Surah At-Tur : Ayat 20
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَٰهُم بِحُورٍ عِينٍ

"mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli."

Tafsir Ringkas Kemenag
Saat menikmati anugerah Allah itu, mereka duduk dengan nyaman sambil bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dengan indah dan rapi. Kami anugerahi mereka berbagai kenikmatan yang sempurna dan kami berikan pula kepada mereka pasangan berupa bidadari yang bermata indah. 21. Di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, walaupun derajat keimanannya tidak serupa, akan kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga sebagai anugerah atas ketakwaan mereka, dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang terikat dan akan bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan dia tidak akan dihukum karena dosa orang lain.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 17-20 Allah SWT memberitahukan keadaan orang-orang yang berbahagia. Maka Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan (17)) Demikian itu kebalikan dari orang-orang yang berada dalam azab dan siksaan di neraka (mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka) yaitu mereka bersenang-senang dengan kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada mereka berupa berbagai nikmat yaitu makanan, minuman, pakaian, tempat-tempat tinggal, kendaraan-kendaraan, dan lainnya (dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka) yaitu Allah SWT telah menyelamatkan mereka dari azab neraka, dan itu merupakan nikmat tersendiri selain dari nikmat lainnya, yaitu Dia memasukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang belum pernah terlihat mata, terdengar telinga, dan terbesit dalam hati manusia. Firman Allah SWT: ((Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan” (19)) sebagaimana firmanNya SWT: ((kepada mereka dikatakan).”Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu” (24)) (Surah Al-Haqqah) yaitu hal itu merupakan karunia dan kebaikanNya. Firman Allah SWT: (mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah dipan-dipan yang mempunyai kelambu. Firman Allah: (berderet-deretan) yaitu wajah sebagian dari mereka berhadapan dengan sebagian lain, sebagaimana firmanNya: (di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan) (Surah Al-Hijr: 44) (dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli) yaitu Kami menjadikan bagi mereka pendamping-pendamping yang shalihah dan istri-istri yang cantik-cantik dari bidadari yang bermata jeli. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan Kami kawinkan mereka) yaitu Kami nikahkan mereka dengan bidadari yang bermata jeli.
Tafsir As-Sa'di
20. “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan.” Bertelekan adalah duduk secara nyaman, enak, dan tegak, sedangkan dipan yang dimaksud adalah bantal-bantal yang berhias dengan berbagai hiasan berupa kain mewah dan kasur yang mengembang. Allah menggambarkan dipan-dipan berderetan sebagai petunjuk akan banyaknya, penataannya yang rapi serta kebersamaan penghuninya serta kegembiraan mereka dengan pergaulan mereka yang baik serta saling bertamah-tamah satu sama lain. Setelah kenikmatan hati, ruh, dan raga bersatu yang belum pernah terlintas di benak dan belum pernah ada dalam khayalan berupa makanan dan minuman lezat serta tempat tinggal yang indah, maka tidak ada yang tersisa selain bersenang-senang dengan wanita sebagai pelengkap kegembiraan. Allah menyebutkan, para penduduk surga memiliki pasangan istri-istri yang sifat, bentuk tubuh, serta akhlak mereka paling sempurna, karena itulah Allah berfirman, “Dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” Mereka adalah wanita-wanita yang memiliki kecantikan wujud nyata disertai akhlak yang baik sehingga siapa pun yang memandangnya akan terlena, mereka bisa menarik hati seluruh alam. Seluruh hati seolah terbang karena merindukan mereka serta keinginan agar bisa sampai pada mereka. Bermata jeli adalah bermata indah kelabu yang bening berwarna putih dan hitam.
Tafsir Al-Wajiz
20. Mereka bersandar di atas ranjang-ranjang yang saling berjejeran membentuk satu barisan. Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang putih, cantik dan menyenangkan pandangan. Bentuk mufrad Al-Huur adalah al-Huuraa’, Al-Huuraa’ adalah perempuan yang kelopak matanya sangat putih dan hitam. Al-‘Ain bentuk mufradnya adalah ‘Ainaa’, yaitu mata yang bulat lebar.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com