Surah Yasin : Ayat 2
وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ
"Demi Al Quran yang penuh hikmah,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu Allah berfirman, 'aku bersumpah demi Al-Qur'an yang penuh hikmah, yakni pasti benarnya dan tidak ada sedikit pun yang tidak benar di dalamnya. 3. Aku bersumpah bahwa sungguh, engkau adalah salah seorang dari rasul-rasul, wahai nabi Muhammad. Engkau kami utus untuk mengingatkan manusia dan memberi mereka petunjuk guna meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-7 Telah disebutkan penjelasan tentang huruf-huruf hijaiyyah di permulaan surah Al-Baqarah. Diriwayatkan dari Ikrimah, bahwa Yasin artinya wahai manusia. Malik bin Zaid bin Aslam berkata bahwa Yasin adalah salah satu dari asma Allah SWT. (Demi Al-Qur'an yang penuh dengan hikmah) yaitu yang muhkam yang tidak datang kepadanya kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang (sesungguhnya kamu) Wahai Muhammad (salah seorang dari rasul-rasul (3) (yang berada) di atas jalan yang lurus (4)) yaitu, berada pada suatu tuntunan, agama yang benar, dan syariat yang lurus ((sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (5)) yaitu jalan, tuntunan dan agama yang kamu sampaikan ini diturunkan dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang untuk hamba-hambaNya yang beriman. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan (53)) (Surah Asy-Syura) Firman Allah SWT: (agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai) (6)) yaitu orang-orang Arab, karena sesungguhnya belum pernah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan sebelum beliau. Penyebutan 'mereka secara tersendiri, bukan berarti meniadakan yang lainnya. Sebagaimana penyebutan beberapa orang tertentu, tidak meniadakan pengertiannya secara umum. Telah disebutkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang mutawatir tentang keumuman dari pengutusan nabi Muhammad SAW pada firmanNya: (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian semuanya”) (Surah Al-A'raf: 158) Firman Allah SWT: (Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka) Ibnu Jarir berkata bahwa azab Allah pasti kepada sebagian besar mereka, bahwa Allah SWT menetapkan kepada mereka di dalam Lauhil Mahfuz, bahwa mereka tidak beriman (karena mereka tidak beriman) kepada Allah dan tidak membenarkan para rasulNya.
Tafsir As-Sa'di
2. Ini adalah sumpah dari Allah dengan al-Quran yang penuh hikmah, yang sifatnya adalah berisi hikmah (kebijaksanaan) yang artinya adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya; menempatkan perintah dan larangan pada tempat masing-masing dan meletakkan balasan dengan kebaikan dan keburukan pada tempat masing-masing yang layak bagi keduanya. Maka hukum-hukum syariat dan perdatanya, semuanya mencakup puncak kebijaksanaan. Dan di antara hikmah al-Quran ini adalah, ia memadukan antara penjelas hukum dan hikmahnya. Dengan demikian ia menyadarkan akal pikiran pada korelasi-korelasi dan ciri-ciri yang memastikan lahirnya hukum (keputusan) atasnya.
Tafsir Al-Wajiz
2. Aku Allah bersumpah demi Al-Qur’an yang dengan susunan menakjubkan dan makna luar biasa, memberi hikmah bahwa Muhammad adalah utusan dari sisi Allah. Ayat ini diturunlan saat orang-orang dari suku Quraisy berencana membawa Rasulallah SAW yang bacaan surah Sajdahnya membuat mereka merasa kesakitan sehingga meletakkan tangan mereka di leher dan berkata: “Wahai Muhammad, kami mencari Allah dan kasih sayang” lalu nabi (Muhammad) berdoa sampai hal tersebut menghilang dari mereka, lalu turunlah ayat ini dan ayat setelahnya sampai ayat ke-10