Surah Al-Furqan : Ayat 2
ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا

"yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah yang menurunkan 'furq'n' itu adalah dia yang memiliki ke-rajaan langit dan bumi. Kekuasaan-Nya begitu sempurna dan kemampuan-Nya tidak berbatas dalam mengurus keduanya. Dia tidak mempunyai anak karena dia tidak membutuhkannya, dan tidak pula ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya karena dia mahakuasa sehingga tidak memerlukan bantuan, dan dia menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat, teliti, dan penuh hikmah. 3. Tanda-tanda kekuasaan Allah begitu nyata, sehingga keengganan kaum kafir untuk bertauhid amat mengherankan. Dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal tuhan-tuhan itu tidak dapat menciptakan apa pun, bahkan tuhan-tuhan itu sendiri diciptakan dan juga sangat lemah sehingga tidak kuasa untuk menolak bahaya terhadap dirinya sendiri dan tidak pula dapat mendatangkan manfaat, serta tidak kuasa mematikan apa pun, menghidupkan apa pun, dan tidak dapat pula membangkitkan sesuatu yang telah mati.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-2 Allah SWT berfirman secara memuji DzatNya yang Maha Mulia atas apa yang Dia turunkan kepada RasulNya, yaitu Al-Qur'an yang mulia, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya (1) sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh (2)) (Surah Al-Kahfi) Di sini Allah SWT berfirman: (Maha Suci Allah) dari wazan tafaa'ala berupa keberkahan yang tetap, kokoh, dan kekal (yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran)) Kata Nazzala adalah kata kerja yang menunjukkan makna berulang-ulang dan banyak. Sebagaimana firmanNya: (dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya) (Surah An-Nisa: 136) karena kitab-kitab terdahulu diturunkan sekaligus, sedangkan Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur, terpisah-pisah, dan terinci ayat demi ayat, hukum demi hukum, dan surah demi surah. Ini lebih berkesan dan mendapat perhatian yang dahsyat dari orang yang Al-Qur'an diturunkan kepadanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam pertengahan surah ini: (Berkatalah orang-orang yang kafir, " Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok (32) Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datang kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya (33)) (Surah Al-Furqan) Oleh karena itu Allah menamakan Al-Qur'an di sini dengan Al-Furqan, karena Al-Qur'an membedakan antara kebenaran dan kebathilan, petunjuk dan kesesatan, jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, serta antara yang halal dan yang haram. Firman Allah: (kepada hamba-Nya) Ini adalah sifat yang mengandung makna pujian dan sanjungan karena dimudhafkan kepada kehambaan, sebagaimana hal ini disebutkan dalam salah satu keadaannya yang paling mulia, yaitu saat pada malam Isra’ Mi’raj, Allah SWT berfirman: (Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam) (Surah Al-Isra: 1) Sebagaimana Dia menyebutkan hal ini untuk mengajak kepadanya: (Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya (19)) (Surah Al-Jin) Sebagaimana disebutkan saat wahyu diturunkan kepadanya dan malaikat turun menemuinya, lalu Allah SWT berfirman: (Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (1)) Firman Allah: (agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam) yaitu sesungguhnya Allah mengkhususkan kepada beliau kitab yang terperinci, mulia, jelas, lagi muhkam ini yang (Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) yang Allah menjadikannya sebagai pembeda yang besar, sesungguhnya Dia hanya mengkhususkan dengan kitab itu untuk menyampaikan risalah kepada orang yang bernaung di bawah pohon-pohon yang hijau dan orang-orang yang hidup di padang pasir, sebagaimana Nabi SAW bersabda,”Aku diutus kepada bangsa yang berkulit merah dan berkulit hitam” Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi (Surah Al-A'raf: 158), (pemberi peringatan) yaitu Dzat yang mengutusku adalah Dzat Yang memiliki langit dan bumi, yang berfirman kepada sesuatu,"Jadilah," maka terjadilah, Dialah Dzat yang Menghidupkan dan Mematikan. Demikian pula Allah berfirman di sini: (yang kepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan­nya) Dia menyucikan DzatNya dari anak dan sekutu. Kemudian Allah memberitahukan bahwa: (Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya) yaitu segala sesuatu selain Dia adalah makhluk dan dimiliki, dan Dialah Dzat yang Menciptakan, Menguasai, Memiliki dan Tuhannya segala sesuatu dan segala sesuatu itu berada di bawah kekuasaan, pengaturan, ketundukan dan takdirNya
Tafsir As-Sa'di
2 “yang kepunyaanNya-lah kerajaan langit dan bumi,” maksudnya kepunyaanNya semata hak pengendalian pada keduanya, apa saja yang ada pada keduanya adalah hamba dan budak bagiNya, tunduk kepada keagunganNYa lagi patuh kepada rububiyahNya, dan mereka sangat butuh kepada belas kasihNya; yang mana “Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bayiNya dalam kekuasaan(Nya),” bagaimana mungkin Dia akan mempunyai anak atau sekutu, sedangkan Dia adalah yang Maha Raja (kuasa) sedangkan selain Dia adalah budak-budakNya; dan Dia-lah yang Mhaperkasa, sedangkan selain Dia adalah di bawah keperkasaanNya; dan Dia-lah Yang Mahakaya dengan DzatNya drai segala sisi, sedangkan semua makhluk sangat tergantung
Tafsir Al-Wajiz
2. Allah adalah Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi. MilikNya juga otoritas penuh dan kekuasaan yang utuh dalam mengatur sesuatu yang ada di dalam keduanya. Dia tidak mengambil anak karena tidak membutuhkannya. Dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kerajaan itu karena tidak memerlukannya. Dia juga menciptakan setiap sesuatu, yaitu makhluk-makhluk yang ada, lalu menentukan takdirnya dengan terperinci dan penuh hikmah.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com