Surah Al-Haqqah : Ayat 19
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقْرَءُوا۟ كِتَٰبِيَهْ
"Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”."
Tafsir Ringkas Kemenag
19-20. Adapun orang yang kitab catatan amal-Nya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata kepada siapa yang ada di sekelilingnya dari hamba-hamba Allah yang taat untuk menunjukkan rasa syukurnya, 'ambillah, dan bacalah kitabku ini betapa sangat menyenangkan isinya. Sesungguhnya ketika di dunia aku yakin, bahwa suatu saat aku akan menerima perhitungan terhadap diriku. Ltulah sebabnya aku telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya. "19-20
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-24 Allah SWT memberitahukan tentang kebahagiaan orang-orang yang menerima kitab catatan amalnya dari sebelah kanannya pada hari kiamat dan kegembiraan mereka dengan hal itu, bahwa karena gembiranya dia berkata kepada setiap orang yang dia jumpai, sebagaimana firmanNya: ("Ambillah, bacalah kitabku (ini)”) yaitu ambillah dan bacalah kitabku ini, karena dia mengetahui bahwa apa yang terdapat di dalamnya adalah kebaikan, karena dia termasuk orang-orang yang keburukannya telah diganti Allah dengan kebaikan. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku yakin bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku (20)) yaitu sesungguhnya aku ketika di dunia meyakini bahwa hari ini pasti akan terjadi, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya) (Surah Al-Baqarah: 46) Allah SWT berfirman: (Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai (21)) yaitu diridhai (dalam surga yang tinggi (22)) yaitu, yang gedungnya tinggi-tinggi, bidadarinya cantik-cantik, tempat tinggal yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang abadi. Disebutkan dalam hadits shahih,”Sesungguhnya surga itu terdiri dari seratus tingkatan, dan jarak di antara masing-masing itu seperti jarak antara langit dan bumi” Adapun firman Allah: (Buah-buahannya dekat (23)) Al-Barra bin Azib, berkata bahwa itu adalah mudah dipetik oleh seseorang dari mereka, sekalipun dia berada di atas tempat tidurnya dalam keadaan berbaring. Demikian juga dikatakan oleh beberapa ulama’. Firman Allah SWT: ((kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu" (24)) yaitu hal itu dikatakan kepada mereka sebagai anugerah, kenikmatan dan kebaikan atas mereka. Sesungguhnya telah disebutkan dalam hadits shahih dari Rasulullah SAW bahwa beliau SAW bersabda:”"Beramallah, luruslah dan dekatkanlah diri kalian, dan ketahuilah bahwa seseorang dari kalian tidak akan dapat dimasukkan ke dalam surga oleh amal perbuatannya" Mereka bertanya,"Tidak juga engkau, ya Rasulullah" Rasulullah SAW menjawab, "Dan tidak pula aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepadaku"
Tafsir As-Sa'di
19-20. Mereka adalah orang-orang yang berbahagia. Catatan amal baik mereka diterima dengan tangan kanan sebagai suatu pengistimewaan bagi mereka dan sebagai pemberitahuan tingginya tingkatan mereka. Pada saat itu salah seorang dari mereka merasa senang dan gembira serta ingin dilihat oleh seluruh manusia atas kemuliaan yang diberikan Allah kepada mereka, “Ambillah, bacalah kitabku (ini),” maksudnya, ambillah kitabku ini dan bacalah. Karena Allah memberi kabar gembira berupa surga dengan berbagai kehormatan, ampunan dosa, dan ditutupinya aib-aib. Dan yang membuatku sampai pada kondisi ini adalah karena Allah memberiku karunia berupa keimanan terhadap Hari Kebangkitan, penghitungan amal baik, serta persiapan-persiapan amal baik untuk menghadapi hari kebangkitan dan penghisaban. Karena itu ia berkata, “Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. " maksudnya, aku yakin. ‘aldzonnu’ (dugaan) disini bermakna yakin.
Tafsir Al-Wajiz
19. Adapun orang yang menerima kitabnya (buku catatan amalnya) dengan tangan kanan, maka dia akan berkata dengan senang: “Ambillah dan bacalah kitabku”. Sungguh dia adalah orang yang berhasil. Ha’ pada {kitabiyah}, {Maliyah}, dan {sulthaniyah} adalah ha’ sakat, yaitu huruf yang disisipkan oleh bangsa Arab pada suatu kata saat mereka ingin diam setelah mengucapkannya