yang dapat menolongmu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 20-21 Allah SWT berfirman: (Kepada masing-masing) yaitu, kepada setiap orang dari kedua kelompok itu dimana kelompok yang mengharapkan dunia dan kelompok yang mengharapkan akhirat, Kami memberikan bantuan kepada mereka dalam hal itu (dari kemurahan Tuhanmu) yaitu Dia adalah Dzat yang mengatur dan memutuskan sesuatu, serta tidak berbuat aniaya. Maka Dia memberikan kepada setiap tiap orang apa yang berhak dia terima, berupa kebahagiaan dan kecelakaan. Tidak ada yang dapat menolak keputusanNya, mencegah pemberianNya, dan mengubah kehendakNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi) yaitu, tidak ada seorangpun yang dapat mencegahnya dan menolak apa yang Dia kehendaki. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi) yaitu dikurangi. Al-Hasan dan Ibnu Juraij berkata bahwa makna yang dimaksud adalah dicegah. Kemudian Allah SWT berfirman: (Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain)) yaitu di dunia, sehingga di antara mereka ada yang kaya dan yang miskin, serta ada yang di antara keduanya. Ada yang tampan, ada yang buruk, serta ada yang di antara keduanya. Ada yang mati saat masih kecil, ada yang diberi usia panjang sehingga berusia lanjut, serta ada pula yang di antara keduanya. (Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya) karena perbedaan mereka di akhirat lebih besar daripada di dunia. Di antara mereka ada yang tinggal di serajat bawah neraka Jahannam dalam keadaan terbelenggu oleh rantai-rantainya, ada pula yang tinggal pada kedudukan tertinggi dengan kenikmatan dan kegembiraan. Kemudian penduduk neraka berbeda-beda tingkatan tempatnya, sebagaimana berbeda tingkatan penduduk surga, karena sesungguhnya surga itu terdiri atas seratus derajat , jarak antara satu tingkatan ke yang lain sama dengan jarak antara langit dan bumi. Dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa,”Sesungguhnya penduduk surga tingkatan tinggi, benar-benar dapat melihat penduduk surga yang lebih tinggi darinya sebagaimana kalian melihat bintang-bintang yang terletak jauh di langit” Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya)
Tafsir As-Sa'di
21. “Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain),” di dunia dengan kelapangan rizki dan keterbatasannya, kemudahan dan kesusahan, pengetahuan dan kebodohan, keceradasan dan ketololan, dan aspek-aspek lainnya yang mana Allah melebihkan sebagian orang dari sebagian yang lain dengannya. “Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” Maka tidak bisa di perbandingkan antara kenikmatan dunia dengan kenikmatan akhirat dalam segala sudut. Alangkah jauh perbedaan antara orang yang berada di istana-istana yang tinggi, aneka kelezatan yang bermacam-macam, beragam jenis kebaikan, rangkaian kebahagiaan, dengan orang yang menggelepar-gelepar di dalam Neraka Jahim, tersiksa dengan azab yang pedih, dan kemurkaan Rabb Yang Maha Penyayang yang sudah mengenainya. Dan masing-masing dari dua kampung itu (dunia dan akhhirat) di hadapan para penghuninya mempunyai sisi-sisi perbedaan yang tidak terhitung jumlahnya oleh seseorang.
Tafsir Al-Wajiz
21. Lihatlah dengan penuh perhatian wahai manusia, bagaimana Kami memberi keutamaan sebagian golongan atas sebagian lainnya dalam hal rejeki, kekuatan, kesehatan, dan kemuliaan sebagai bentuk kebijaksanaan yang terang yang tidak disadari oleh umumnya akal (manusia), Namun derajat kemuliaan di akhirat itu lebih agung, lebih banyak dan lebih luhur daripada kemuliaan dunia, maka sebaiknya mementingkan urusan akhirat lebih banyak