Surah Al-Anbiya : Ayat 18
بَلْ نَقْذِفُ بِٱلْحَقِّ عَلَى ٱلْبَٰطِلِ فَيَدْمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۚ وَلَكُمُ ٱلْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ

"Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sebenarnya kami, dengan mengutus nabi dan rasul, serta menurunkan wahyu, Al-Qur'an, hendak melemparkan dan melenyapkan ajaran yang batil dengan menampilkan ajaran yang hak, kebenaran di tengah-tengah manusia; lalu yang hak itu menghancurkannya, ajaran yang batil. Jika manusia beriman kepada Allah, nabi dan rasul, serta memegang teguh ajaran Allah dan mengamalkannya secara murni dan konsekuen, maka seketika itu ajaran yang batil itu akan lenyap. Dan celaka kamu, wahai orang-orang kafir, karena kamu menyifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya, terutama dengan menuduh Allah memiliki istri dan anak. 19. Dan milik-Nya, diciptakan dan tunduk kepada-Nya, semua makhluk Allah yang berada di langit seperti para malaikat, dan makhluk Allah yang berada di bumi. Dan para malaikat yang berada di sisi-Nya, tidak menyombongkan diri dengan menolak beribadah kepada-Nya dan para malaikat itu tidak pula merasa letih dalam beribadah kepada Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-20 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya, yakni dengan adil dan seimbang (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)) (Surah An-Najm: 31) Dia tidak menciptakan semuanya itu sia-sia dan main-main. Sebagaimana Allah berfirman: (Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka (27)) (Surah Shad) Firman Allah SWT: (Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian (tentulah Kami telah melakukannya) (17)) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami) yaitu dari sisi Kami. Dia berfirman,”Maka Kami tidak perlu menciptakan surga, neraka, kematian, kebangkitan, dan hisab”. Al-Hasan, Qatadah dan selain keduanya berkata tentang firmanNya: (Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan) kata “al-lahwu” adalah wanita menurut bahasa orang-orang Yaman, Ikrimah dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan “al-lahwu” di sini adalah anak. Ini dan pendapat yang sebelumnya saling berkaitan. Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya, Maha Suci Allah) (Surah Az-Zumar: 4) Allah SWT menyucikan DzatNya dari mengambil anak secara mutlak, terlebih lagi dari apa yang mereka katakan berupa kedustaan dan kebathilan berupa mengambil Isa, Uzair, atau malaikat sebagai anak (Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya (43)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah: (Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)) Qatadah, berkata bahwa maknanya yaitu Kami tidak akan melakukannya. Firman Allah: (Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil) yaitu, Kami menjelaskan kebenaran, lalu mengalahkan kebathilan. Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap) yaitu lenyap dan surut (Dan kecelakaanlah bagi kalian) yaitu wahai orang-orang yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak (disebabkan kalian menyifati) yaitu yang kalian katakan dan buat-buat. Kemudian Allah SWT emberitahukan sifat penghambaan dan kebiasaan malaikan kepadaNya dalam melakukan ketaatan kepada­Nya pada malam dan siang hari, jadi Allah berfirman: (Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikai-malaikat yang di sisi-Nya) yaitu para malaikat (mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya) yaitu, tidak berhenti melakukan penyembahan itu secara terus-menerus. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepadaNya (172)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah: (dan tiada (pula) merasa letih) yaitu, mereka tidak merasa lelah, dan tidak merasa jenuh (Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya (20)) Mereka terus bekerja sepanjang malam dan siang dengan penuh ketaatan, ikhlas, dan mampu melakukannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan­Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan) (Surah At-Tahrim: 6)
Tafsir As-Sa'di
18. Allah memberitahukan bahwa Dia menjamin pengokohan al-haq dan pengagalan kebatilan. Bila kebatilan itu telah disampaikan dan menjadi bahan perdebatan, maka Allah akan menurunkan kebenaran, ilmu, dan penjelasan yang akan mematahkannya. Hingga lenyap dan menjadi jelas kebatilannya bagi setiap orang. “Maka dengan serta-merta yang batil itu lenyap,” lenyap lagi sirna. Hal ini berlaku umum pada semua permasalahan agama. Tidaklah pengemban kebatilan melancarkan syubhat aqliyah (yang berdasarkan logika) atau naqliyah (dalil dari al-Quran atau hadits) untuk meneguhkan kebatilan atau menepis kebenaran melainkan pasti dalam dalil-dalil Allah terdapat kandungan logika dan dalil kuat yang akan menyirnakan ungkapan yang batil tersebut dan membungkamnya. Tiba-tiba sisi kebatilannya menjadi terang bagi siapa saja. Proses ini melalui pengkajian seluruh permasalahan satu-persatu. Anda akan menjumpainya demikian. Kemudian Allah berfirman, “Kalian, wahai orang-orang yang memberikan sifat untuk Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagiNya, seperti mempunyai anak dan istri, tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu, maka kalian mendapatkan bagian dan nasib celaka, penyesalan, dan kerugian. Tida ada satu pun manfaat dari apa yang kalian ucapkan. Tidak akan meghasilkan sesuatu yang kalian angan-angankan, kerjakan, dan usahakan untuk mencapainya, melainkan kebalikan dari sesuatu yang kalian inginkan. Yakni, kegagalan dan terhalang dari tujuan.
Tafsir Al-Wajiz
18. Bahkan Kami lontarkan dengan kuat sesuatu yang haq, yaitu keimanan atas kebathilan atau kekufuran sehingga mengalahkan dan melampauinya, maka seketika kebathilan itu hilang. Dan bagi kalian itu azab yang sangat dahsyat di akhirat, wahai orang-orang kafir, akibat penggambaran kalian untuk Allah berupa istri, anak, dan setiap sesuatu yang tidak sesuai denganNya.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com