Surah Asy-Syura : Ayat 18
يَسْتَعْجِلُ بِهَا ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا ٱلْحَقُّ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُمَارُونَ فِى ٱلسَّاعَةِ لَفِى ضَلَٰلٍۭ بَعِيدٍ
"Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh."
Tafsir Ringkas Kemenag
Orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari kiamat meminta de-ngan mengolok-olok agar hari itu segera terjadi jika memang betul ada dan akan datang, sedangkan orang-orang yang beriman kepada keniscayaan adanya hari akhir itu merasa takut kepadanya karena aneka ragam siksanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah akan terjadi dan kedatangannya merupakan satu hal yang pasti. Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu dan meragukan kedatangannya benar-benar telah tersesat jauh dari kebenaran. 19. Ayat ini menggambarkan beberapa sifat Allah. Sifat-sifat itu adalah bahwa Allah mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya dengan melimpahkan banyak rahmat dan kebaikan kepada mereka dengan sangat mudah; dia memberi rezeki, yakni berbagai anugerah kenikmatan kepada siapa yang dia kehendaki tanpa diskriminasi sesuai dengan upaya dan kemaslahatan mereka tanpa dia memperhitungkan sejauh mana kebaikan hamba itu terhadap-Nya dan dia mahakuat terhadap segala anugerah-Nya sehingga tidak ada yang dapat menahan pemberian-Nya, mahaperkasa terhadap segala keinginannya sehingga tidak ada yang dapat menghalanginya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-18 Allah SWT berfirman seraya mengancam orang-orang yang menghalangi orang yang beriman dari jalan Allah. (Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima) yaitu mereka membantah orang-orang mukmin yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya, agar bisa menghalangi mereka dari jalan petunjuk (Maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka) yang bathil di sisi Allah (mereka mendapat kemurkaan) dariNya (dan bagi mereka azab yang keras) pada hari kiamat. Mujahid berkata bahwa mereka mendebat orang-orang mukmin setelah orang-orang mukmin memenuhi seruan Allah dan rasulNya, untuk menghalangi mereka dari jalan petunjuk dan menginginkan agar orang-orang mukmin itu kembali ke jalan Jahiliyah. Qatadah berkata bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Mereka berkata kepada orang-orang mukmin, "Agama kami lebih baik daripada agama kalian, dan nabi kami ada sebelum nabi kalian. Maka kami lebih baik daripada kalian dan lebih diutamakan oleh Allah daripada kalian" Padahal mereka berdusta dalam hal itu. Kemudian Allah berfirman: (Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran) yaitu kitab-kitab yang diturunkan dari sisiNya kepada para nabiNya (dan (menurunkan) neraca (keadilan)) yaitu keadilan. Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Ini sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan) (Surah Al-Hadid: 25) dan firman Allah: (Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7) Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu (8) Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9)) (SUrah Ar-Rahman) Firman Allah: (Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?) Di dalamnya terkandung anjuran, peringatan, dan berzuhud di dunia. Firman Allah: (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan) Mereka berkata ( "Bilakah janji hari kiamat itu? Jika kamu memang orang-orang yang benar") (Surah Saba’: 29) Dan sesungguhnya mereka mengatakan demikian hanya karena mendustakannya, menganggap mustahil kejadiannya, kafir, dan mengingkarinya (Dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya) yaitu khawatir dan takut terhadap kejadiannya (dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar) yaitu pasti terjadi, jadi mereka bersiap untuk menyambutnya dengan melakukan amal shalih sebagai bekalnya. Firman Allah SWT: (Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah pentang terjadinya kiamat itu) yaitu mereka membantah tentang keberadaannya dan menganggap mustahil kejadiannya (benar-benar dalam kesesatan yang jauh) yaitu di dalam kebodohan yang nyata, karena sesungguhnya Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi mampu menghidupkan kembali orang-orang mati dan itu lebih mudah. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikannya (menghidupkannya) kembali, dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagi-Nya) (Surah Ar-Rum: 27)
Tafsir As-Sa'di
18. “Orang-orang yang tidak beriman kepada Hari KIamat meminta supaya hari itu segera didatangkan,” sebagai sikap keras kepala dan mendustakan serta menentang Allah. “Dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya,” maksudnya, mereka takut karena mereka beriman kepadanya dank arena mereka mengetahui apa-apa yang ada pada Hari KIamat itu, seperti pembalasan terhadap amal perbuatan, dan takutnya mereka karena mereka mengenal Allah, mereka khawatir kalau amal-amal perbuatan mereka tidak bisa menyelamatkan mereka dan tidak bisa membahagiakan. Maka dari itu Allah berfirman, “Dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar,” yang taka da keraguan padanya dan tidak ada pula kebimbangan. “Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah terhadap terjadinya kiamat,” setelah mereka meragukannya, mereka membantah para rasul dan para pengikutnya karena mereka membenarkannya. Maka mereka benar-benar dalam sikap menyelisihi “yang jauh”. Artinya, suatu sikap menentang dan sikap membantah yang sama sekali tidak dekat kepada kebenaran, bahkan sangat-sangat jauh dari kebenaran. Dan sikap jauh yang manayang lebih jauh daripada orang yang mendustakan negeri yang merupakan negeri yang sesungguhnya?! Yaitunegeri yang di ciptakan untuk keabadian dan kekekalan, yaitu negeri pembalasan yang di situ Allah menampakan keadilan dan karuniaNya. Dan sesungguhnya negeri dunia ini bila di bandingkan dengan negeri akhirat adalah seperti seorang pengendara yang beristirahat di siang hari di bawah naungan pohon, kemudian ia meneruskan perjalan dan meninggalkanya. Bukan tempat untuk selama-lamanya. Mereka hanya membernarkan negeri yang akan sirnadan fana ini yang bisa mereka lihat dan mereka saksikan saja, dan mereka mendustakan negeri akhirat yang sangat banyak sekali inpormasi tentangnya yang di sampaikan oleh Kitab-kitab suci ilahi, oleh para rasul dan para pengikutnya, yang mana mereka adalah manusia yang paling sempurna akalnya, paling dalam ilmunya, dan paling tinggi kecerdasanyadan pemahamnya.
Tafsir Al-Wajiz
18. Sebagai wujud ejekan, Orang-orang yang mengingkari kiamat itu minta agar waktu kiamat itu dipercepat. Sedangkan orang-orang yang mengimaninya, mereka takut akan kedatangannya. Mereka juga tahu, bahwa kiamat itu pasti terjadi dan tidak ada keraguan di dalamnya. Ingatlah (berfungsi sebagai peringatan bagi pendengar yang ada pada kalimat setelahnya) sesungguhnya orang-orang yang membantah dan mengingkari adanya kiamat itu tersesat (menyimpang) dari jalan kebenaran dan petunjuk, serta jauh dari kebenaran