Surah Al-Baqarah : Ayat 160
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
"kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mengimbau umat islam untuk menyampaikan kebenaran. Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan, yakni kitab-kitab samawi sebelum Al-Qur'an, dengan tidak memaparkannya kepada masyarakat atau menggantinya dengan yang lain, berupa keterangan-keterangan tentang satu kebenaran dan petunjuk, seperti sifat-sifat nabi Muhammad atau hukum syariat tertentu setelah kami jelaskan kepada manusia dalam kitab Al-Qur'an, mereka itulah orang yang dilaknat Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat: para malaikat dan kaum mukmin. Ayat ini berlaku bagi setiap orang yang sengaja menyembunyikan kebenaran dari Allah. Laknat itu akan selalu meliputi mereka, kecuali mereka yang telah bertobat dan menyesali dosa mereka, dan mengadakan perbaikan dengan berbuat saleh, dan menjelaskan-Nya; mereka itulah yang aku terima tobatnya, dan akulah yang maha penerima tobat, maha penyayang. Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 159-162 Ini adalah ancaman yang sangat keras bagi siapa pun yang menyembunyikan apa yang telah dibawa oleh para rasul berupa bimbingan yang menjelaskan menuju tujuan yang benar, serta petunjuk yang bermanfaat bagi hati, setelah Allah SWT telah menjelaskan kepada hamba-hambaNya dalam kitab-kitab yang telah Dia turunkan kepada para rasulNya. Abu Al-‘Aliyah berkata: Ayat ini turun untuk Ahli Kitab yang menyembunyikan deskripsi nabi Muhammad SAW. Kemudian Allah memberitahukan bahwa Dia melaknat mereka atas segala seuatu akibat perbuatan mereka itu. Sebagaimana orang alim yang dimintakan ampunan kepadaNya bahkan oleh ikan di dalam air dan burung di udara. Mereka itu berbeda dengan ulama ini, maka Allah melaknat mereka begitu juga orang-orang yang melaknat. Telah disebutkan dalam hadits yang disandarikan melalui cara yang saling menguatkan satu sama lain, dari Abu Hurairah dan yang lainnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ditanya tentang ilmu, lalu dia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat dia akan diikat dengan tali kekang dari api neraka” Dan dalam hadits sahih, diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa beliau bersabda: “Seandainya bukan karena satu ayat dalam kitab Allah, tidak akan aku ceritakan kepada seseorang pun ayat (Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk) sampai (mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknat) “Atha bin Abi Rabah berkata, “Setiap makhluk, baik jin maupun manusia. Mujahid berkata, “Ketika bumi menjadi tandus, hewan berkata, “Ini karena orang-orang durhaka dari anak cucu Adam.” Allah melaknat orang-orang yang bermaksiat dari anak cucu Adam. Abu Al-‘Aliyah, Ar-Rabi’ bin Anas, dan Qatadah berkata: (dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknat) maknanya yaitu para malaikat Allah dan orang-orang mukmin melaknat mereka" Telah disebutkan dalam hadits: "Sesungguhnya segala sesuatu memohonkan ampunan bagi orang yang alim, bahkan paus di laut" dan telah dijelaskan dalam ayat ini bahwa sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmu, maka Allah, para malaikat, dan semua manusia akan melaknatnya. Mereka yang yang melaknat adalah semua fasih dan orang-orang non-Arab, baik melalui ucapan, keadaan, atau semua orang yang memiliki akal pada hari kiamat. Hanya Allah yang lebih mengetahui. Kemudian Allah SWT mengkecualikan dari mereka, orang yang bertaubat kepadaNya. Lalu Dia berfirman: (kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran)) artinya: mereka kembali dari keadaan mereka sebelumnya, memperbaiki perbuatan mereka, dan menjelaskan kepada manusia apa yang mereka sembunyikan (maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang). Hal ini menunjukkan bahwa jika orang yang menajak kepada kekufuran dan berbuat bid'ah, bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima tsubatnya. Telah disebutkan bahwa umat-umat terdahulu, taubat mereka tidak diterima seperti ini, tetapi ini adalah bagian syariat Nabi (Muhammad) SAW yang mendapat keistimewaan taubat dan rahmat. Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang orang yang mengingkariNya dan terus menerus dalam keadaan itu sampai dia mati, mereka itu (mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya (161) Mereka kekal di dalam laknat itu) yaitu tidak akan berkurang laknat itu atas mereka (tidak akan diringankan siksa dari mereka), yaitu bahwa laknat itu tidak akan meninggalkan mereka dan tidak akan berubah sedikitpun, bahkan laknat itu akan berlanjut secara terus-menerus tanpa henti, kami berlindung kepada Allah dari hal itu. Abu Al-‘Aliyah dan Qatadah berkata, bahwa orang kafir akan berdiri pada hari kiamat, lalu Allah akan melaknat mereka, lalu para malaikat akan melaknatnya, kemudian semua manusia akan melaknatnya. Catatan: Tidak ada perbedaan pendapat tentang kebolehan melaknat orang kafir. Umar bin Khattab dan para imam setelahnya, melaknat orang kafir dalam doa qunut dan hal lainnya. Adapun orang kafir tertentu, mayoritas ulama berpendapat untuk tidak mengutuk mereka, karena kita tidak tahu bagaimana Allah akan mengakhiri hidup mereka. Beberapa ulama mendukung pandangan ini dengan mengutip ayat: (Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya). Namun kelompok lain berpendapat bahwa boleh melaknat orang kafir tertentu yang masih kafir. Hal ini dipilih oleh Abu Bakr bin Al-Arabi Al-Maliki. Akan tetapi dia berhujjah tentang hal ini menggunakan hadits yang dhaif,. Pendapat lain menggunakan dalil sabda Nabi SAW dalam suatu kisah dimana seseorang dikawal dalam keadaan mabuk lalu dihukum. Seseorang berkata, "Semoga Allah melaknatnya, betapa sering dia dibawa ke sini," Rasulullah SAW bersabda, " Janganlah kamu melaknat dia, karena dia itu mencintai Allah dan RasulNya " Hal ini menunjukkan bahwa orang yang tidak mencintai Allah dan RasulNya akan dikutuk. Hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
160. “Kecuali mereka yang telah bertaubat,” maksudnya, mereka kembali dari dosa yang selama ini mereka lakukan dalam keadaan menyesal, merasa bersalah, dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali, “dan mengadakan perbaikan” terhadap apa yang telah rusak dari perbuatan-perbuatan mereka. Maka tidaklah cukup hanya meninggalkan suatu kejelekan hingga adanya perbuatan baik, dan hal itu pun tidaklah cukup bagi orang yang menyembunyikan hingga dia menjelaskan apa yang telah dia sembunyikan dan menampakan kebalikan dari apa yang telah disembunyikan. Seperti inilah orang yang akan diampuni oleh Allah, karena ampunan Allah tidaklah terhalang. Barangsiapa yang melakukan sebab-sebab ampunan, niscaya Allah akan mengampuninya, karena Allah adalah “Maha menerima Taubat” maksudnya, Maha menerima kembali hamba-hambaNya dengan penuh maaf dan kerelaan setelah berdosa apabila mereka bertaubat, dan dengan kebajikan serta kenikmatan setelah terputus Apabila mereka kembali, “lagi maha penyayang,” bersifat kasih sayang yang agung yang meliputi segala sesuatu. Dan diantara kasih sayangNya adalah bahwa Dia memberikan Taufik kepada mereka untuk bertaubat dan berserah diri sehingga merekapun bertaubat dan menyerahkan diri mereka, kemudian Dia merahmati mereka dengan menerima itu semua dengan rasa kasih dan murah hati; inilah hukum orang yang bertaubat dari dosa.
Tafsir Al-Wajiz
160. Tetapi kecuali orang-orang yang bertaubat dari kebisuan itu, yang mau memperbaiki kerusakan mereka, dan menerangkan apa yang dijelaskan oleh Allah dalam kitab-kitabNya kepada manusia, maka mereka tidak layak untuk dilaknat. Allah menerima taubat mereka. Dialah Dzat yang Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang bagi orang-orang yang bertaubat