Surah An-Naml : Ayat 20
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ

"Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir."

Tafsir Ringkas Kemenag
Jika pada ayat yang lalu nabi sulaiman memahami bahasa semut, pada ayat ini nabi sulaiman memahami bahasa burung, antara lain burung hudhud. Nabi sulaiman menggunakan burung hudhud untuk berbagai keperluan seperti membawakan surat, mencari air dan memantau keadaan bangsa lain. Dan pada satu kesempatan, dia, sulaiman, memeriksa burung-burung yang ada di sekitarnya, lalu berkata kepada prajurit yang ada, 'mengapa aku tidak melihat burung hudhud' kemanakah dia' apakah ia termasuk yang tidak hadir'21. Melihat ketidak hadiran burung hudhud di antara prajuritnya, nabi sulaiman selaku pemimpin tertinggi atas bala tentaranya, mulai marah dan mengancamnya seraya berkata, "jika dia datang pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat sesuai dengan kesalahannya, atau pasti akan kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas yang bisa aku terima. ".
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 20-21 Firman Allah: (Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna yang dimaksud adalah mencabuti bulunya. Abdullah bin Syaddad berkata bahwa dia mencabuti bulunya, dan menjemurnya. Firman Allah: (atau benar-benar menyembelihnya) yaitu membunuhnya (kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang) yaitu dengan alasan yang jelas dan terang.
Tafsir As-Sa'di
20 kemudian Allah menyebutkan satu contoh lain dari dialognya kepada burung, seraya berfirman, ”dan dia memeriksa burung-burung’,” ini menunjukkan kepada kebulatan tekad dan ketegasannya serta betapa baiknya dia dalam mengorganisasikan bala tentaranya dan pengendaliannya terhadap semua permasalahan yang kecil dan yang besar, sampai-sampai beliau tidak pernah menyepelekan masalah ini, yaitu masalah memeriksa burung dan melihat langsung apakah semuanya ada atau ada sesuatu yang hilang. Inilah makna ayat di atas. Sungguh sama sekali tidak melakukan apa-apa orang yang mengatakan, ”sesungguhnya (tindakan) sulaiman memeriksa burung adalah untuk melihat ada di mana posisi burung hud-hud dari sulaiman, (yang bertugas) untuk menunjukkan kepadanya jauh atau dekatnya air. Mereka juga telah beranggapan bahwa burung hud-hud sedang melihat adanya air di bawah tanah yang sangat rimbun. Sesungguhnya pendapat ini sama sekali tidak ada dalilnya. Bahkan dalil aqli dan lafzhi (nash) menunjukkan ketidak benaran pendapat ini. Dalil aqli menunjukkan bahwa sebenarnya berdasarkan kebiasaan dan pengalaman serta kenyataan-kenyataan bahwa hewan-hewan tersebut, semuanya tidak mempunyai sedikitpun kemampuan melihat sebagimana penglihatan yang diluar kebiasaan seperti ini, dan melihat adanya air di bawah tanah yang sangat rimbun. Kalau halnya memang seperti itu, Allah pasti menyebutkannya, sebab ia merupakan mukjizat paling besar. Sedangkan dalil lafzhi (menunjukkan) kalau seandainya yang dimaksud adalah makna tersebut, tentu Allah mengatakan, ”sulaiman mencari hud-hud untuk melihat air untuknya. Maka tatkala sulaiman mencarinya, maka dia mengatakan apa yang telah dikatakannya (di atas dalam ayat.) atau, “dia memeriksa hud-hud” atau “ia mencarinya,” atau ungkapan lain yang serupa dengannya. Dan yang benar adalah bahwa sulaiman memeriksa seluruh burung untuk mengetahui mana yang hadir dan mana yang absen dan untuk mengetahui kekonsistenan masing-masing pada pos-pos dan tempat-tempat yang telah ditetapkannya. Dan juga, sulaiman merasa tidak butuh dan tidak memerlukan air secara mendesak sehingga harus memerintahkan burung hud-hud. Sebab di sisinya ada setan-setan dan ifrit-ifrit yang sanggup menggali tanah untuk mencarikan air untuknya sedalam apapun keadaan air tersebut, dan Allah pun telah menundukkan angin bagi sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan. Maka bagaimana mungkin, bersama semua itu (dikatakan bahwa) sulaiman membutuhkan burung hud-hud?! Tafsiran-tafsiran yang ada ini dan perkataan-perkataan yang masyhur ini tidaklah dikenal selainnya ia dinukil dari bani israil secara lepas, dan penukilnya lupa akan kontradiksinya dengan makna-makna yang shahih dan kesesuaiannya dengan berbagai pendapat. Kemudian tafsiran-tafsiran tersebut senantiasa dinukil dan dikutip oleh orang-orang yang datang kemudian begitu saja (tanpa diricek) dari orang-orang terdahulu, hingga dia mengira bahwa tafsiran tersebutlah yang benar, sehingga termuat secara bebas perkataan-perkataan yang sangat rancu di dalam kitab-kitab tafsir. Orang yang pandai nan cermat mengetahui bahwa al-qur’an mulia yang berbahasa arab nan jelas ini, yang dengannya Allah berbiacara kepada semua manusia, yang berilmu dan yang bodoh dan memerintahkan mereka untuk merenungkan maknanya dan memahaminya sesuai dengan lafazh-lafazh bahasa arab yang sudah dimaklumi maknanya, yang tidak awam bagi orang-orang arab asli, dan apabila dia menemukan pendapat-pendapat (tafsiran) yang dikutip drai selain Rasulullah, maka dia mengembalikannya pada prinsip ini, lalu jika pendapat ini sejalan dengan prinsip ini, maka dia menerimanya, karena lafazh itu menunjukkan kepada yang demikian. Dan jika pendapat-pendapat itu menyalahinya baik secara lafazh dan makna atau secara lafazh saja, atau secara makna saja maka dia menolaknya dan memastikan kebatilannya, karena ia mempunyai prinsip (landasan) yang sudah maklum yang bertentangan dengan pendapat-pendapat tersebut, yaitu makna dan petunjuk kalimat yang sudah baku (diketahui) Buktinya adalah bahwa pemeriksaan sulaiman terhadap burung-burung dan perasaan kehilangan burung hud-hud membuktikan kesempurnaan pengaturan dan pengendaliannya pada kerajaan sendirian, dan menunjukkan kesempurnaan kecerdasannya, sampai-sampai dia mencari burung sekecil itu, “lalu berkata,’mengapa aku tidak melihat burung hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir’,” maksudnya, apakah ketidakdapatanku melihat burung hud-hud ini karena kurangnya pengetahuanku kepadanya karena ia tersembunyi di antara kumpulan yang besar ini? Atau ia ada di atas pintunya karena absen (tidak hadir) tanpa seizin ataupun perintah dariku?!
Tafsir Al-Wajiz
20. Dan dia memeriksa burung-burung dan tidak menemukan burung Hud Hud lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia tidak hadir, atau tidak terilhat karena tertutup burung lain?” Fungsi am adalah untuk berpindah dari kalimat pertama ke kelimat setelahnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com