Surah Al-Hasyr : Ayat 19
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mengingatkan orang berimaan dengan berfirman, 'dan janganlah kamu, wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, tidak menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi manusia dalam kehidupan ini sehingga Allah menjadikan mereka, karena pola hidup mereka yang hanya mencari kepuasaan, kelezatan, dan kenikmatan duniawi tanpa mempertimbangkan kebutuhan hidup sesudah mati, manusia yang lupa akan diri sendiri, yakni manusia yang tercabut dari akar kemanusiaannya. Mereka itulah, manusia yang lupa kepada Allah dan lupa kepada diri sendiri adalah orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang bergelimang dosa dan perbuatan keji. '20. Manusia yang lupa kepada Allah hingga lupa terhadap diri sendiri adalah manusia yang bergelimang dosa dan akan menjadi penghuni neraka. Tidak sama para penghuni neraka, pola pikir, sikap dan perilakunya dengan para penghuni surga. Para penghuni surga itu adalah orang-orang beriman yang berusaha menyucikan jiwanya, mendekatkan diri kepada Allah, menjalani hidup dengan berbagi dan peduli. Mereka lah orang-orang yang memperoleh kemenangan mendapatkan surga karena keberhasilannya mengendalikan hawa nafsu dan tipu daya iblis dalam hidup dan kehidupan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 18-20 Perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT itu mencakup mengerjakan apa yang Dia perintahkan dan meninggalkan apa yang Dia larang. Firman Allah SWT: (dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)) yaitu hitunglah diri kalian sebelum kalian dihitung, dan perhatikanlah apa yang kalian tabung untuk diri kalian berupa amal shalih untuk hari kalian dikembalikan, yaitu kalian dihadapkan kepada Tuhan kalian (dan bertakwalah kepada Allah) penegasan yang kedua (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu, ketahuilah bahwa Allah mengetahui semua amal dan keadaan kalian, tidak ada sesuatupun dari kalian yang tersembunyi dariNya dan tidak ada sesuatu pun dari urusan mereka baik yang besar maupun yang kecil yang luput dariNya. Firman Allah SWT: (Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri) yaitu janganlah lupa dari mengingat Allah, yang akan membuat kalian lupa kepada amal shalih bagi diri kalian pada hari kebangkitan, karena sesungguhnya pembalasan itu sesuai dengan jenis perbuatannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Mereka itulah orang-orang yang fasik) yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, yang akan binasa pada hari kiamat dan merugi di hari mereka dikembalikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi (9)) (Surah Al-Munafiqun) Firman Allah SWT: (Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga) yaitu antara mereka dan mereka tidaklah sama menurut hukum Allah SWT pada hari kiamat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu (21)) (Surah Al-Jatsiyah) dan (Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran (59)) (Surah Ghafir) serta (Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (28)) (Surah Shad) dan dalam ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa Allah memuliakan orang-orang yang berbuat kebaikan dan menghina orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman di sini: (penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung) yaitu orang-orang yang selamat dari azab Allah SWT
Tafsir As-Sa'di
19. Adalah benar-benar terhalang dari rahmat Allah jika ada orang yang melalaikan hal ini dan menyerupai orang-orang yang melalaikan Allah. Mereka lalai untuk mengingat Allah, tidak menunaikan hak-hak Allah dan hanya menuruti bagian serta kemauan diri sendiri. Mereka tidak akan berhasil dan tidak akan mendapatkannya, selamanya. Sebaliknya, Allah membuat mereka lalai pada kepentingan diri sendiri serta membuat mereka lalai dari manfaat-manfaatnya sehingga urusan mereka menjadi sia-sia dan merugi di dua alam; dunia dan akhirat. Mereka juga benar-benar tertipu yang tidak mungkin lagi bisa ditanggulangi dan ditutupi kerugiannya, karena mereka adalah “orang-orang yang fasik,” yang keluar dari jalur ketaatan terhadap Rabb dan tenggelam dalam maksiat.
Tafsir Al-Wajiz
19. Wahai orang mukmin, kalian jangan seperti orang-orang yang meninggalkan perintah dan hak Allah. Mereka tidak melakukan ketaatan dan disibukkan dengan dengan dunia. Maka Allah menghukum mereka dengan menjadikan mereka lupa kepada hak jiwa mereka. Mereka tidak mengerjakan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi mereka di akhirat. Merekalah orang-orang yang benar-benar telah keluar dari ketaatan kepada Allah