Tafsir As-Sa'di
2-4. Nabi Nuh menunaikan tugas itu serta bersegera menunaikan perintah Allah seraya berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,” yakni, yang jelas ancamannya karena jelasnya apa-apa yang diperingatkan dan apa yang bisa menyelamatkan. Hal itu dijelaskan secara terang. Nabi Nuh memberitahu dan memerintahkan landasan hal itu pada kaumnya seraya berkata, “(yaitu) sembahlah olehmu Allah, dan bertakwalah kepadaNya,” dengan mengesakan Allah dalam ibadah, tauhid, jauh dari kesyirikan serta segala jalan dan perantaranya. Bila mereka bertakwa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka, dan bila mereka diampuni, mereka akan mendapatkan keselamatan dari siksa dan mendapatkan keuntuntungan berupa pahala, “dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan,” yakni, Allah memberi kesenangan pada kalian di dunia ini dan mencegah kebinasaan dari kalian hingga waktu yang ditentukan. Batas waktu berada di dunia berdasarkan takdir dan kekuasaan Allah hingga waktu tertentu, bukan kesenangan abadi, sebab kematian adalah keniscayaan. Karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui,” sebagaimana kalian kufur kepada Allah dan menentang kebenaran.