Surah Al-Qamar : Ayat 2
وَإِن يَرَوْا۟ ءَايَةً يُعْرِضُوا۟ وَيَقُولُوا۟ سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

"Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Orang musyrik selalu enggan memercayai berita yang dibawa oleh nabi Muhammad. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala satu tanda dan mukjizat yang membuktikan kebenaran ajaran beliau, mereka tetap berpaling seraya menolak kebenaran itu dan berkata, 'semua yang terjadi ini sesungguhnya hanya sihir yang bersifat terus-menerus. '3. Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT memberitahukan tentang dekatnya hari kiamat, habisnya dunia serta keruntuhannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Telah pasti datangnya ketetapan Allah) (Surah An-Nahl: l) Dan Allah SWT berfirman (Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya) (1)) (Surah Al-Anbiya’) Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd, dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Aku diutus sedangkan aku dan hari kiamat seperti ini” seraya mengisyaratkan dengan kedua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa penduduk Makkah meminta kepada Nabi SAW untuk memperlihatkan suatu mukjizat, maka beliau memperlihatkan kepada mereka bulan yang terbelah menjadi dua, sehingga mereka melihat celah di antara keduanya Firman Allah SWT: (Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda) yaitu dalil, hujjah, dan bukti (mereka berpaling) yaitu tidak mau tunduk kepadanya, bahkan berpaling darinya dan meninggalkannya (dan berkata.”(Ini adalah) sihir yang terus-menerus") Mereka berkata,"Bukti-bukti yang kita lihat ini adalah sihir yang dia lemparkan kepada kami" Makna (mustamir) adalah yang akan lenyap. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Qatadah dan selain keduanya. yaitu bathil dan surut, tidak kekal (Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka) yaitu, mereka mendustakan kebenaran jika kebenaran itu datang kepada mereka, dan mereka hanya mengikuti pendapat dan hawa nafsu mereka karena kebodohan dan kepicikan akal mereka. Firman Allah: (sedangkan tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya) Qatadah berkata maknanya adalah bahwa kebaikan itu hanya dilakukan oleh orang yang sering melakukan kebaikan, dan keburukan itu hanya dilakukan oleh orang yang sering melakukan keburukan. Firman Allah SWT (Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah) yaitu berita-berita dan kisah-kisah umat-umat yang mendustakan para rasul; dan pembalasan, siksa dan azab yang menimpa mereka, yang terdapat dalam Al-Qur'an (yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)) yaitu, pelajaran yang mencegah mereka dari kemusyrikan dan terus-menerus mendustakan para rasul. Firman Allah SWT: (itulah suatu hikmah yang sempurna) yaitu terkait petunjuk Allah SWT kepada orang yang Dia beri petunjuk, dan tentang penyesatanNya kepada orang yang Dia sesatkan (maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)) yaitu, tidak ada gunanya peringatan-peringatan itu bagi orang yang telah ditetapkan Allah untuk celaka dan hatinya telah dikunci mati, lalu siapakah yang dapat memberinya petunjuk selain Allah? Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Katakanlah, "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya” (149)) (Surah Al-An'am) Demikianlah firman Allah SWT: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) (Surah Yunus: 101)
Tafsir As-Sa'di
2. Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah berfirman, “Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling,” tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah tidak berfirman, “JIka mereka melihat terbelahnya bulan,” namun “Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling,” karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.
Tafsir Al-Wajiz
2. Saat orang-orang musyrik melihat mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi SAW, mereka menolak membenarkannya dan beriman kepadanya. Mereka berkata: “Ini adalah sihir yang sangat sempurna

Sumber tafsir dari tafsirweb.com