Surah Al-Hajj : Ayat 19
۞ هَٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ

"Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka."

Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat 17 surah al-'ajj disebutkan enam golongan manusia, orang beriman, yahudi, nasrani, sabiin, majusi, dan orang-orang musyrik. Mereka sebenarnya terbagi dua. Inilah dua golongan, mukmin dan kafir, yang bertengkar tentang keyakinan. Mereka bertengkar mengenai tuhan mereka. Maka bagi orang kafir yang menolak prinsip tauhid dari lima golongan di atas, akan dibuatkan untuk mereka di akhirat pa-kaian-pakaian dari api neraka yang membalut tubuh mereka. Selain itu, ke atas kepala mereka di dalam neraka itu akan disiramkan air yang mendidih hingga tubuh mereka terkelupas. 20-21. Dengan air mendidih yang disiramkan ke atas kepala orang-orang kafir itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka; kemudian setiap kulit mereka hancur, maka Allah memperbaruinya agar mereka terus merasakan azab Allah. Dan juga azab untuk mereka adalah cambuk-cambuk dari besi untuk memukuli mereka hingga hancur luluh.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 19-22 Diriwayatkan dari Abu Dzar, bahwa dia pernah bersumpah tentang ayat ini: (Inilah dua golongan yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka) ayat ini diturunkan tentang Hamzah dan kedua temannya, serta Atabah dan kedua temannya saat mereka perang dalam Perang Badar. Pendapat Imam Bukhari dalam tafsir ayat ini, Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang ayat ini, bahwa ayat ini merupakan perumpamaan pertengkaran orang kafir dan orang mukmin tentang hari kebangkitan. Pendapat Mujahid dan ‘Atha’ bahwa maknanya adalah kedua golongan yang bertengkar itu adalah orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Pendapat itu mencakup semuanya. Termasuk di dalamnya kisah dengan Perang Badar dan perang lainnya, karena sesungguh­nya orang-orang mukmin bermaksud menolong agama Allah SWT, sedangkan orang-orang kafir bermaksud memadamkan cahaya keimanan, mengalahkan kebenaran, dan memenangkan kebathilan. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir, dan ini merupakan pendapat yang baik. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka) yaitu, dibuatkan bagi mereka pakaian yang terdiri atas lembaran-lembaran api neraka. (Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka (19) Dengan air itu dihancurkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka) (20)) yaitu ketika disiramkan air yang sangat panas ke atas kepala mereka yaitu air yang sangat panas sekali. (Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi) yaitu mereka dipukul dengan itu Firman Allah: (Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya) Diriwayatkan dari Salman, dia berkata,”Neraka itu hitam dan gelap, tidak bersinar nyalanya, dan tidak pula baranya. Kemudian dia membaca firmanNya: (Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya) Firman Allah: (Rasakanlah azab yang membakar ini) sebagaimana firmanNya: (Dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kalian mendustakannya") (Surah As-Sajdah: 20) Makna yang dimaksud adalah mereka dihinakan dengan azab dalam ucapan dan tindakan.
Tafsir As-Sa'di
19-22. Setelah itu Allah menjelaskan penetapan keputusan ini dengan berfirman, “Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka.” Setiap pihak mengklaim berada di atas jalan kebenaran. “Maka orang kafir.”lafazh ini meliputi setiap orang kafir dari bangsa Yahudi, Nasrani, Majusi, Shabi’in dan kaum musyrikin “akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka,” maksudnya dibuatkan baju bagi mereka yang terbuat dari cairan ter, dinyalakan api padanya, supaya siksaan mengenai mereka secara merata dari semua sisi. “Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka,” yaitu air yang sangat panas sekali. “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka),” seperti daging, lemak serta usus-usus, karena dahsyatnya panas dan kengerian peristiwanya. “Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi,” yang berada di tangan para malaikat yang kasar lagi keras. Para malaikat memukuli dan menghantam mereka dengannya. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. Sehingga siksaan tidak diredakan dari mereka, dan mereka tidak mendapatkan tempo. Dikatakan kepada mereka sebagai pencelaan “Rasakanlah azab yang membakar ini,” yakni siksaan yang akan membakar hati dan tubuh-tubuh mereka.
Tafsir Al-Wajiz
19. Inilah dua golongan yaitu golongan mukmin dan golongan kafir yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka atau tentang agama. Mana yang disebut kebenaran dan mana yang disebut kebatilan, serta hal yang berkaitan dengan sekutu Tuhan dan anak Tuhan. Serta dianggap memiliki anak dan juru selamat. Maka orang kafir yang mengingkari Allah dan rasul-Nya akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Ayat ini turun untuk dua kelompok yang sedang berperang di perang Badr yaitu Hamzah, Ubaidah, dan Ali dengan Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com