Surah Sad : Ayat 20
وَشَدَدْنَا مُلْكَهُۥ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْحِكْمَةَ وَفَصْلَ ٱلْخِطَابِ
"Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmahdan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan."
Tafsir Ringkas Kemenag
18-20. Karena ketaatan nabi dawud, sungguh kami telah menganugerahinya beberapa kenikmatan. Kamilah yang menundukkan gunung-gunung yang kukuh untuk senantiasa bertasbih dan beribadah bersama dia pada waktu petang dan pagi. Kami tundukkan pula baginya burung-burung untuk bertasbih bersamanya dalam keadaan terkumpul maupun terbang. Burung-burung itu ikut bertasbih begitu mendengar suara nabi dawud yang merdu bertasbih dan melantunkan kitab zabur. Masing-masing dari gunung-gunung dan burung-burung itu sangat taat kepada Allah. Dan kami kuatkan kerajaannya dengan kewibawaan, tentara yang banyak, kekayaan yang berlimpah, dan kepiawaiannya mengatur strategi perang. Dan kami berikan hikmah kepadanya berupa kenabian, kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam berbuat serta pemahaman yang tepat (lihat pula: surah saba'/34: 10'11), dan kebijaksanaan dalam memutuskan perkara dengan menunjukkan bukti-bukti yang akurat. 21-22. Dan apakah telah sampai kepadamu, wahai nabi Muhammad, suatu berita tentang orang-orang yang berselisih saat nabi dawud sedang berada di tempat peribadatan, ketika mereka datang dengan cara memanjat dinding mihrab' yaitu ketika mereka masuk untuk menemui nabi dawud lalu dia terkejut karena kedatangan mereka yang tak terduga itu dan me-ngira mereka hendak berbuat tidak baik kepadanya. Mereka berkata untuk menenangkan hatinya, 'janganlah takut! wahai nabi dawud, kami berdua sedang berselisih tentang suatu perkara; sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus dan benar.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 17-20 Allah SWT menyebutkan tentang hamba dan rasulNya, nabi Dawud bahwa dia memiliki kekuatan. Dan kata “al-aid” adalah kekuatan dalam masalah ilmu dan amal. Mujahid berkata bahwa “al-aid” adalah kekuatan dalam ketaatan. Qatadah berkata bahwa nabi Dawud dianugerahi kekuatan dalam mengerjakan ibadah dan memberinya pengetahuan tentang Islam. Telah disebutkan kepada kami bahwa nabi Dawud selalu mengerjakan shalat di sepertiga malam, dan puasa setengah tahun. Hal ini disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Rasulullah SAW bahwa beliau SAW bersabda:”Shalat yang paling disukai Allah adalah shalatnya nabi Dawud, dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya nabi Dawud. Dia tidur sampai tengah malam, lalu bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya. Dan dia berpuasa sehari dan berbuka sehari, dia tidak pernah lari jika bertemu dengan musuh” dan dia adalah seorang yang mengembalikan semuanya kepada Allah SWT, yaitu selalu menyembalikan semua urusan dan perkaranya hanya kepada Allah: Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi (18)) yaitu Allah SWT menundukkan gunung-gunung yang bertasbih bersamanya di saat terbitnya matahari terbit dan di penghujung siang, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud) (Surah Saba’: 10) Demikian juga burung-burung bertasbih bersama dengan tasbinya, menjawab tasbih bersama jawabannya, dan gunung-gunung yang tinggi-tinggi pun membalas tasbihnya dan mengikuti tasbih bersamanya. Diriwayatkan dari Ayyub bin Shafwan. dari maulanya yaitu Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Ibnu Abbas pada mulanya tidak mengerjakan shalat dhuha. Kemudian aku membawanya masuk menemui Ummu Hani', dan aku berkata kepadanya,”Ceritakanlah kepadaku apa yang kamu ceritakan kepadaku ini" Maka Ummu Hani' berkata:”Pada hari jatuhnya penaklukkan Makkah, Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahku, kemudian meminta air sebanyak satu mangkuk besar, lalu memerintahkan agar dibuat penghalang dari kain antara aku dan dia. Lalu beliau mandi, dan mengeringkan tubuhnya di salah satu sudut di rumahku, lalu beliau shalat delapan rakaat. Shalat itu adalah shalat dhuha yang berdiri, rukuk, sujud, dan duduknya hampir sama lamanya antara satu dengan yang lain. Ibnu Abbas keluar seraya berkata: “Sungguh aku membaca apa yang ada di antara dua lembaran, namun aku baru mengenal shalat dhuha saat ini (bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi). Aku bertanya, “Di manakah shalat pagi?” Kemudian, setelah itu, dia menyebut shalat pagi. Oleh karena itu, Allah berfirman: (dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul) yaitu tertahan di udara (Masing-masingnya amat taat kepada Allah) yaitu taat bertasbih kepada Allah. Qatadah dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang FirmanNya (Masing-masingnya amat taat kepada Allah) yaitu taat Firman Allah SWT. (Dan Kami kuatkan kerajaannya) yaitu Kami menjadikan baginya kerajaan yang sempurna dari semua yang diperlukan para raja. Firman Allah (dan Kami berikan kepadanya hikmah) Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah pemahaman, akal, dan kecerdasan. Di lain kesempatan dia mengatakan bahwa itu adalah kebijaksanaan dan keadilan, dan di lain kesempatan lagi dia berkata bahwa itu kebenaran. As-Suddi berkata tentang (Al-Hikmah) yaitu kenabian. Firman Allah SWT: (dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan) Syuraih Al-Qadhi dan Asy-Sya'bi berkata, keputusan dalam perselisihan tentang persaksian sumpah. Qatadah berkata yaitu dua orang saksi yang dibebankan kepada orang yang tertuduh. Berdasarkan keputusan dalam perselisihan yang ditetapkan para nabi dan rasul. Orang-orang mukmin dan orang-orang shalih berkata yaitu keadilan dari umat ini sampai hari kiamat. Mujahid berkata juga bahwa yang dimaksud dengan pembahasan ini adalah adalah keputusan dalm berbiacara dan menentukan keputusan, dan semua ini mencakup semua pendapat itu, dan ini adalah makna yang dimaksud dan dipilih Ibnu Jarir.
Tafsir As-Sa'di
20. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya kepada beliau, yaitu kerajaan agung, seraya berfirman, “dan Kami kuatkan kerajaannya,” maksudnya, Kami mengokohkannya dengan apa-apa yang Kami anugerahkan kepadanya, seperti berbagai fasilitas, banyaknya jumlah pasukan dan perlengkapan yang dengannya Allah menguatkan kerajaannya. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada beliau berupa ilmu, seraya berfirman, “Dan Kami berikan kepadanya hikmah,” maksudnya, kenabian dan ilmu yang agung, “dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan,” yakni pertikaian dan perselisihan di antara manusia.
Tafsir Al-Wajiz
20. Kami jadikan keraajaannya kuat, Kami tetapkan wibawa dan kekuatan atas musuh-musuhnya. Kami anugerahkan kenabian kepadanya, beserta kesempurnaan ilmu dan kebenaran dalam perkataan dan perbuatan, dan dapat menyelesaikan segala permasalahan