Surah At-Taubah : Ayat 16
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا۟ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat-ayat yang lalu menerangkan kewajiban kaum muslim untuk memerangi kaum musyrik yang merusak perjanjian damai dengan mereka, sedang ayat ini menegaskan alasannya bahwa perintah berperang itu demi membedakan mana yang berperang dengan ikhlas karena Allah dan yang mengharap duniawi semata. Apakah kamu, wahai kaum mukminin, mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja hanya gara-gara kamu mengaku sebagai orang mukmin (lihat: surah al'ankabut/29: 1-3), padahal Allah belum mengetahui kesungguhan keimanan kamu sebagai orang-orang yang berjihad di antara kamu dengan jihad yang sesungguhnya sehingga kaum musyrik tidak lagi berani merusak perjanjian dan mencerca agamamu, dan apakah juga telah terbukti bahwa kamu tidak mengambil kaum musyrik yang menjadi musuhmu itu sebagai teman yang setia selain Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, sebab mereka akan selalu menciptakan kerusakan dan fitnah di antara kamu' sungguh, Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan dan akan membalasnya dengan balasan yang setimpal. Rangkaian ayat-ayat di atas menunjukkan pembatalan perjanjian dengan kaum musyrik, sedang ayat ini menegaskan pembatalan amalamal mereka yang selalu mereka banggakan, seperti memakmurkan masjid. Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik, setelah penaklukan kota mekah, memakmurkan masjid Allah, yakni masjidilharam dan juga masjid-masjid yang lain, padahal mereka mengakui sendiri kalau mereka itu kafir. Sebab, tanpa didasari iman yang benar, maka amal mereka itu akan sia-sia belaka, dan justru kekufurannya itu menjadikan mereka kekal di dalam neraka sedangkan amal-amal baiknya tidak ada manfaatnya bagi mereka. (lihat: surah ibra'him/14: 18 dan an-nur/24: 38).
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT berfirman: (Apakah kalian mengira) wahai orang-orang mukmin, bahwa Kami membiarkan diabaikan tanpa menguji kalian dengan perkara yang akan menampakkan orang-orang yang mempunyai keteguhan yang benar dari orang yang berdusta? Oleh karena itu Allah berfirman: (sedangkan Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman) yaitu teman dekat, bahkan mereka secara lahir dan batin selalu memberi nasehat karena Allah dan Rasulallah SAW. Jadi cukuplah dengan salah satunya daripada yang lainnya, Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (Alif Lam Mim (1) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji lagi? (2) Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (3)) (Surah Al-Ankabut) Kesimpulannya bahwa Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya untuk berjihad, setelah menjelaskan hikmah di dalamnya, yaitu menguji hamba-hambaNya, siapa saja di antara yang taat kepadaNya dan yang durhaka terhadapNya. Allah SWT mengetahui apa yang sudah ada, yang akan ada, dan yang tidak ada, jika ada, maka bagaimana hal itu terjadi? Dia mengetahui sesuatu sebelum dan sesudah kejadiannya sesuai dengan apa yang ada. Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia, dan tidak ada seorang pun yang menolak apa yang telah Dia takdirkan dan putuskan.
Tafsir As-Sa'di
16. Allah berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman setelah memerintahkan kepada agar berjihad, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja”, tanpa cobaan, ujian, dan perintah yang membuktikan antara yang salah dan yang benar dalam keimanannya. “sedang Allah belum mengetahui dalam kenyataan orang-orang yang berjihad di antara kamu.” Yakni mengetahui tentang usaha kalian yang Nampak pada amalan nyata yang berakibat pahala dan siksa. Maka dia mengetahui orang-orang yang berjihad di jalanNya untuk meninggikan kalimat Allah. “dan tidak menjadikan teman yang setia selain Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman,” yakni wali dari kalangan orang-orang yang benar keimanan mereka, yang tidak cenderung kecuali agama Allah, dibedakan dari orang-orang yang dusta, yang mengklaim iman namun mereka mengangkat wali-wali dan kawan-kawan karib selain Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman. “Dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” mengetahui apa yang kamu lakukan lalu Dia mengujimu dengan sesuatu yang menguji imanmu dan membalasmu atas amal perbuatanmu yang baik dan yang buruk.
Tafsir Al-Wajiz
16 Apakah kalian orang-orang mukmin mengira bahwa kalian akan dibiarkan, dan beranggapan Allah belum mengetahui dalam kenyataan orang-orang yang berjihad di antara kamu untuk membedakan kalian dengan orang munafik dan belum tampak mana orang-orang yang berperang dengan ikhlas dan mana yang tidak dan yang setia selain Allah, yang tidak menjadikan pelindung mereka dari orang musyrik sebab menyampaikan rahasia mereka kepada orang musyrik, bukan kepada Allah, rasulNya dan orang-orang mukmin. Dan Allah Maha Mengetahui perbuatan mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com