Surah An-Nur : Ayat 19
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
Tafsir Ringkas Kemenag
-20. Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar akibat kedurhakaan kamu, tetapi bencana itu tidak segera Allah jatuhkan karena dia memberi kamu kesempatan untuk bertobat. Sungguh, Allah maha penyantun dengan menangguhkan siksa-Nya, maha penyayang kepada orang-orang yang beriman, utamanya di akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Hal ini merupakan pelajaran yang ketiga kepada orang yang mendengar suatu perkataan yang buruk, lalu pikirannya menanggapinya dan ingin membicarakannya. Maka janganlah banyak membicarakannya, menyiarkan dan menyebarkannya. Karena sungguh Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih) yaitu mereka memilih untuk perkataan keji itu tersiar (bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat) yaitu hukuman had, sedangkan di akhirat ditimpa azab yang pedih (Dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui) yaitu, kembalikanlah segala perkaranya kepada Allah, niscaya kalian akan dibimbing. Diriwayatkan dari Tsauban, dari Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian menyakiti dan mencela hamba-hamba Allah, serta janganlah mencari-cari aib mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan membukakan aibnya hingga mempermalukannya di dalam rumahnya”
Tafsir As-Sa'di
19 “sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar,” yaitu perkara yang keji lagi buruk, lalu mereka menyukai kejelekan lebih menyabar “di kalangan orang-orang yang beriman, maka mereka mendapatkan azab yang pedih,” yaitu, azab yang memedihkan hati, dan badan, lanatran tipuan mereka terhadap saudaranya sesama kaum muslimin, gembira dengan keburukan yang menimpa mereka dan lancang menodai kehormatan mereka. Bilamana ancaman ini ditunjukkan hanya atas perasaan senang agar kekejian tersebar dan menikmatinya dengan hati mereka, lalu bagaimana (hukumannya) atas perbuatan yang lebih parah dari itu, dengan memunculkan dan menyebarkannya? Sama saja, apakah kekejian itu terjadi ataupun tidak terjadi. Semua ini berasal dari rahmat Allah untuk para hambaNya yang beriman, menjaga kehormatan-kehormatan mereka, sebagaimana Allah telah menjaga harta dan darah mereka, menyuruh mereka untuk menjalin solidaritas, agar salah seorang diantara mereka mencintai kebaikan untuk saudaranya yang dia sukai bagi dirinya, serta membenci keburukan untuk saudaranya yang dia benci buat dirinya. “dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” oleh karena itu, Allah memberitahu kalian dan menerangkan kepada kalian dengan apa yang kalian tidak ketahui.
Tafsir Al-Wajiz
19. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita perbuatan yang amat keji itu yaitu zina, tersiar di kalangan orang-orang yang beriman yang selalu menjaga diri, maka bagi mereka azab yang pedih di dunia dengan didera dan di akhirat dengan azab neraka. Allah Maha mengetahui atas apa yang tersembunyi dan juga yang tampak, sedang kamu tidak mengetahui