Surah Al-Mursalat : Ayat 17
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ ٱلْءَاخِرِينَ
"Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian."
Tafsir Ringkas Kemenag
16-17. Dahsyatnya kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka' lalu kami juga akan susulkan azab kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu. 18-19. Demikianlah yang akan terus terjadi, kami akan perlakukan orang-orang yang berdosa sesuai dengan ketetapan kami, kapan dan di mana pun. Maka celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-28 Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu (16)) yaitu yang mendustakan para rasul dan menentang apa yang disampaikan kepada mereka (Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian (17)) yaitu dari kalangan orang-orang yang serupa dengan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman (Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa (18) Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (19)) Pendapat itu dikatakan Ibnu Jarir Kemudian Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya dengan berhujjah dengan penciptaan pertama yang menunjukkan kepada kebangkitan kembali (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20)) yaitu, lemah dan hina jika dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Pencipta, sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah Yasin dalam hadits Basyar bin Jahsy,”Wahai anak Adam, apakah yang menghalangiKu dari berbuat terhadapmu, padahal Akn telah menciptakanmu dari sesuatu seperti ini? (Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) (21)) yaitu, Kami mengumpulkan dia dalam rahim, yaitu tempat bagi air mani laki-laki dan perempuan, dan memang rahim dijadikan untuk itu dan dapat memelihara air mani yang ada di dalamnya. Firman Allah: (sampai waktu yang ditentukan (22)) yaitu sampai masa tertentu. enam bulan, atau sembilan bulan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan (23) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (24)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul (25) orang-orang hidup dan orang-orang mati (26)) Ibnu Abbas berkata bahwa (kifatan) adalah penyimpanan. Mujahid berkata bahwa mayat dikubur sehingga tidak terlihat. Asy-Sya'bi berkata bahwa bagian dalamnya untuk orang-orang mati kalian, sedangkan bagian luarnya untuk orang-orang hidup kalian. (dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi) yaitu gunung-gunung untuk meneguhkan bumi agar tidak berguncang dan bergetar (dan Kami memberimu minum air yang tawar?) yaitu, tawar dan enak diminum dari langit atau dari mata air yang memancar dari bumi (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (28)) yaitu bagi orang yang merenungkan makhluk ini yang menunjukkan kepada keagungan Penciptanya, kemudian setelah itu dia tetap mendustakanNya dan mengingkariNya
Tafsir As-Sa'di
16-19. Maknanya, bukankah Kami telah membinasakan para pendusta terdahulu kemudian Kami teruskan dengan membinasakan orang yang berdusta selanjutnya? Ini adalah ketetapan Allah dahulu dan selanjutnya bagi setiap pendosa. Orang berdosa pasti disiksa Allah, lantas mengapa kalian tidak mengambil pelajaran dari apa yang kalian lihat dan kalian dengar? “Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,” yakni setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah yang jelas, siksaan-siksaan, dan hukuman.
Tafsir Al-Wajiz
17. Kemudian akan Kami pertemukan mereka dengan sesama mereka. Seperti kaum musyrik Makkah dan kaum Luth, kaum Syuaib dan Musa