Surah Yunus : Ayat 2
أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ رَجُلٍ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ مُّبِينٌ

"Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka”. Orang-orang kafir berkata: “Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Oleh karena itu, pantaskah manusia menjadi heran bahwa kami memberi wahyu, yakni memberi informasi dan tuntunan agama secara pasti, cepat, dan berbentuk rahasia, kepada seorang laki-laki di antara mereka, yakni nabi Muhammad yang dikenal sangat jujur sehingga mendapat gelar al-amin. Melalui wahyu tersebut kami perintahkan kepadanya: berilah peringatan kepada manusia bahwa hari pembalasan itu pasti datang dan orang yang jahat akan disiksa karena kejahatannya, dan gembirakanlah orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni kemuliaan di sisi tuhan kelak di akhirat. Setelah mendengar dan menyaksikan ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan oleh nabi Muhammad ternyata sangat mempesona, maka orang-orang kafir berkata, orang ini, yakni nabi Muhammad, benar-benar pesihir yang nyata, dan yang dibawanya adalah sihir, sehingga membuat orang-orang terpesona dan mengikuti seruannya. Demikianlah sifat angkuh orang-orang yang tidak mau mengakui bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah. Kalau orang kafir merasa heran atas diturunkannya Al-Qur'an kepada nabi Muhammad, maka apakah mereka tidak merasa heran dengan penciptaan langit dan bumi serta segala isinya' tuhan mahakuasa menurunkan Al-Qur'an kepada nabi Muhammad, sebagaimana dia mahakuasa menciptakan langit dan bumi. Sesungguhnya tuhan kamu dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi yang terbentang luas, dalam enam masa untuk memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu perlu proses, melalui perencanaan yang matang dan dikerjakan secara maksimal. Jika Allah menghendaki, maka dia mahakuasa menciptakan keduanya dalam sekejap. Setelah sempurna masa penciptaan langit dan bumi, kemudian dia bersemayam di atas 'arsy, singgasana untuk mengatur segala urusan makhluk-Nya. Tidak ada yang dapat memberi syafaat, yakni pertolongan pada hari kiamat untuk mendapat keringanan atau terbebas dari azab Allah kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, zat yang mahaagung, tuhanmu yang memelihara dan membimbingmu, maka sembahlah dia, karena hanya dia yang berhak disembah, jangan mempersekutukan dia dengan apa pun. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kesempurnaan penciptaan langit dan bumi beserta isinya' semuanya tunduk, patuh, dan bertasbih kepada Allah, tuhan pengatur segala urusan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-2 Mujahid berkata tentang firmanNya: (Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat Kitab yang mengandung hikmah (l)) dia berkata yaitu kitab Taurat dan Zabur Firman Allah SWT: (Patutkah menjadi keheranan bagi manusia) Allah SWT berfirman mengingkari keherananrang-orang kafir terhadap pengutusan para rasul dari kalangan manusia, sebagaimana Allah SWT memberitahukan tentang umat-umat terdahulu yang berkata: (Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?) (Surah At-Taghabun: 6) nabi Hud dan nabi Shalih berkata kepada kaumnya (Dan apakah kalian (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian dengan perantaraan seorang laki-laki dari golongan kalian) (Surah Al-A'raf: 63) Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir Quraisy, bahwa mereka berkata: (Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Maha Esa? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat meng­herankan (5)) (Surah Shad) Firman Allah: (bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka) Para ulama berbeda pendapat tentang ayat ini Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (gembirakanlah orang-orang beriman, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka) dia berkata telah terdahulu dalam kitab pertama bahwa mereka mendapatkan kebahagiaan. Mujahid berkata tentang firmanNya: (bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka) yaitu amal shalih, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan tasbih mereka. Fudhail bin Amr Al-Jaun meriwayatkan dari Qatadah atau Al-Hasan tentang firmanNya (bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka) nabi Muhammad SAW memberi syafaat kepada mereka. Demikian juga dikatakan oleh Zaid bin Aslam dan Muqatil bin Hayyan. Qatadah berkata,”Kebenaran yang telah dikerjakan di sisi Tuhan mereka”. Ibnu Jarir memilih pendapat Mujahid, bahwa sesungguhnya amal shalih yang telah mereka kerjakan. sebagaimana dikatakan,"Telah dahulu dilakukan dalam agama Islam, ". sebagaimana perkataan Hassan: Kami mempunyai jasa yang besar kepadamu dan kami berbeda dengan para pendahulu kami dalam ketaatan kepada Allah, sebagai jasa berikutnya. Firman Allah SWT: (Orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”) yaitu bersamaan dengan Kami mengutus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan ( orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”) yaitu jelas, dan mereka adalah orang-orang yang mendustakan hal itu.
Tafsir As-Sa'di
2. Meskipun demikian, kebanyakan mereka berpaling, maka mereka tidak mengetahui, mereka heran, “bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, ‘Berilah peringatan kepada manusia,” terhadap azab Allah, takut-takutilah mereka dengan siksaNya dan ingatkanlah mereka dengan ayat-ayat Allah, “dan gembirakanlah orang-orang beriman”, dengan iman yang benar, “bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka.” Maksudnya mereka mempunyai balasan yang melimpah dan pahala yang tersimpan di sisi Allah karena amal-amal shalih yang benar yang mereka kerjakan dahulu. Orang-orang kafir merasa heran terhadap orang agung ini dengan keheranan yang membuat mereka mengingkarinya. “Orang-orang kafir berkata,” yaitu tentangnya “Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.” Yakni dengan sihir yang jelas, tidak samar bagi siapa pun menurut mereka. Ini adalah kebodohan dan pengingkaran mereka. Mereka merasa heran terhadap suatu perkara yang tidak layak dianggap suatu keheranan dan keanehan. Padahal seharusnya yang dianggap suatu yang mengherankan itu justru kebodohan mereka terhadap kemaslahatan mereka, bagaimana (mungkin bisa terjadi) mereka tidak beriman kepada Rasulullah yang mulia yang diutus oleh Allah dari kalangan mereka sendiri. Mereka benar-benar mengenalnya, akan tetapi menentang dakwahnya dan berusaha membatalkan agamanya. Allah akan tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membencinya.
Tafsir Al-Wajiz
2. Apakah pemberian wahyu Kami berupa Al-Qur’an itu patut menjadi sebab keheranan orang-orang musyrik Arab? Dalam hal itu tidak ada yang mengherankan, yaitu pemberian wahyu kepada laki-laki dari golongan mereka, yaitu golongan manusia. Seakan-akan mereka menginginkan seorang rasul dari selain golongan mereka, sekalipun dari malaikat atau jin ketika tujuan penyampaian risalah itu telah sampai, (hal itu) karena mereka melupakannya. Kami berfirman kepada lelaki yang sudah diketahui kejujurannya ini supaya memperingatkan manusia yang bermaksiat dengan neraka dan memberi kabar gembira orang-orang yang mengimani Al-Qur’an ini bahwa mereka akan mendapat tempat yang tinggi di sisi Tuhan. Dan tatkala orang-orang kafir mendengar sebagian ayat-ayat Al-Qur’an, maka mereka berkata: “Sesungguhnya lelaki ini (yaitu Muhammad SAW) adalah penyihir yang jelas lagi nyata.” Ibnu Abbas berkata: “Ketika Allah mengutus nabi Muhammad SAW sebagai seorang rasul, bangsa Arab mengingkari hal itu, atau sebagian orang mengingkari itu dan berkata: “Allah Maha Agung dari perkara mengangkat rasul dari golongan manusia seperti Muhammad” Lalu Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung menurunkan ayat {A kaana linnasi ‘ajaban ..}”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com