Surah Al-Baqarah : Ayat 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan apabila hamba-hamba-ku bertanya kepadamu, nabi Muhammad, tentang aku karena rasa ingin tahu tentang segala sesuatu di sekitar kehidupannya, termasuk rasa ingin tahu tentang tuhan, maka jawablah bahwa sesungguhnya aku sangat dekat dengan manusia. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa dengan ikhlas apabila dia berdoa kepadaku dengan tidak menyekutukan-ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-ku yang ditetapkan di dalam Al-Qur'an dan diperinci oleh rasulullah, dan beriman kepada-ku dengan kukuh agar mereka memperoleh kebenaran atau bimbingan dari Allah. Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa untuk bercampur dengan istrimu. Semula hanya dihalalkan makan, minum, dan mencampuri istri hingga salat isya atau tidur. Setelah bangun tidur semuanya diharamkan. Umar bin khattab pernah mencampuri istrinya sesudah salat isya. Beliau sangat menyesal dan menyampaikannya kepada rasulullah, maka turunlah ayat ini yang memberikan keringanan. Mereka adalah pakaian bagimu yang melindungi kamu dari zina, dan kamu adalah pakaian bagi mereka yang melindungi mereka dari berbagai masalah sosial. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri untuk tidak berhubungan dengan istri pada malam bulan ramadan, tetapi dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu karena kamu menyesal dan bertobat kepada-Nya. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu dengan mengharapkan keturunan yang baik. Makan dan minumlah dengan tidak berlebihan hingga jelas bagimu perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar, untuk memulai puasa. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam yang ditandai dengan terbenamnya matahari. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beriktikaf dalam masjid pada malam hari ramadan. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya, yakni istri ketika beriktikaf, apalagi berhubungan intim. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa, menjaga dan mengendalikan diri dengan penuh kesadaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari, dia berkata: Kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu peperangan. Kami tidak naik ke tempat yang tinggi atau turun ke lembah kecuali kami meningikan suara kami dengan kalimat takbir. Beliau mendekat kepada kami, lalu bersabda: “Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian! Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sesungguhnya Dzat yang kalian berdoa kepadaNya itu lebih dekat dari salah satu diantara kamu dari punuk kendaraannya.. Wahai Abdullah bin Qais, bolehkah aku ajarkan kepadamu satu kalimat dari harta karun Surga? “La haula wa laa quwwata illa billahil” Diriwayatkan dari Anas: Nabi SAW bersabda: “Allah SAWT berfirman: “Aku sesuai sangkaan hambaKu, dan Aku bersamanya ketika dia berdoa kepadaKu.' Diriwayatkan dari Karimah binti Hushas Al-Muzaniyah, dia berkata: Abu Hurairah telah mengabarkan kepada kami bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah SAW berfirman: “Aku bersama hambaKu selama dia mengingatKu dan bibirnya bergerak dengan menyebut namaKu" Saya berkata: Ini seperti firman Allah SWT: (Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan (128))
Tafsir As-Sa'di
186. Ayat ini adalah jawaban dari suatu pertanyaan. Beberapa sahabat nabi bertanya kepada beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah apakah rabb kami itu dekat hingga kami membersihkannya atau Dia jauh hingga kami menyeruNya?” kemudian turunlah ayat, “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat,” Karena sesungguhnya Allah Maha mengawasi, maha melihat dan mengetahui apa yang tersembunyi dan dirahasiakan, Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati dan Dia sangat dekat dari orang yang berdoa kepadaNya dengan mengabulkannya. Oleh karena itu Dia berfirman, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepadaKu.” Berdoa itu ada dua macam, doa ibadah dan doa permohonan. Kedekatan dari Allah juga dua macam; kedekatan dengan ilmuNya dari setiap makhlukNya, dan kedekatan dari orang-orang yang beribadah kepadaNya dan orang yang berdoa kepadanya dengan mengabulkan doa, menolong, dan memberi Taufik. Barang siapa yang berdoa kepada rabbnya dengan hati yang hadir dan doa yang disyariatkan, lalu tidak ada suatu hal yang menghalanginya dari terkabulnya doa, seperti makanan haram dan sebagainya, maka sesungguhnya Allah telah menjadikan baginya doa yang terkabul, khususnya bila dia mengerjakan sebab sebab terkabulnya doa, yaitu kepasrahan kepada Allah dengan ketaatan kepada perintah perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, baik dalam perkataan maupun perbuatan, beriman kepadaNya yang mengharuskan timbulnya penerimaan tersebut, oleh karena itu Allah berfirman, “Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran,” maksudnya, mereka akan mendapatkan jalan yang lurus yaitu Hidayah kepada keimanan dan amal shalih, hilang darinya kedholiman yang menghilangkan keimanan dan amal shalih, dan juga karena beriman kepada Allah dan memenuhi perintahNya merupakan sebab mendapatkan ilmu, sebagaimana Allah berfirman : "Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar" QS al-anfal ayat 29
Tafsir Al-Wajiz
186. Wahai rasul, jika hamba-hambaKu bertanya tentangKu kepadamu, maka katakanlah kepada mereka: “Sesungguhnya Allah itu sangat dekat dengan kalian, sehingga tidak ada penghalang antara Dia dengan kelian. Dia mengabulkan doanya orang-orang yang berdoa, maka selayaknya mereka menunaikan permintaanNya dengan ikhlas, mengerjakan perintahNya berupa keimanan dan amal shalih, dan mempercayai tentang kedekatan Allah dengan mereka, dan pengabulanNya atas doa-doa mereka, supaya mereka mendapat petunjuk kepada kebaikan dunia dan akhirat” Dan sebab turunnya ayat ini sebagaimana yang disebutkan oleh Ath-Thabari dari Muawiyah bin Haidah yang berkata: “Telah datang kepada Nabi SAW seorang Baduwi dan bertanya: “Apakah Tuhan kami itu dekat sehingga kami bisa berbisik kepadaNya ataukah jauh sehingga kami akan menyeruNya?” Nabi terdiam, kemudian turunlah ayat ini”

Sumber tafsir dari tafsirweb.com