Surah Al-Qalam : Ayat 2
مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
"berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila."
Tafsir Ringkas Kemenag
1-4. Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. Satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamatan dan siapa yang akan mendapat azab. N'n. Demi pena yang biasa digunakan untuk menulis oleh malaikat atau oleh siapa pun, dan juga demi apa yang mereka tuliskan. Dengan karunia tuhanmu yang berupa risalah dan nubuwah, engkau, wahai nabi Muhammad sekali-kali bukanlah orang gila sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum musyrik. Dan sesungguhnya berkat perjuangan dan kesabaranmu engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Karena tuhanmu yang mendidikmu dengan akhlak Al-Qur'an
Tafsir As-Sa'di
1-2. Allah bersumpah dengan pena yang merupakan kata benda umum (isim jenis) yang mencakup seluruh macam pena yang dipakai untuk mencatat berbagai disiplin ilmu dan dipakai untuk menulis prosa dan puisi. Pena dan perkataan apa saja yang ditulis dengan pena merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yang besar, yang berhak untuk dijadikan obyek sumpah Allah atas terbebasnya Nabi Muhammad dari sifat gila yang dituduhkan pada beliau oleh musuh-musuh beliau. Sumpah Allah ini menafikan sifat gila yang dituduhkan itu karena nikmat dan kebaikan RabbNya, karena Dia menganugerahkan akal yang sempurna, pandangan yang arif, dan perkataan yang fasih yang merupakan hal terbaik yang ditulis pena dan dicatat oleh manusia. Dan itulah kebahagiaan di dunia.
Tafsir Al-Wajiz
2-3. Kamu tidaklah gila wahai Rasulallah akibat nikmat yang diberikan Tuhanmu berupa risalah dan nubuwwah sebagaimana yang dituduhkan orang-orang musyrik. Maksudnya adalah Allah menghilangkan kegilaan dari (diri)mu. Ibnu Al-Mundzir dari Ibnu Juraij yang berkata: “Orang-orang musyrik itu berkata bahwa Nabi SAW itu orang gila dan setan. Kemudian turunlah ayat {Maa Anta Bi Ni’mati Rabbika Bi Majnuun}”. Sesungguhnya bagimu pahala yang tidak terputus-putus