Surah Al-Mu'minun : Ayat 17
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَٰفِلِينَ

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Demikianlah kuasa Allah untuk menciptakan manusia melalui tahapan-tahapan yang sangat mengagumkan. Begitu besar nikmat yang Allah karuniakan kepada manusia. Dan di antara nikmat itu adalah bahwa sungguh, kami telah menciptakan tujuh lapis langit di atas kamu, dan kami tidaklah lengah terhadap ciptaan kami. Kami akan selalu menjaganya untuk kebaikan manusia dan makhluk hidup lainnya. 18. Dan di antara bentuk pemeliharaan kami adalah bahwa kami turunkan air tawar dalam berbagai bentuk, dari yang cair hingga butir-an es, dari langit dengan suatu ukuran bagi makhluk ciptaan kami; lalu untuk memudahkan pemanfaatannya kami jadikan air itu menetap dan tersimpan di bumi, dan pasti kami berkuasa pula untuk melenyapkannya, namun kami tidak melakukannya karena rahmat kami kepada para makhluk.
Tafsir Ibnu Katsir
Setelah Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan manusia, Dia mengiringi­nya dengan menyebutkan penciptaan langit yang berjumlah tujuh lapis. Seringkali Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi dikaitkan dengan penciptaan manusia. Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia) (Surah Ghafir: 57) Demikian juga di permulaan surah As-Sajdah (Alif Lam Mim (1)) yang dibaca Rasulullah SAW pada pagi hari jumat pada permulaannya disebutkan penciptaan langit dan bumi. Kemudian dijelaskan tentang penciptaan manusia dari saripati tanah liat, sebagaimana di dalamnya terdapat perkara tentang hari kiamat, hari pembalasan dan hal lainnya. Firman Allah: (tujuh buah jalan) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah langit yang berjumlah tujuh lapis. Ini sebagaimana firmanNya: (Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah) (Surah Al-Isra: 44) dan (Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (15)) (Surah Nuh) Demikian juga di sini Allah berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kalian tujuh jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami) (17)) yaitu (Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan) (Surah Al-Hadid: 4) Dia Maha Suci, tidak ada penghalang dari pengetahuanNya tingginya langit dan tebalnya bumi, tidak pula besarnya gunung, melainkan Dia mengetahui semua yang ada di dalamnya. Tidak ada suatu laut pun, melainkan Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di dasarnya. Dia mengetahui semua bilangan makhluk yang ada di gunung-gunung, lereng-lereng, padang-padang pasir, lautan, hutan-hutan, dan pepohonan (dan tiada sehelai daun pun yang gugur, melainkan Dia me­ngetahuinya (pula); dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)) (Surah Al-An'am: 59)
Tafsir As-Sa'di
17. Ketika Allah menyebutkan penciptaan anak Adam, maka Dia menyebutkan tempat tinggalnya, serta melimpahnya kenikmatan yang tercurahkan padanya dari segala sisi, Allah berfirman ”Dan sesungguhnya kami telah menciptakan diatasmu,” atap bagi bumi dan kebaikan bagi umat manusia. “tujuh buah jalan (tujuh buah langit),” maksudnya, maksudnya tujuh langit yang bertingkat-tingkat. Setiap tingkatan berada diatas tingkatan lainnya. Langit itu telah dihiasi oleh bintang-bintang, matahari dan bulan dan Allah meletakkan kemaslahatan-kemaslahatan di dalamnya. “Dan kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (kami),” Sebagiamana penciptaan kami mencakup seluruh makhluk, begitu pula ilmu kami meliputi segala yang kami ciptakan. Kami tidak melalaikan seorang makhluk pun, dan tidak pula melupakannya. Kami tidaklah mencptakan suatu ciptaan, lantas kami menjadikannya terbengkalai. Kami tidak melupakan langit, hingga ia berakibat roboh ke bumi. Kami tidak melupakan partikel kecil yang berada di gulungan ombak lautan dan permukaan padang yang tandus, dan tidak (pula) binatang melata, melainkan (pasti) kami menganugerahkan rizki baginya, ”Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpananya.” Kerap kali Allah memadukan antara sifat penciptaan dengan ilmuNya. Misalnya Firman Allah “apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu tampakan dan rahasiakan). Dan Dia Mahaluas dan MahaMengetahui.” “Benar, Diaberkuasa. Dan Dia-lah Maha pencipta lagi Maha Mengetahui.” Kerana penciptaan makhluk merupakan dalil yang paling kuat menurut akal atas ilmu penciptanya dan hikmahnya.
Tafsir Al-Wajiz
17. Sesungguhnya Kami telah menciptakan tujuh lapis/buah langit di atas kalian. Berlapis-lapis, dan tersusun. Kami tidak pernah lalai/lengah untuk menjaga ciptaan Kami.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com