Surah Al-Ahzab : Ayat 17
قُلْ مَن ذَا ٱلَّذِى يَعْصِمُكُم مِّنَ ٱللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوٓءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
"Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mahakuasa, karena itu katakanlah wahai nabi Muhammad untuk mengingatkan mereka, 'siapakah yang dapat melindungi kamu dari ketentuan Allah jika dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu'' tentu tidak satu pun. Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah jika bencana itu benar-benar datang. 18. Allah mengetahui siapa saja yang berkhianat. Sungguh, dengan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu, dari kaum munafik, dan orang yang dengan maksud menghina berkata kepada saudara-saudaranya yang bergaul dengan mereka di madinah, 'marilah ikut bersama kami. Tinggalkanlah Muhammad. Jangan ikut perang sebab sebentar lagi Muhammad akan terbunuh di medan perang. ' tetapi mereka memang datang untuk ikut berperang, namun hanya sebentar karena mereka takut mati.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 14-17 Allah SWT memberitahukan tentang mereka yang berkata: ("Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).” Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari) (Surah Al-Ahzab: 13) bahwa seandainya musuh memasuki mereka dari semua penjuru Madinah atau dari salah satu celahnya yang terbuka dari pertahanan, kemudian mereka diminta untuk masuk ke dalam kekafiran, maka mereka akan kafir dengan cepat, tanpa memelihara keimanan mereka dan tidak berpegang teguh kepadanya karena ketakutan dan kaget yang menimpa mereka. Demikian itu ditafsirkan oleh Qatadah, Abdurrahman bin Zaid, dan Ibnu Jarir. Ini merupakan celaan yang berat kepada mereka. Kemudian Allah memberitahukan mereka tentang apa yang mereka janjikan kepada Allah sebelum peristiwa yang menakutkan itu, bahwa mereka tidak akan membalikkan punggung mereka dan tidak akan lari dari medan perang (Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya) yaitu sesungguhnya Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban mereka tentang hal itu, dan ini merupakan suatu kepastian. Kemudian Allah SWT memberitahukan kepada mereka bahwa tindakan melarikan diri mereka dari medan perang tidak dapat menangguhkan ajal mereka dan memperpanjang usia mereka, bahkan adakalanya hal itu menjadi penyebab Dia menyegerakan azab mereka secara tiba-tiba. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan jika (kamu terhindar dari kematian), kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali hanya sebentar saja) yaitu setelah kalian melarikan diri (Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa”) (Surah An-Nisa: 77) Kemudian Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah) yaitu melindungi kalian (jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah) yaitu, tidak ada seorangpun yang dapat melindungi dan menolong mereka dan orang-orang selain mereka selain Allah SWT
Tafsir As-Sa'di
17. Kemudian Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya semua sebab dan upaya, sama sekali tidak berguna bagi seseorang apabila Allah menghendaki keburukan terhadap dirinya, seraya berfirman, “Katakanlah, ‘Siapakah yang dapat melindungi kamu’,” maksudnya, mencegah kalian dari “(takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu,” maksudnya, keburukan, “atau menghendaki rahmat untuk dirimu,” karena sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pemberi dan Maha Pencegah, Yang Maha Menimpakan bahaya lagi Maha Pemberi manfaat, yang tidak akan dapat mendatangkan kebaikan kecuali DIa, dan tidak pula mencegah keburukan kecuali Dia, “dan mereka tidak memperoleh pelindung bagi mereka selain Allah,” yang bisa melindungi mereka, lalu memberikan nberbagai manfaat kepada mereka, sehingga mencegah segala marabahaya dari mereka. Maka hendaklah mereka mematuhi ketaatan kepada Dzat Yang ESa yang mengendalikan segala perkara, yang kehendakNya pasti berlaku, takdirNya pasti terjadi., dan tidak akan berguna seorang pelindung ataupun seorang penolong bila meninggalkan perlindungan dan pertolonganNya.
Tafsir Al-Wajiz
17. Katakanlah kepada mereka wahai rasul: “Siapa yang dapat mencegah kalian dari murka Allah jika Dia menghendaki kebinasaan dan kekalahan bagi kalian? Atau jika Allah menghendaki kebaikan kepada kalian berupa memberi pertolongan, kesuburan, keselamatan dan kesehatan. Maka mereka tidak akan menemukan penolong selain Allah, Yang dapat menolong dan menghilangkan bahanya dari mereka.”