Surah Al-Baqarah : Ayat 176
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ نَزَّلَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُوا۟ فِى ٱلْكِتَٰبِ لَفِى شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ

"Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Yang demikian itu karena Allah telah menurunkan kitab Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, tetapi mereka berselisih paham tentang kebenaran informasi kitab Al-Qur'an, sehingga ada yang menolak isinya secara keseluruhan dan ada yang menolak sebagian isinya dan menerima sebagian yang lain. Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang kebenaran informasi kitab itu, sesungguhnya mereka dalam perpecahan dan penyimpangan yang jauh dari kebenaranayat ini menjelaskan bahwa kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, yaitu salat tanpa dibarengi kekhusyukan dan keikhlasan, karena menghadapkan hal itu bukanlah pekerjaan yang susah. Tetapi kebajikan yang sesungguhnya itu ialah pada hal-hal sebagai berikut. Kebajikan orang yang beriman kepada a) Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun; b) hari akhir yaitu hari pembalasan segala amal perbuatan selama di dunia, sehingga mendorong manusia untuk selalu berbuat baik; c) malaikat-malaikat yang taat menjalankan perintah Allah dan tidak pernah berbuat maksiat sehingga mendorong manusia untuk meneladani ketaatannya; d) kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul; e) dan nabi-nabi yang selalu menyampaikan kebenaran meskipun banyak yang memusuhinya. Kebajikan orang yang memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat yang kurang mampu, anak yatim, karena mereka sudah kehilangan orang tua, sehingga setiap orang beriman patut memberikan kebaikan kepada mereka, orang-orang miskin yang hidupnya serba kekuarangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, orang-orang yang dalam perjalanan atau musafir yang kehabisan bekal perjalanan, peminta-minta untuk meringankan penderitaan dan kekurangannya, dan untuk memerdekakan hamba sahaya yang timbul akibat praktik perbudakan. Kebajikan orang yang melaksanakan salat dengan khusyuk dan memenuhi syarat dan rukunnya, menunaikan zakat sesuai ketentuan dan tidak menunda-nunda pelaksanaannya, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji dan tidak pernah mengingkarinya, orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan dengan segala kesengsaraan, kepedihan dan berbagai macam kekurangan. Orang yang mempunyai sifat-sifat ini, mereka itulah orang-orang yang benar keimanannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa kepada Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 174-176 Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab) yaitu orang-orang Yahudi yang menyembunyikan deskripsi tentang nabi Muhammad SAW dalam kitab-kitab yang berada pada mereka, berupa sesuatu yang memberi kesaksian atas risalah dan kenabiannya. Mereka menyembunyikan hal ini agar posisi kepemimpinan mereka dan hadiah-hadiah yang diberikan oleh orang Arab kepada mereka tidak hilang. Mereka takut (Allah melaknat mereka) bahwa jika mereka memperlihatkannya, maka orang-orang akan mengikutinya dan meninggalkan mereka. Jadi mereka menyembunyikan hal ini untuk menjaga posisi dan keuntungan yang telah mereka peroleh, meskipun keuntungan itu kecil. Mereka menjual diri mereka dengan hal itu, mereka mengganti petunjuk, ikut dalam kebenaran, kepercayaan Rasulullah, dan keimanan kepada apa datang dari Allah dengan keuntungan yang sedikit. Akibatnya, mereka merugi di dunia dan akhirat. Adapun di dunia, Allah telah menampakkan kepada hamba-hambaNya tentang kebenaran RasulNya melalui tanda-tanda dan bukti-bukti yang jelas. Orang-orang yang takut untuk mengikutinya telah membenarkannya, dan mereka menjadi bantuannya dalam pertempuran melawan mereka yang mendustakan. Mereka mendapatkan murka di atas murka, dan Allah telah melaknat mereka dalam kitabNya dalam banyak ayat selain ini. Di antara ayat tentang mereka adalah: (Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah)),yaitu, mengorbankan kehidupan dunia. (mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api) yaitu, mereka hanya memakan sesuatu yang mereka makan akibat dari perbuatan menyembunyikan kebenaran, yaitu api yang menyala di perut mereka pada hari kiamat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (10)) (Surah An-Nisa':10). Dalam hadits shahih diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang makan atau minum dari peralatan emas dan perak, sesungguhnya api neraka Jahanam sedang menyala-nyala dalam perutnya” Firman Allah SWT: (dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih). Ini karena Allah murka kepada mereka, karena mereka menyembunyikannya padahal mereka tahu, dan mereka pantas mendapatkan kemurkaan itu. Jadi Allah tidak akan memandang mereka dan tidak akan mensucikan mereka, yaitu tidak akan memuji mereka. Sebaliknya, Dia akan menyiksa mereka dengan siksa yang pedih. Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW: “Tiga orang yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka, tidak akan memandang mereka, dan tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang pedih; orang tua yang berzina, penguasa yang berdusta, dan orang miskin yang sombong” Kemudian Allah SWT berfirman tentang mereka dengan memberitahukan: (Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) yaitu mereka menukar petunjuk dengan kesesatan, yaitu sesuatu yang tercatat dalam kitab-kitab mereka mengenai deskripsi tentang Rasulallah, pengutusannya, dan kabar gembira tentangnya dari kitab-kitab para nabi dan para pengikutnya, dan membenarkannya. Mereka menggantinya dengan kesesatan, yaitu mendustakannya, mengingkarinya, dan menyembunyikan sifat-sifatnya yang ada dalam kitab-kitab mereka. (dan siksa dengan ampunan) yaitu mereka menukar ampunan dengan siksaan, yaitu mereka melakukan sesuatu yang menjadi penyebab siksa itu yang telah disebutkan. Firman Allah SWT: (Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka) Allah SWT memberitahukan bahwa mereka berada dalam siksaan yang sangat berat dan luar biasa. Dia terkesan dengan keberanian dan kesabaran mereka dalam menghadapi siksaan yang berat ituyang berupa, siksaan, hukuman, dan belenggu. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka) adalah: Maka betapa lamanya mereka terus menerus berbuat maksiat yang menyebabkan mereka masuk neraka. Firman Allah SWT: (Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran) yaitu, mereka pantas mendapatkan siksaan yang keras ini karena Allah SWT telah menurunkan kepada RasulNya, nabi Muhammad SAW dan kepada para nabi sebelumnya kitab-kitabNya dengan membenarkan kebenaran dan meniadakan kebathilan. Namun, mereka meremehkan ayat-ayat Allah. Padahal kitab mereka memerintahkan mereka untuk menampakkan pengetahuan yang mereka miliki dan menyebarkannya, tapi mereka menyimpang dari hal itu dan mendustakannya. Sedangkan Rasullullah SAW yang menjadi penutup para nabi ini mengajak mereka kepada Allah SWT, memerintahkan mereka untuk berbuat kebaikan, dan melarang mereka berbuat kemunkaran, namun mereka berpaling darinya, menentangnya dan menyembunyikan deskripsi tentangnya, lalu mereka meremehkan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada para rasulNya. Oleh karena itu, mereka pantas mendapatkan siksaan dan hukuman. karena itu Allah SWT berfirman: (Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran) (176))
Tafsir As-Sa'di
176. “Yang demikian itu,” yakni telah disebutkan, yaitu pembalasannya dengan adil dan pencegahan Allah dari sebab-sebab hidayah bagi orang yang enggan memilih nya dan lebih memilih selain darinya, “adalah karena Allah telah menurunkan Alkitab dengan membawa kebenaran,” dan termasuk kebenaran adalah membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikan dan membalas orang yang berbuat buruk dengan keburukan. Demikian juga dalam FirmanNya, “Allah telah menurunkan Alkitab dengan membawa kebenaran” terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah menurunkan untuk memberikan Hidayah kepada makhlukNya dan menerangkan kebenaran dari kebatilan dan petunjuk dari kesesatan, dan barangsiapa yang menyimpangkan dari maksud awalnya, maka pantaslah atasnya hukuman yang paling keras. “Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang kebenaran Alkitab itu benar-benar dalam penyimpangan yang jauh,” Maksudnya, bahwa orang-orang yang berselisih tentang Alkitab, beriman dengan sebagiannya, dan ingkar kepada sebagiannya dan orang-orang yang merubahnya serta menyelewengkannya menurut hawa nafsu dan tujuan mereka, “benar-benar dalam penyimpangan,” yakni penyelewengan “yang jauh” dari kebenaran, karena mereka telah menyelisihi Alkitab yang datang dengan kebenaran dan pasti serasi dan tidak bertolak belakang, lalu kacaulah kondisi mereka dan banyaklah perselisihan mereka, yang akhirnya mengakibatkan perpecahan. Berbeda dengan ahli kitab yang beriman kepadanya dan menjadikannya sebagai Hakim dalam segala urusan, mereka saling sepakat dan mereka memiliki kebersamaan dengan cinta, saling berkumpul di atasnya. Ayat ini mengandung Ancaman bagi orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh Allah dan orang-orang yang mendahulukan tujuan-tujuan duniawi dengan siksaan dan kemurkaan, dan bahwasanya Allah tidak menyucikan mereka dengan taufikNya dan tidak pula dengan ampunanNya. Ayat ini juga menyebutkan sebab kenapa mereka mendahulukan kesesatan daripada petunjuk, yang mengakibatkan mereka memilih siksaan daripada ampunan, kemudian ungkapan iba untuk mereka dengan keberanian mereka yang besar terhadap api neraka karena pengetahuan mereka tentang penyebab yang mereka lakukan yang menjerumuskan mereka ke dalam neraka tersebut, dan bahwa kita meliputi kebenaran yang mengharuskan untuk disepakati dan tidak diperselisihkan, dan bahwa setiap orang yang menyelisihinya, maka ia berada jauh sekali dari kebenaran, pertentangan, dan perseteruan. wallahualam
Tafsir Al-Wajiz
176. Azab itu diakibatkan karena Allah sudah menurunkan Taurat dengan kebenaran yang pasti dan hujjah yang mutlak, lalu mereka menyembunyikan dan menyimpang darinya. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang kitab Allah, yaitu beriman kepada sebagian isinya dan mengingkari sebagian lainnya, atau menggambarkannya sebagai sihir atau cerita legenda. Sungguh mereka itu menyimpang jauh dari kebenaran dan hidayah

Sumber tafsir dari tafsirweb.com