Surah Maryam : Ayat 2
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ

"(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi Muhammad, apa yang dibacakan kepadamu ini adalah penjelasan tentang rahmat tuhanmu yang maha pengasih kepada hamba-Nya, zakaria, insan pilihan yang saleh dan taat beribadah. 3. Yaitu rahmat tuhanmu kepadanya ketika dia berdoa dengan khusyuk kepada tuhannya dan mengajukan permohonan yang disampaikannya dengan suara yang lembut dan penuh pengharapan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-6 Adapun pembahasan tentang huruf hijaiyah telah dijelaskan di permulaan surah Al-Baqarah. Firman Allah: ((Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu) yaitu, hal ini menyebutkan rahmat Allah kepada hambaNya, yaitu nabi Zakaria. Yahya bin Ya'mur membaca (dzakkara rahmata rabbika ‘abdahu zakariyya) “(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hambaNya Zakaria” kata “Zakaria” dibaca panjang dan pendek; dua bacaan ini terkenal. Zakaria adalah seorang nabi yang agung dari kalangan nabi-nabi Bani Israil. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari bahwa nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu yang makan dari hasil kerja tangannya yang menjadi tukang kayu. Firman Allah: (yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sebagian mufasir mengatakan bahwa sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suara dalam doanya agar dalam permohonannya akan anak tidak dituduh sebagai orang yang lemah karena usia tua, Pendapat ini dikatakan oleh Al-Mawardi. Ulama lainnya berkata, sesungguhnya nabi Zakaria melirihkan suaranya karena hal itu lebih disukai Allah sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang ayat ini: (Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3)) Sesungguhnya Allah mengetahui hati orang yang bertakwa, dan mendengar suara yang lirih. (Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah”) yaitu lemah dan tidak mempunyai kekuatan (dan kepalaku telah ditumbuhi uban) yaitu, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Duraid dalam syair gubahan­nya: “Tidakkah engkau melihat rambut kepalaku yang kini warnanya seakan-akan seperti fajar subuh yang di sisa-sisa kegelapan malam. “Warna putih ubannya menyala menutupi warna hitamnya, seperti warna api yang menyala dalam bara api” Makna yang dimaksud dari sini adalah pemberitahuan tentang kelemahan, ketuaan dan tanda-tandanya, baik yang tampak maupun tersembunyi. Firman Allah: (dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku) yaitu aku belum pernah berdoa kepadaMu, melainkan Engkau memperkenankannya, dan Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepadaMu. Firman Allah: (Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku) Mayoritas ulama membacanya dengan dinashab huruf ya’nya menjadi “mawaliya” karena sebagai maf'ul. Diriwayatkan dari Kisai, dia mensukun huruf yanya sebagaimana yang dikatakan oleh penyair “Seakan-akan tangan-tangan mereka di tanah yang datar, dan tangan-tangan tetangga saling mengambil perak” Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan mawali adalah “'ashabah”. Abu Shalih berkata bahwa maknannya adalah kalalah. Mujahid berkata tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) peninggalannya adalah ilmu, dan dia termasuk keturunan nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Al-Hasan yaitu mewarisi kenabian dan ilmunya. As-Suddi berkata yaitu mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Diriwayatkan dari Malik, dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu kenabian mereka. Diriwayatkan dari Abu Shalih tentang firmanNya: (yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub) yaitu mewarisi hartaku dan kenabian keluarga nabi Ya'qub. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir dalam tafsirnya Firman Allah: (dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai) yaitu diridhai di sisiMu dan makhlukMu, yaitu Engkau menyukainya dan menjadikannya disukai makhlukMu dalam agama dan akhlaknya.
Tafsir As-Sa'di
2. Maksudnya, ini “adalah penjelasan rahmat Rabbmu kepada hambaNya, Zakaria.” Kami akan mengisahkannya kepadamu dan akan menguraikannya dengan uraian terperinci yang bisa memperkenalkan kondisi NabiNya, Zakaria, peninggalan-peninggalannya yang baik, dan jalan hidupnya yang indah. Sesungguhnya dalam kisahnya terdapat pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan terdapat suri tauladan bagi orang yang mau mengikuti (jejak para nabi). Dan karena di dalam penjelasan tentang rahmat (kasih sayang) Allah kepada para waliNya dan penjelasan tentang penyebab apa saja yang mengundang turunnya rahmat buat mereka itu, terkandung perkara-perkara yang bisa mendorong untuk mencintai Allah, Memperbanyak dzikir kepadaNya, lebih mengenal Allah, dan terkandung faktor yang bisa mengantarkan kepadaNYa. Hal ini disebabkan karena Allah telah memilih Nabi Zakaria (untuk mengemban) risalahNya dan mengistimewakan beliau dengan (pemberian) wahyu. Lalu Nabi Zakaria melaksanakan tugasnya sebagaimana para rasul lainnya melaksanakan tugas mereka, mengajak manusia (agar beribadah) kepada Rabbnya, mengajarkan kepada mereka ilmu yang diajarkan oleh Allah kepadanya, menasehati mereka saat hayat masih dikandung badan dan setelah meninggal dunia, sebagaimana saudara-saudaranya dari kalangan para rasul dan para pengikut mereka.
Tafsir Al-Wajiz
2. Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria nabi Bani Israil, suami bibi nabi Isa ‘alaihimas salam, beliau adalah tukang kayu. Rahmat sebagai tambahan bahwa fa’il/ subjeknya adalah Allah dan hamba Allah sebagai maf’ul/objek. Adapaun Zakaria sebagai hamba

Sumber tafsir dari tafsirweb.com