Surah Az-Zumar : Ayat 18
ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
"yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal."
Tafsir Ringkas Kemenag
17-18. Demikianlah azab yang Allah janjikan bagi orang musyrik. Dan adapun orang-orang yang menjauhi tagut'yaitu setan dan apa saja yang dipertuhankan'serta tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira berupa ampunan dan surga dari Allah. Sebab itu, sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-ku, yaitu mereka yang mendengarkan perkataan, yakni ajaran Al-Qur'an maupun hadis, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya karena wahyu Allah adalah perkataan yang terbaik. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai pikiran sehat dan tidak diliputi kekeruhan. 19-20. Tugas rasul tidak lebih dari sekadar menyampaikan dakwah kepada umatnya. Hanya Allahlah yang memberi hidayah kepada yang dia kehendaki. Maka apakah orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab karena kekafiran mereka; apakah engkau akan mampu menye-lamatkan orang yang dipastikan berada dalam api neraka' tentu tidak mampu. Tetapi, orang-orang yang bertakwa kepada tuhannya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, mereka mendapat kamar-kamar di surga yang di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun bertingkat-tingkat, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan aneka rasa dan warna (lihat pula: surah mu'ammad/47: 15). Itulah janji Allah yang sebenar-benarnya. Allah tidak akan pernah memungkiri janji-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 17-18 Abdurrahman bin Zaid bin Aslam meriwayatkan dari ayahnya tentang firmanNya: (Dan orang-orang yang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya) Ayat ini diturunkan tentang Zaid bin Amr bin Nufail, Abu Dzar, dan Salman Al-Farisi. Pendapat yang benar adalah bahwa ayat ini mencakup mereka dan orang-orang selain mereka dari kalangan orang-orang yang menjauhi penyembahan berhala dan menyembah Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka mereka adalah orang-orang yang mendapat berita gembira dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kemudian Allah SWT berfirman: (sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hambaKu (17) yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya) yaitu mereka memahaminya dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, sebagaimana firmanNya kepada nabi Musa ketika Dia memberinya kitab Taurat: (Berpegang teguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya) (Surah Al-A'raf: 145) (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk) yaitu, orang-orang yang digambarkan dengan sifat ini adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah di dunia dan akhirat (dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal) yaitu mempunyai akal yang sehat dan fitrah yang lurus
Tafsir As-Sa'di
18. Setelah Allah mengabarkan bahwa untuk mereka adalah berita gembira, maka Allah memerintah Nabi untuk menyampaikan berita gembira ini kepada mereka dan Dia sebutkan juga karakter (sifat) yang karenanya mereka berhak mendapat berita gembira, seraya berfirman, “Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hambaKu, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.” Ini adalah kata jenis (nama umum) yang mencakup segala perkataan. Jadi mereka mendengarkan dengan baik segala jenis perkataan untuk dibeda-bedakan mana yang layak didahulukan dan mana yang layak ditinggalkan. Maka dari itu, termasuk ketegasan dan kecerdasan akal mereka adalah, mereka mengikuti yang terbaik darinya, dan yang paling baik secara mutlak adalah kalamullah (Firman Allah) dan sabda Rasulullah, sebagaimana yang dikatakan oleh Allah di dalam surat ini, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (Az-Zumar:23). Pada ayat ini ada satu poin penting, yaitu bahwa setelah Allah memberitahu tentang orang-orang yang dipuji, bahwa mereka mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya maka seakan-akan ada suatu pertanyaan: apakah termasuk jalan (cara) untuk bisa mengetahui perkataan yang terbaik itu adalah kita harus berkarakter seperti karakter-karakter orang-orang yang berakal, dan kita harus mengetahui bahwa siapa saja yang mengutamakan perkataan yang terbaik itu kita yakini bahwa dia adalah termasuk orang-orang yang berakal? Jawabannya: Ya! Yang terbaik adalah apa yang telah ditegaskan oleh Allah dalam FirmanNya, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” (Az-Zumar:23). Merekalah orang-orang, “yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah” menuju akhlak dan amal yang paling mulia, “dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” Artinya, akal yang suci, yang di antara isi dan sikap tegasnya adalah mereka dapat mengetahui yang baik dari yang lainnya dan mereka lebih mengutamakan apa yang pantas diutamakan atas apa yang tidak pantas. Inilah tanda (orang) berakal. Bahkan sebenarnya tidak ada tanda (ciri) bagi akal selain itu. Maka sesungguhnya orang yang tidak bisa membedakan antara perkataan-perkataan yang baik dan buruk, tidak termasuk orang yang mempunyai akal sehat, atau nafsu syahwatnya sehingga akalnya tetap mengikuti syahwatnya sehingga tidak mengutamakan yang terbaik, maka orang itu berarti kurang berakal.
Tafsir Al-Wajiz
18. Mereka ialah orang-orang yang mendengarkan wahyu yang disampaikan dari Al Qur’an dan Sunnah, maka ikutilah kebaikan dari apa yang disampaikan pada kalian, mereka yang banyak melakukannya mendapat pahala, ialah orang yang diberikan taufiq oleh Allah di agama, dan merekalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang tajam. Jabir berkata: ketika ayat ini turun: (surga (itu) memiliki 7 pintu) al hijr 15/44. Seorang laki-laki anshar mendatangi Nabi dan bertanya: wahai Rasul, aku memiliki 7 kerajaan, dan setiap pintu ada kerajaan-kerajaan, kemudian turunlah ayat: (sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada HambaKu..)