Surah Al-Isra : Ayat 17
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ ٱلْقُرُونِ مِنۢ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

"Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan sesuai dengan ketetapan itu dinyatakan, berapa banyaknya kaum setelah kebinasaan kaum nuh, telah kami binasakan disebabkan oleh kedurhakaan mereka. Dan cukuplah tuhanmu yang maha mengetahui, maha melihat dosa hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang tersembunyi dan terluput dari pembalasan-Nya. Allah memberikan pembalasan berupa ganjaran atau siksaan kepada manusia sesuai amal perbuatannya. Ayat ini menyatakan, barang siapa yang hanya menghendaki kehidupan sekarang, yaitu kehidupan duniawi dan ia tidak beriman kepada kehidupan akhirat, maka kami segerakan baginya di dunia ini apa yang kami kehendaki dari apa yang diharapkannya, seperti kedudukan sosial yang tinggi atau harta yang banyak, bagi orang yang kami kehendaki, yaitu mereka yang berusaha meraihnya dengan memenuhi syarat dan ketentuan, bukan untuk semua orang yang menghendakinya. Kemudian kami sediakan baginya di akhirat neraka jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir dari rahmat Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman seraya memperingatkan orang-orang kafir Quraisy yang mendustakan RasulNya, nabi Muhammad SAW; bahwa Dia telah membinasakan orang-orang yang mendustakan para rasulNya setelah nabi Nuh. Ini menunjukkan bahwa generasi-generasi yang hidup antara nabi Adam dan nabi Nuh memeluk agama Islam. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas bahwa antara nabi Adam dan nabi Nuh terdapat sepuluh generasi yang semuanya memeluk agama Islam. Maknanya adalah bahwa kalian, wahai orang-orang yang mendustakan Rasul SAW tidak lebih mulia bagi Allah daripada mereka. Kalian telah mendustakan rasul dan makhluk paling mulia, maka kalian lebih berhak mendapat hukuman daripada mereka. Firman Allah: (Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya) yaitu Dia Maha mengetahui semua amal mereka, yang baik dan yang buruk; tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah SWT
Tafsir As-Sa'di
17. Mereka itu umat manusia yang banyak, setelah kaum Nabi Nuh yang mana Allah memusnahkannya dengan azab, seperti kaum ‘Ad, Tsamud, kaum Nabi Luth, dan kaum lainnya yang telah Allah siksa ketika tindakan melampaui batas mereka sudah merajalela dan kekufuran mereka semakin menjadi-jadi. Akibatnya, Allah menurunkan hukuman yang dahsyat kepada mereka, “dan cukuplah Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hambaNya.” Janganlah mereka merasa takut munculnya tindakan kezhaliman dari Allah, karena sesungguhnya Allah hanya mengazab atas dasar perbuatan yang mereka lakukan saja.
Tafsir Al-Wajiz
17. Dan kebanyakan umat-umat kafir terdahulu seperti kaum ‘Aad dan kaum Tsamud yang hidup setelah Nuh itu Kami binasakan karena kekufuran mereka dan pendustaan mereka terhadap para rasul. Dan cukuplah Wahai Nabi bahwa Allah itu Maha Mengetahui dosa hamba-hambaNya, Maha Mengamatinya dan Maha mengetahuinya sehingga tidak ada satupun yang luput dariNya.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com