Surah Yunus : Ayat 21
وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً مِّنۢ بَعْدِ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُم مَّكْرٌ فِىٓ ءَايَاتِنَا ۚ قُلِ ٱللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ
"Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu."
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan sifat buruk orang musyrik lalu dalam ayat ini dijelaskan sifat dasar manusia pada umumnya. Dan apabila kami memberikan suatu rahmat, keselamatan kepada manusia yang durhaka, setelah mereka ditimpa bencana, baik pada diri, harta, keluarga, dan alam lingkungan mereka, maka mereka tidak bersyukur, bahkan mereka segera melakukan segala tipu daya menentang ayat-ayat kami. Katakanlah, Allah lebih cepat pembalasannya atas tipu daya itu. Sesungguhnya malaikat-malaikat kami mencatat tipu dayamu. Tidak ada sedikitpun perbuatan manusia yang terlewat dari pengawasan Allah dan kelak di akhirat dia akan memberikan balasan dengan seadil-adilnyasebagai bukti bahwa hukuman Allah sangat cepat sebagaimana dijelaskan pada ayat sebelumnya, maka berikut ini ditegaskan bahwa, dialah tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan dengan kaki dan beragam kendaraan di daratan, dan berlayar di lautan yang terbentang luas, sehingga ketika kamu sudah berada di dalam kapal, dan meluncurlah kapal itu membawa mereka, yakni seluruh penumpang yang ada di dalamnya dengan kekuatan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai yang mangacaukan arah kapal mereka, sehingga menyimpang dari tujuan yang direncanakan dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, sehingga para penumpangnya panik akibat goncangan yang dasyat, dan mereka mengira, bahkan merasa telah terkepung bahaya, maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. Seraya berkata, sekiranya engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang benar-benar bersyukur.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 21-23 Allah SWT memberitahukan bahwa apabila manusia mendapatkan rahmat setelah bencana menimpa mereka, sebagaimana kesejahteraan setelah penderitaan, kesuburan setelah ketandusan, dan hujan setelah kekeringan, serta hal lain semacamnya (tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami) Mujahid berkata bahwa yaitu mengejek dan mendustakan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, ataupun berdiri) (Surah Yunus: 12) Firman Allah: (Katakanlah, "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)) yaitu lebih dahsyat dalam memberikan pembiaran dan penangguhan, sehingga orang-orang yang berprasangka dari kalangan orang-orang yang berdosa bahwa dia tidak diazab, melainkan hal itu diberi masa tangguh, kemudian Allah menghukumnya saat sedang lengah. Para malaikat yang mencatat semua yang dia kerjakan, dan mereka menyerahkannya kepada Dzat yang Maha Mengetahui hal ghaib dan yang nyata. Lalu Dia memberikan balasan kepadanya baik yang besar maupun kecil, sedikit maupun banyak. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa: (Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan dan (berlayar) di lautan) yaitu Dia memelihara dan melindungi kalian dengan penjagaanNya (Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya) yaitu dengan cepat membawa mereka, dan mereka dalam keadaan demikian tiba-tiba (datanglah angin badai menerpanya) yaitu Bahtera itu (ditimpa angin kencang) yaitu sangat keras (dan gelombang dari segenap penjuru menghantamnya) yaitu Laut menggulung dan mengombang-ambingkan mereka (dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya)) yaitu mereka binasa (maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata) yaitu mereka tidak berdoa kepada Allah dengan menyertakan berhala atau sekutu, bahkan mereka mengesakanNya dan memohon hanya kepadaNya, sebagaimana firmanNya: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia: maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih (67)) (Surah Al-Isra) Di sini Allah berfirman: (maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini) yaitu keadaan ini (pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”) yaitu kami tidak menyekutukanMu dengan seseorang pun, dan kami benar-benar akan mengesakanMu dalam beribadah, sebagaimana kami mengesakanMu dalam doa kami di sini. Allah SWT berfirman: (Maka setelah Allah menyelamatkan mereka) yaitu dari keadaan bahaya itu (tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar) yaitu seakan-akan tidak pernah terjadi apapun: (seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) (Surah Yunus: 12) Kemudian Allah SWT berfirman: (Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezaliman kalian akan menimpa diri kalian sendiri) yaitu, sesungguhnya yang merasakan bencana kezaliman kalian ini hanyalah kalian sendiri, dan kalian tidak memberikan mudharat sedikit pun terhadap seseorang selain kalian, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Tidak ada suatu dosa pun yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah siksaan terhadap pelakunya di dunia ini di samping siksaan yang disiapkan oleh Allah untuknya kelak di hari akhirat selain dari perbuatan bagyu (zina) dan memutuskan hubungan silaturahmi” Firman Allah: ((hasil kezaliman) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi) yaitu sesungguhnya bagi kalian kesenangan dalam kehidupan dunia yang rendah dan hina (kemudian kepada Kami-lah kalian kembali) yaitu tempat kembali dan tempat tinggal kalian (lalu Kami kabarkan kepada kalian) yaitu Kami memberitahu kalian semua dengan amal kalian, dan membalas secara penuh kepada kalian. Maka siapa saja yang mendapati kebaikan, maka hendaklah dia memuji Allah, dan siapa saja yang mendapati selain itu. maka janganlah dia mencela kecuali kepada diri sendiri.
Tafsir As-Sa'di
21. Allah berfirman, “Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka”, seperti kesembuhan setelah sakit, kekayaan setelah kemiskinan, rasa aman setelah rasa takut, mereka melupakan kesulitan yang menimpa, mereka tidak mensyukuri Allah atas rahmat dan kemakmuran, mereka justru terus berjalan di atas penyelewengan dan makar. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan kami.” Mereka berusaha membatalkan kebenaran dengan kebatilan. “Katakanlah, ‘Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)’.” Karena makar yang buruk hanya akan menimpa pemiliknya, senjata makan tuan, mereka tidak terbebas dari resiko buruk, para malaikat mencatat apa yang mereka kerjakan, lalu Allah menghitungnya atas mereka, kemudian Allah membalas mereka dengan balasan yang setimpal.
Tafsir Al-Wajiz
21. Dan tatkala Kami melimpahkan kepada manusia yaitu orang-orang kafir dengan rahmat, yaitu hujan, kesuburan dan kemudahan setelah kekeringan kelaparan, seketika mereka memiliki rencana tipu daya yaitu perlawanan terhadap ayat Kami yang diturunkan untuk memberi hidayah, dan mereka tidak bersyukur atas nikmat. Katakanlah kepada mereka wahai rasulallah: “Allah itu lebih cepat hukumannya. Dia akan membalas kalian sebelum kalian melakukan tipu daya terhadap kitabNya. Sesungguhnya malaikat penjaga juga pencatat yang diutus untuk mendampingi kalian itu mencatat dalam catatan amal kalian tentang tipu daya yang kalian rencanakan. Dan kalian akan dibalas atas hal itu”