Surah Al-Ankabut : Ayat 18
وَإِن تُكَذِّبُوا۟ فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

"Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan jika kamu orang-orang kafir terus-menerus mendustakan ajaran Allah yang disampaikan oleh rasul Muhammad, maka ketahuilah, sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan para rasul. Tetapi mereka tidak dapat memberi mudarat kepada rasul-rasul itu, bahkan sebenarnya mereka membuat kemudaratan kepada diri mereka sendiri, yaitu ketika mereka dihancurkan oleh Allah karena pendustaan mereka itu. Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan agama Allah kepada kaumnya dengan uraian serta praktek dan contoh pengamalan tuntunan Allah yang jelas dan dengan cara seterang-terangnya. '19. Dan apakah mereka lengah sehingga tidak memperhatikan bagaimana Allah senantiasa memulai penciptaan semua makhluk, termasuk manusia, dari tiada. Setelah Allah menciptakan mereka kemudian dia meng-ulanginya kembali setelah hancur dan binasa dengan mengembalikan penciptaan itu seperti semula. Sungguh, mengembalikan penciptaan yang demikian itu sangatlah mudah bagi Allah. Jika demikian, bagaimana mereka mengingkari pengembalian manusia hidup kembali kelak di hari kemudian'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-18 Allah SWT memberitahukan tentang hamba, rasul, dan kekasihnya, yaitu nabi Ibrahim, imam orang-orang yang lurus, bahwa dia menyeru kaumnya untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, mengikhlaskan diri hanya kepadaNya dalam bertakwa, mencari rezeki hanya dariNya, tidak ada sekutu bagiNya, dan mengesakanNya dalam bersyukur, karena sesungguhnya hanya kepadaNyalah rasa syukur diberikan atas semua nikmat, tidak ada yang berhak menerimanya selain Dia. Jadi nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya: (Sembahlah Allah olehmu dan bertakwalah kepadaNya) yaitu, ikhlaslah dalam beribadah dan takut hanya kepadaNya (Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui) yaitu jika kalian melakukan hal itu, maka kalian akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat, dan kejahatan akan terhindar dari kalian di dunia dan akhirat. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat memberikan mudharat dan manfaat. Berhala-berhala itu tidak lain hanyalah buat-buatan kalian belaka, lalu kalian memberinya nama-nama sebagai tuhan-tuhan. Sesungguhnya berhala-berhala itu hanya makhluk seperti kalian. Demikianlah yang diriwayatkan Ibnu Abbas.Pendapat ini juga dikatakan Mujahid dan As-Suddi. Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa kalian membuat-buat berita bohong, yaitu kalian menjadikannya sebagai berhala-berhala” Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Berhala-berhala itu tidak memiliki rezeki bagi kalian (maka mintalah rezeki itu di sisi Allah) Ungkapan ini merupakan ungkapan Hasr yang paling kuat, sebagaimana firmanNya: (Hanya kepadaMulah kami menyembah, dan hanya kepadaMulah kami memohon pertolongan (5)) (Surah Al-Fatihah) dan (Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga) (Surah At-Tahrim: 11) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka mintalah rezeki itu di sisi Allah) yaitu bukan kepada selainNya, karena sesungguhnya selain Allah itu tidak memiliki apa pun (dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya) yaitu, makanlah sebagian dari rezekiNya, sembahlah Dia semata dan bersyukurlah kepadaNya atas semua nikmat yang telah Dia limpahkan kepada kalian (Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan) yaitu pada hari kiamat, lalu Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya Firman Allah SWT: (Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan) yaitu telah sampai kepada kalian azab dan pembalasan yang menimpa mereka karena menentang para rasul (Dan kewajiban rasul-rasul itu, tidak lain hanyalah menyampai­kan (agama Allah) dengan sejelas-jelasnya) yaitu tugas rasul hanya menyampaikan kepada kalian apa yang diperintahkan Allah kepadanya berupa risalah. Dan Allah menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki serta memberi petunjuk siapa saja yang Dia kehendaki. Maka berbuatlah dengan rajin untuk kemanfaatan diri kalian agar kalian menjadi orang-orang yang berbahagia. Qatadah berkata terkait firmanNya: (Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan) dia berkata, yaitu menghibur hati Nabi SAW. Menurut Qatadah bahwa kalimat ini terpisah dari kalimat pertama, dan yang berhubungan dengan ini yaitu firmanNya: (Maka tidak adalah jawaban kaumnya) (Surah Al-Kahfi: 24) Demikian juga yang dinaskan Ibnu Jarir. Yang tampak dari konteks ayat bahwa semua ini merupakan perkataan nabi Ibrahim yang berhujjah untuk meneguhkan adanya hari kebangkitan, karena setelahnya terdapat firmanNya: (Maka tidak adalah jawaban kaumnya). Hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
17-18. Setelah Allah memerintah mereka beribadah dan bertakwa kepadaNya, lalu Dia melarang mereka beribadah kepada berhala, dan menjelaskan kerapuhannya dan ketidakberhakannya untuk diibadahi, seraya berfirman, “Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta,” kalian yang memahatnya dan kalian yang membuatnya dengan tangan kalian, dan kalian pula yang membuat nama-nama sembahan untuk berhala itu, dan kalian mengada-adakan kedustaan dengan memerintahkan untuk menyembahnya dan berpegang teguh kepada yang demikian, “Sesungguhnya yang “ kamu sembah “selain Allah itu,” di dalam kerapuhannya, dan bahwa sesungguhnya ia tidak mempunyai sesuatu yang dapat menjadikannya untuk disembah, “ia tidak mampu memberikan rizki kepadamu,” seakan-akan di sini dikatakan, “Sudah jelas sekali bagi kami bahwa berhala-berhala ini adalah makhluk (ciptaan) yang lemah, tidak mampu memberikan manfaat atau menimpakan bahaya, tidak pula mematikan, menghidupkan atau membangkitkan kembali. Dan sesungguhnya siapa saja yang demikian keadaannya maka ia sama sekali, sedikit pun tidak memiliki hak untuk disembah dan dipertuhankan. Sedangkan hati pasti selalu mencari sembahan yang dipertuhankannya dan kepadaNya ia meminta segala hajatnya. Kemudian Allah berfirman seraya menghimbau mereka beribadah hanya kepada yang berhak disembah, “Maka mintalah rizki itu di sisi Allah,” karena Dia-lah yang mempermudah rizki lagi menentukan, yang mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaNya untuk kebaikan agama dan dunianya, “dan sembahlah Dia,” semata, tidak ada sekutu bagiNya, karena hanya Dia Yang Mahasempurna, Maha Pemberi manfaat, Maha menimpakan bahaya, Yang Esa dalam mengatur, “dan bersyukurlah kepadaNya” semata, karena seluruh apa saja berupa nikmat yang sampai kepada manusia adalah dariNya; dan seluruh apa saja yang tertolak dari mereka berupa bencana, maka Dia-lah yang menolaknya. “Hanya kepadaNya kamu akan dikembalikan,” lalu Dia akan membalas kalian atas amal yang telah kalian kerjakan, dan Dia akan menerangkan kepada kalian apa saja yang telah kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan. Maka waspadalah saat datang kepadaNya sedangkan kalian dalam keadaan musyrik, dan sukailah apa saja yang dapat membuat kalian dekat kepadaNya dan membuat Dia memberikan pahala di saat kedatangan kalian kepadaNya.
Tafsir Al-Wajiz
18. Dan jika kalian mendustakan risalahku, maka sungguh banyak umat sebelumku dan sebelum kalian yang telah mendustakan rasul-rasul mereka. Dan kewajiban rasul itu tidak lain kecuali menyampaikan dengan jelas dakwahnya kepada kaumnya dan tidak ada kapasitas baginya untuk memberi hidayah kepada mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com