Surah Al-A'raf : Ayat 162
فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ

"Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka."

Tafsir Ringkas Kemenag
Lalu apa yang mereka katakan dan lakukan' bukannya bersyukur dengan taat kepada Allah, orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti perkataan hia'a'ah yang diperintahkan itu dengan perkataan yang tidak dikatakan, yakni diperintahkan kepada mereka. Mereka diperintah untuk mengucap, a'ia'a'ah (kami mohon dilepaskan dari dosa) namun mereka mengubah sambil mencemooh dan mengucapkan, hina'ah yang maknanya kami memohon gandum. Maka kami timpakan kepada mereka azab dari langit berupa penyakit kolera atau lainnya yang mematikan, disebabkan kezaliman mereka nikmat berikutnya adalah nikmat melimpahnya ikan buat mereka di hari ibadah. Dan tanyakanlah wahai nabi Muhammad, yakni kepada mereka orang-orang yahudi yang hidup pada masamu tentang kisah penduduk negeri yang terletak di dekat laut, yaitu kota ailah yang terletak di pantai laut merah, atau tepatnya di teluk aqabah, ketika mereka melanggar aturan Allah pada hari sabat, yang menurut aturan mereka merupakan hari yang dikhususkan untuk ibadah dan terlarang untuk bekerja dan mencari ikan, yaitu ketika datang kepada mereka ikan-ikan yang berada di sekitar mereka yang bagaikan terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah kami menguji mereka disebabkan mereka sering kali berlaku fasik, keluar dari ketaatan kepada alla.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 160-162 Tafsir ayat-ayat ini telah dijelaskan dalam surah Al-Baqarah yang merupakaan surah Madaniyyah, dan konteks ayat-ayat ini adalah Makkiyyah. Kami sudah mengingatkan tentang perbedaan antara konteks ayat ini dan penjelasan di surah Al-Baqarah itu sehingga tidak perlu untuk mengulanginya lagi di sini. Segala puji bagi Allah
Tafsir As-Sa'di
162. mereka tidak mengubris perintah ilahi ini justru orang-orang zhalim dari mereka merubahnya, yakni mereka melanggar dan meremehkan perintah Allah “dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka” sebagai ganti meminta ampun dan mengucapkan ‘hithtah” mereka berkata, ”satu biji gandum”j ika mereka merubah ucapan meski ia sangat mudah, maka mereka lebih berani lagi merubah perbuatan. oleh karena itu mereka masuk dengan cara mengesot ”maka kami timpakan kepada mereka” ketika mereka menyelisihi perintah Allah dan durhaka kepadaNya ”azab dari langit” yakni azab yang berat bisa jadi thaun atau azab dari langit yang lain, Allah tidak menzahlimi mereka dengan azabNYa akan tetapi hal itu “disebabkan kezhaliman mereka”
Tafsir Al-Wajiz
162. Lalu orang-orang zalim di antara mereka mengganti ucapan mereka, maka Kami menurunkan atas mereka azab dari langit akibat kezaliman mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com