Surah Ali Imran : Ayat 17
ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ
"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka itu adalah orang-orang yang sabar, baik dalam menjalankan ketaatan, di saat tertimpa musibah, maupun dalam meninggalkan larangan, orang-orang yang benar dalam sikap dan perkataannya, orangorang yang senantiasa dalam ke-taat-an secara khusyuk, orang-orang yang selalu menginfakkan harta mereka, baik pada saat lapang maupun sempit (lihat: surah a'li imra'n/3: 134) dan orang-orang yang senantiasa memohon ampunan terutama pada waktu sebelum fajar yakni masuknya waktu subuh setelah Allah memberi pujian kepada kaum mukmin, ayat ini menegaskan bahwa dalil-dalil yang bisa menguatkan keimanan sudah begitu jelas. Allah menyatakan, yakni menjelaskan kepada seluruh makhluk bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Demikian pula para malaikat dan orang-orang berilmu juga menyaksikan atas keesaan-Nya. Bahkan, semuanya menyaksikan bahwa Allah tampil secara utuh untuk menegakkan keadilan, melalui dalil-dalil yang kuat. Allah adalah satu-satunya penguasa dan pengatur alam raya ini, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dia, yang mahaperkasa, mahabijaksana dalam pengaturan dan penetapan hukumhukum-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-17 Allah SWT menggambarkan hamba-hambaNya yang bertakwa yang dijanjikan kepadanya pahala yang melimpah. Allah berfirman (orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman) yaitu kepadaMu, kitabMu, dan rasulMu (maka ampunilah segala dosa kami) yaitu dengan beriman kepadaMu dan apa yang Engkau syariatkan kepada kami, maka ampunilah dosa-dosa kami dan keterbatasan kami dalam urusan kami dengan keutamaan dan rahmatMu (dan peliharalah kami dari siksa neraka) Kemudian Allah berfirman (orang-orang yang sabar) yaitu dalam melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, (yang jujur) dalam apa yang mereka ucapkan berupa keimanan mereka dengan apa yang diwajibkan untuk mereka berupa amal yang berat (yang tetap taat) yang tunduk dan taat (yang menafkahkan hartanya) yaitu dari harta mereka dengan dalam segaala sesuatu yang diperintahkan kepada mereka berupa amalan ketaatan, silaturahim dengan kerabat, memperbaiki persabatan, dan menghibur orang-orang yang membutuhkan (dan yang memohon ampun di waktu sahur) Hal ini menunjukkan keutamaan istighfar di waktu sahur. Bahkan disebutkan bahwa nabi Ya'qub, ketika berkata kepada anak-anaknya, (Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku) (Surah Yusuf, 98) sesungguhnya beliau mengakhirkan itu sampai waktu sahur. Abdullah bin Umar biasa melaksanakan shalat malam, kemudian dia berkata, “Wahai Nafi’, apakah waktu sahur sudah datang?” Jika dijawab, “Iya,” maka dia akan berdoa dan memohon ampunan hingga waktu subuh
Tafsir As-Sa'di
17. Lalu Allah menyifati mereka dengan sebaik-baik sifat yaitu, dengan kesabaran, yang artinya adalah pengendalian diri berdasarkan perkara yang dicintai oleh Allah demi mengharap keridhaanNya, mereka bersabar atas ketaatan kepada Allah, bersabar dalam meninggalkan maksiat kepadaNya dan bersabar atas takdir-takdir Allah yang menyakitkan, dan bersabar dengan sifat jujur dalam segala perkataan maupun kondisi yaitu kesesuaian antara lahir maupun batin, tekad yang benar dalam menempuh jalan yang lurus, dan dengan sifat patuh yang artinya ketaatan yang terus menerus disertai dengan kekhusyuan dan ketundukan, juga dengan memberi nafkah pada jalan-jalan kebajikan, kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan, dan dengan permohonan ampunan khususnya di waktu sepertiga malam yang terakhir, karena mereka memanjangkan shalat mereka hingga waktu sahur lalu mereka tetap dalam hal itu seraya memohon ampun kepada Allah.
Tafsir Al-Wajiz
17 Allah mengkhususkan untuk memuji orang-orang yang sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah dan sabar untuk menjauhi larangan-Nya. Serta memuji orang-orang yang benar dalam iman, perkataan, perbuatan dan interaksi mereka dengan manusia. Dan juga memuji orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah, berhati khusyuk, yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan yang memohon ampun di waktu sahur: yang memohon ampunan di akhir malam atau sebelum terbit fajar, yaitu sepertiga malam yang terakhir, sebab doa pada waktu tersebut adalah doa yang mustajab.