Surah Ali Imran : Ayat 189
وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

"kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan milik Allah-lah seluruh kerajaan langit dan bumi dengan segala isinya, dan Allah mahakuasa atas segala sesuatu terhadap ciptaan-Nya dengan memberinya kehidupan dan rezeki, mengatur, mematikan, membalas, dan menghitung setiap amal perbuatan manusia. Setelah menjelaskan keburukan-keburukan orang yahudi dan menegaskan bahwa langit dan bumi milik Allah, pada ayat ini Allah menganjurkan untuk mengenal keagungan, kemuliaan, dan kebesarannya. Sesungguhnya dalam penciptaan benda-benda angkasa, matahari, bulan, beserta planet-planet lainnya dan gugusan bintang-bintang yang terdapat di langit dan perputaran bumi pada porosnya yang terhampar luas untuk manusia, dan pergantian malam dan siang, pada semua fenomena alam tersebut terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal yakni orang yang memiliki akal murni yang tidak diselubungi oleh kabut ide yang dapat melahirkan kerancuan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 187-189 Ini adalah teguran dan ancaman bagi Ahli Kitab yang mana Allah telah mengikat perjanjian dengan mereka melalui lisan para nabi agar mereka beriman kepada nabi Muhammad SAW dan mengumumkan kehadirannya di antara manusia, agar mereka siap mengikuti perintahnya. Tapi, ketika Allah mengutusnya agar mereka mengikutinya, mereka malah menyembunyikan hal tersebut dan mengganti apa yang mereka janjikan berupa kebaikan di dunia dan akhirat dengan hal rendah yang sepele, dan keuntungan dunia yang remeh. Seburuk-buruk kesepakatan yang mereka lakukan, dan seburuk-buruk pertukaran yang mereka lakukan. Dalam hal ini, terdapat peringatan bagi para ulama dari mengikuti jejak mereka, sehingga membuat mereka ditimpa sesuatu yang telah menimpa Ahli Kitab, dan agar mereka berusaha keras untuk menyebarkan apa yang ada pada mereka berupa ilmu yang bermanfaat yang menunjukkan kepada amal yang baik, dan tidak menyembunyikan sedikitpun dari hal itu. Hal iti terdapat pada hadits yang diriwayatkan melalui beberapa jalur dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda “Barangsiapa yang ditanya tentang ilmu dan menyembunyikannya, dia akan diikat dengan pelana api di hari kiamat” Firman Allah: (Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa) yaitu dengan hal itu, yaitu orang-orang yang melebih-lebihkan sesuatu yang bukan diberikan untuk mereka. Firman Allah: (janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa) dibaca dengan huruf “ta’ mukhathabah” yang menunjukkan bentuk mufrad, dan dengan huruf “ta’” untuk memberi berita tentang mereka, yaitu Janganlah mereka mengira bahwa mereka akan selamat dari azab, sebaliknya azab itu pasti menimpa mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman (dan bagi mereka siksa yang pedih) Kemudian Allah SWT berfirman: (kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu (189)) yaitu bahwa Dialah Pemilik segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada satupun yang bisa melemahkanNya, Jadi takutlah kepada Allah, janganlah menentangNya, dan hindarilah kemurkaan dan azabNya. Karena Dialah Dzat yang Maha Agung, tidak ada yang lebih agung dariNya, lagi Maha Kuasa, tidak ada yang lebih kuasa dariNya."
Tafsir As-Sa'di
189. Maksudnya, Dia-lah Pemilik langit dan bumi dan sesuatu yang ada pada keduanya berupa seluruh macam makhluk, Yang bertindak pada mereka dengan kesempurnaan kuasa dan keindahan ciptaan, dan Dia tidak terhalang oleh seseorang pun dari mereka, dan tidak ada seorang pun yang melemahkanNya.
Tafsir Al-Wajiz
189. Dan Allah adalah Dzat yang Maha Merajai seluruh langit dan bumi, Dia mengatur segala isinya sesuai kehendakNya. Dan Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com