Surah Al-Asr : Ayat 2
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ

"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, manusia berada dalam kerugian, baik di dunia maupun akhirat, akibat hawa nafsu yang menyelubungi dirinya. 3. Semua manusia rugi, kecuali orang-orang yang beriman dengan sejati dan mengerjakan kebajikan sesuai ketentuan syariat dengan penuh keikhlasan, serta saling menasihati satu sama lain dengan baik dan bijaksana untuk memegang teguh kebenaran sebagaimana diajarkan oleh agama dan saling menasihati untuk kesabaran dalam melaksanakan kewajiban agama, menjauhi larangan, menghadapi musibah, dan menjalani kehidupan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Al-Ashr adalah masa yang padanya anak cucu Adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa makna yang dimaksud adalah waktu sore. Tetapi pendapat yang terkenal adalah yang pertama. Allah SWT bersumpah dengan itu bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian, yaitu rugi dan binasa (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih) Maka dikecualikan dari jenis manusia itu dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal yang shalih (dan nasihat-menasihati dengan kebenaran) yaitu menunaikan ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu menghadapi musibah, malapetaka, dan gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang diperintah melakukan kebaikan dan dilarang melakukan kemungkaran.
Tafsir As-Sa'di
1-3. Allah bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia, bahwa manusia itu rugi. Orang yang rugi adalah kebalikan orang yang beruntung. Tingkatan orang yang rugi bermacam-macam; ada yang rugi secara mutlak seperti kondisi orang yang rugi di dunia dan akhirat. Ia tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak mendapatkan Neraka Jahim. Ada yang rugi di sebagian sisi saja. Karena itu Allah menyebutkan kerugian untuk setiap manusia secara umum kecuali orang yang memiliki empat sifat: ~ Iman terhadap apa yang diperintahkan Allah dengan beriman kepadaNya. Dan iman tidak ada tanpa adanya ilmu. Ilmu adalah bagian dari iman yang tanpanya keimanan menjadi tidak sempurna. ~ Amal shalih. Dan ini mencakup seluruh perbuatan baik, zahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya, yang wajib dan yang dianjurkan. ~ saling menasehati dengan kebenaran yang merupakan iman dan amal shalih, yakni sebagian orang menasihati sebagian yang lain dengan kebenaran, mendorong, dan menganjurkannya. ~ Saling menasihati dengan kesabaran adalah dalam ketaatan terhadap Allah, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah yang menyakitkan. Dengan dua hal pertama, seseorang menyempurnakan dirinya sendiri dan dengan dua hal kedua, seseorang menyempurnakan orang lain dan dengan melengkapi keempat hal tersebut, seseorang terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar.
Tafsir Al-Wajiz
1-2. Aku bersumpah demi masa, yaitu waktu yang mengandung persimpangan dan perputaran. Sesungguhnya manusia (manusia yang terbebani) berada dalam kerugian yang besar dalam perniagaannya dengan setan untuk mendapatkan hasil dunia. Jika saja dia melakukan perniagaan dengan Allah SWT, maka sungguh baginya keuntungan abadi. Jika dia menaati Allah maka dia akan mendapatkan hasil akhirat. Ini adalah jawaban dari sumpah

Sumber tafsir dari tafsirweb.com