Surah Fatir : Ayat 2
مَّا يَفْتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
"Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Tafsir Ringkas Kemenag
Apa saja di antara rahmat Allah, seperti kesehatan, rezeki, ilmu, dan lainnya, yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan dialah yang mahaperkasa untuk berbuat sesuai kehendak-Nya, mahabijaksana dalam setiap ketetapan-Nya. 3. Limpahan rahmat yang demikian besar harus menjadi pendorong bagi manusia untuk bersyukur. Wahai manusia! ingatlah akan nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu. Bersyukurlah dengan menaati perintah-Nya dan tidak mendurhakai-Nya. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi' tentu tidak ada. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dia; maka mengapa kamu bisa berpaling dari tauhid'.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT memberitahukan bahwa apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan apa saja yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. Tidak ada seorang pun yang dapat mencegah apa yang Dia berikan, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberikan apa yang Dia cegah. Ayat ini sebagaimana firmanNya SWT: (Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya) (Surah Yunus: 107) Ayat yang seperti ini cukup banyak.
Tafsir As-Sa'di
2. Kemudian Allah menjelaskan bahwa hanya Dia yang mengatur, memberi, dan menahan (tidak memberi), seraya berfirman, “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah” dari mereka berupa bagian dari rahmatNya, “maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu.” Hal ini mengharuskan ketergantungan kepada Allah dan butuh kepadaNya dari segala sisi, dan mengharuskan tidak ada yang dimohon selain Dia, tidak ditakuti, dan tidak pula diharapkan kecuali Dia. “Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa” Yang menundukkan dan menguasai segala sesuatu, “lagi Mahabijaksana,” Yang meletakkan segala sesuatu pada tempat-tempatnya yang semestinya dan menundukkannya pada kedudukannya masing-masing.
Tafsir Al-Wajiz
2. Nikmat yang dibukakan dan diberikan Allah kepada manusia seperti kesehatan, keamanan, rejeki, pengetahuan, kenabian dan kebijaksanaan, maka tidak ada seorangpun yang mampu mencegahnya. Dan sesuatu berupa kebaikan yang dicegah Allah dari mereka, maka tidak ada seorangpun yang bisa mencegah terjadinya setelah itu kecuali Allah. Dia adalah Dzat yang Maha Kuat lagi Maha perkaya yang tidak dapat ditaklukkan dan Maha Bijaksana dalam tindakan dan pengaturannya sehingga tidak mungkin salah