Surah Ar-Ra'd : Ayat 19
۞ أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Usai menjelaskan balasan bagi manusia yang memenuhi dan yang abai atas seruan-seruan-Nya, Allah lalu membandingkan antara orang yang mengetahui kebenaran dengan yang tidak. Bila dibandingkan, maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa (Al-Qur'an) yang diturunkan tuhan kepadamu itu adalah kebenaran, lalu dia beriman kepadanya, sama dengan orang yang buta mata hatinya dan enggan beriman kepadanya' tentu tidak sama. Hanya orang berakal saja'yang biasa Al-Qur'an sebut dengan ulul albab'yang dapat memahami perbandingan tersebut dan mengambil pelajaran darinya. Ulul albab yaitu orang yang senantiasa memenuhi janji dengan sesama manusia yang dikukuhkan dengan nama Allah dan tidak melanggar perjanjian tersebut, .
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman,Tidaklah sama orang yang meyakini bahwa apa (yang diturunkan kepadamu) wahai Muhammad (dari Tuhanmu) adalah kebenaran yang tidak ada keraguan, kebimbangan, kebingungan, dan pertentangan di dalamnya. Bahkan semua itu adalah kebenaran, yang sebagian darinya membenarkan sebagian lain. Tidak ada sesuatu pun darinya yang bertentangan dengan lain. Semua beritanya adalah kebenaran. Semua perintah dan larangannya itu adil, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil) (Surah Al-An'am: 115) yaitu, benar beritanya dan adil perintahnya. Maka tidaklah sama orang yang mengakui kebenaran dari apa yang kamu sampaikan, wahai Muhammad, dengan orang yang buta tidak mendapatkan petunjuk baginya menuju kebaikan dan tidak pula memahaminya. Seandainya dia memahaminya, maka dia tidak akan tunduk, membenarkan, dan mengikutinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (20)) (Surah Al-Hasyr) Allah berfirman dalam ayat ini: (Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?) yaitu, apakah orang yang demikian itu sama dengan orang itu? maka tidak sama. Firman Allah: (Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran) yaitu sesungguhnya orang yang mengambil pelajaran dan nasehat serta memikirkannya hanyalah orang-orang yang berakal sehat. Semoga Allah menjadikan kita di antara golongan mereka dengan karunia dan kemurahanNya
Tafsir As-Sa'di
19-20. Allah berfirman untuk membedakan antara orang-orang yang berilmu dan mengamalkannya dengan orang yang tidak demikian adanya, “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar,” lalu dia memahami dan mengamalkannya “sama dengan orang yang buta,” yang tidak mengetahui kebenaran sehingga tidak mengamalkannya? Perbedaan antara keduanya bak perbedaan antara langit dan bumi. Oleh karenanya, sudah semestinya seorang hamba mengingat dan berpikir, siapakah di antara dua macam orang itu yang paling bagus kondisinya dan terbaik penghujung kehidupannya, sehingga jalannya diikuti dan dititi di belakang golongannya. Namun, tidak setiap orang mengingat-ingat hal yang bermanfaat dan berbahaya baginya. “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,” yaitu orang-orang yang mempunyai akal yang matang dan pemikiran yang sempurna, yang merupakan unsur penting alam semesta dan keturunan Adam yang terpilih. Jika engkau menanyakan tentang karakteristik mereka, maka engkau tidak akan menumpai sifat yang lebih baik dari sebutan Allah bagi mereka dengan FirmanNya, “orang-orang yang memenuhi janji Allah,” yang telah Allah amanatkan kepada mereka dan mengikat mereka dengan janji itu, berupa pelaksanaan hak-hakNya secara sempurna lagi komplet. Yang dimaksud dengan menepatinya ialah memenuhi hak-haknya dalam bentuk menyempurnakan dan bersikap tulus terhadapnya. Dan termasuk indikasi pemenuhan hak tersebut, bahwa mereka “tidak merusak perjanjian,” perjanjian yang telah mereka tetapkan sendiri dengan Allah. Seluruh akad, perjanjian, sumpah dan nadzar yang telah diikrarkan seseorang masuk ke dalamnya. Seseorang tidak termasuk dalam kategori ‘ulul albab’ (orang-orang yang berakal) yang mendapatkan pahala kecuali dengan melaksanakannya secara utuh, tidak membatalkan dan menguranginya.
Tafsir Al-Wajiz
19. Apakah orang yang mengetahui lantas bisa beriman dan menerima seperti Hamzah? Mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan Tuhanmu kepada rasul-Nya itu benar-benar haq dan benar sama seoerti mereka yang tidak mengetahui layaknya Abu Jahal? Bahkan dia adalah orang yang hati dan mata batinnya buta juga tidak beriman. Keduanya tidaklah sama, hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran

Sumber tafsir dari tafsirweb.com