Surah An-Nahl : Ayat 2
يُنَزِّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ
"Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Menjelaskan kesempurnaan ketetapan dan penciptaan-Nya, Allah berfirman, dia menurunkan para malaikat, yakni malaikat jibril, membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang dia kehendaki untuk diberi wahyu di antara hamba-hamba-Nya yang taat dan suci jiwanya. Inti wahyu itu ialah pesan yang berisi, peringatkanlah oleh kalian, wahai hamba-hamba yang aku beri wahyu, bahwa tidak ada tuhan, penguasa alam raya, pencipta langit dan bumi yang berhak disembah selain aku yang mahaesa dan mahakuasa, tidak ada sekutu bagi-ku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-ku. Berimanlah kepada-ku, laksanakanlah semua perintah-ku, dan tinggalkanlah segala laranganku. (lihat: surah ga'fir/40: 15 dan asy-syura'/42: 52)Allah mengingatkan manusia bahwa dia adalah tuhan yang telah menciptakan langit tempat kalian berteduh bersama benda-benda yang menghiasinya, dan menciptakan bumi tempat kalian berpijak bersama apa saja yang terhampar di atasnya dan terkandung di dalamnya. Semua itu Allah ciptakan dengan kebenaran, yaitu sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya. Mahatinggi Allah dalam segala hal, sifat, dan perbuatan-Nya, dari apa yang mereka persekutukan dengan-Nya berupa berhala-berhala itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Firman Allah: (Dia menurunkan malaikat-malaikat dengan (membawa) wahyu) yaitu wahyu. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami) (Surah Asy-Syura: 52). Firman Allah SWT: (“kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya”) mereka adalah para nabi, sebagaimana Allah berfirman: (“Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan”) (Surah Al-An’am: 124) Firman Allah (Peringatkanlah oleh kamu sekalian) yaitu agar mereka mendapat peringatan (bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepadaKu) (Surah Al-Anbiya’: 25) Allah berfirman dalam hal ini (takutlah kalian kepadaKu) yaitu takutlah kepada siksaanKu bagi orang yang menentang perintahKu dan menyembah selainKu.
Tafsir As-Sa'di
2. Sesudah Allah menyucikan diriNya dari sifat sifat yang disandangkan oleh para musuhNya bagiNya, maka Allah menebutkan wahyu yang Dia turunkan kepada para nabiNYa yang mesti diikuti dalam aspek penyebutan sifat sifat kesempurnaan yang dinisbatkan kepada Allah. Allah berfirman ”Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintahNya” yaitu dengan wahyu yang menjadi sumber kehidupan jiwa jiwa manusia, ”kepada siapa Dia kehendaki dari hamba hambaNya” yaitu insan insan yang Allah ketahui layak mengemban risalah. Dan substansi dakwah dan protes para rasul secara keseluruhan tertuang dalam firmanNya “peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasannya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan aku” yaitu bertumpu pada ma’rifatullah (pengenalan Allah), pengesaanNYa dalam sifat sifat keagungan yang merupakan sifat sifat uluhiyah (ketuhanan) dan peribadahan kepadaNYa semata tidak ada sekutu bagiNya. inilah alasan mengapa Allah menurunkan kitab kitabNya, mengutus para rasul dan menggariskan (aturan aturan) seluruh syariat yang menyeru dan mengarahkan kepadanya, melawan pihak pihak yang memerangi dan melancarkan perlawanan terhadapnya.
Tafsir Al-Wajiz
2. Allah menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, yaitu: “Peringatkanlah bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq disembah melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku dan takut kepada azab-Ku”.