Surah Al-Insan : Ayat 2
إِنَّا خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَٰهُ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

Tafsir Ringkas Kemenag
Proses awal penciptaan manusia ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan yang tujuan utamanya kami hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, karena itu kami jadikan dia mendengar dengan telinganya dan melihat dengan matanya. 3. Potensi lainnya yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah berupa petunjuk, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang jelas lagi lurus tidak ada jalan yang lurus selainnya, di antara manusia ada yang bersyukur atas nikmat dan petunjuk tuhannya dan ada pula yang kufur, menutupi kebenaran dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan keadaan manusia, bahwa Dia telah menciptakan dan mengadakannya padahal sebelumnya dia bukanlah merupakan sesuatu yang disebut karena terlalu kehinaan dan keiemahannya. Jadi Allah SWT berfirman: (Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)) Kemudian hal itu dijelaskan, lalu Dia berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) yaitu bercampur. Kata “Al-masyju” dan “Al-masyij” yaitu sesuatu yang sebagian darinya bercampur dengan sebagian lain. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya SWT: (dari setetes mani yang bercampur) yaitu air mani laki-laki dan air perempuan jika bertemu dan bercampur, kemudian tahap demi tahap berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain dan dari suatu warna ke warna lain. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, dan Ar-Rabi' bin Anas, bahwa kata “Al-amsyaj” yaitu bercampurnya air mani laki-laki dan air perempuan. Firman Allah: (yang Kami hendak mengujinya) yaitu, Kami hendak mencobanya. Sebagaimana firmanNya: (supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya) (Surah Hud: 2) (karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat) yaitu Kami menjadikan untuknya pendengaran dan penglihatan sebagai sarana baginya untuk melakukan ketaatan dan kedurhakaan. Firman Allah: (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus) yaitu Kami menerangkan, menjelaskan kepadanya, dan Kami menjadikan dia dapat melihatnya. Sebagaimana firmanNya: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu) (Surah Fushshilat: 17) dan (Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (10)) (Surah Al-Balad) yaitu Kami menerangkan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan. Ini menurut suatu pendapat ulama’ dan Mujahid yang terkenal darinya dan mayoritas ulama. Firman Allah: (ada yang bersyukur dan adapula yang kafir) menjadi manshub sebagai haal dari dhamir “ha’” yang ada pada firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus) Bentuknya adalah “Maka dia dalam hal ini ada yang celaka dan ada yang berbahagia” Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, dari Abu Malik Al-Asy'ari, dia berkata yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Semua orang akan pergi, maka apakah dia menjual dirinya yang berarti membinasakannya ataukah memerdekakannya?”
Tafsir As-Sa'di
2. Selanjutnya pada saat Allah hendak menciptakan manusia, Allah menciptakan bapak moyang manusia, Adam, dari sari pati tanah. Selanjutnya Allah menjadikan keturunannya berseling-seling, “dari setetes mani yang bercampur,” yaitu dari air hina lagi menjijikan, “yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan)” dengan hal itu, agar Kami mengetahui apakah manusia mengetahui dan memahami kondisi pertamanya tersebut ataukah ia melupakannya dan tertipu oleh dirinya? Kemudian Allah menciptakannya dan memberinya kekuatan lahir dan batin, seperti pendengaran, penglihatan, dan seluruh anggota badan. Selanjutnya Allah menyempurnakannya yang memungkinkannya mencapai tujuan-tujuannya.
Tafsir Al-Wajiz
2. Sesungguhnya Kami menciptakan manusia (anak Adam) dari setetes mani, yang bercampur. Mani laki-laki dan mani perempuan bercampur jadi satu. Kami akan menguji mereka dengan perintah dan larangan. Artinya, Kami menciptakan mereka untuk diuji dengan tanggung jawab tentang kebaikan dan keburukan, sehingga Kami jadikan mereka dapat melihat dan mendengar. Kelak, pada hari kiamat akan Kami mintai pertanggungjawaban atas bukti dan ayat-ayat yang telah mereka dengar dan saksikan

Sumber tafsir dari tafsirweb.com