Surah Al-A'raf : Ayat 16
قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
"Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar pernyataan Allah tersebut, iblis menjawab, karena engkau telah menyesatkan aku dengan menetapkan kesesatan padaku sampai hari kiamat, aku bersumpah pasti aku akan selalu menghalangi mereka, adam dan anak cucunya, dari jalan-Mu yang lurus, yaitu jalan kebaikan yang dapat mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Kemudian, kata iblis melanjutkan, untuk mewujudkan tujuanku ini, aku akan menempuh berbagai cara. Pasti aku akan mendatangi mereka dari segala penjuru: dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan karena manusia amatlah lemah, engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-17 Allah SWT memberitahukan bahwa setelah Dia memberikan masa tangguh kepada iblis (sampai hari mereka dibangkitkan) (Surah Al-A’raf: 14) lalu iblis terikat dengan hal itu, lalu dia mulai berbuat ingkar dan pertentangan. Lalu dia berkata: (Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus) yaitu sebagaimana Engkau telah menyesatkanku. Ibnu Abbas berkata,”Sebagaimana Engkau telah menyesatkanku” Ulama’ lain berkata,”Sebagaimana Engkau membinasakanku, maka sungguh aku benar-benar akan menghalang-halangi hamba-hambaMu yang Engkau ciptakan dari keturunan orang ini yang menjadi sebab Engkau menjauhkanku dari (jalanMu yang lurus) yaitu jalan kebenaran dan keselamatan. Sungguh aku benar-benar akan menyesatkan mereka dari jalan itu agar mereka tidak menyembahMu dan tidak mengesakanMu, karena Engkau telah memutuskan kesesatan atas diriku. Sebagian ulama nahwu berkata bahwa huruf “ba’” di sini mengandung makna sumpah, seakan-akan dia berkata,"Jadi demi kesesatan yang telah Engkau putuskan atas diriku, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalanMu yang lurus" Mujahid berkta bahwa makna “jalanMu yang lurus” adalah kebenaran. Firman Allah SWT: (kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka). Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka mereka) yaitu akan akan membuat mereka ragu terhadap akhirat mereka (dan dari belakang mereka) aku membuat mereka menyukai dunia mereka (dan dari kanan mereka) aku akan mengaburkan mereka terhadap urusan agama mereka (dan dari kiri mereka) aku akan membuat mereka berhasrat kepada kemaksiatan. Diriwayatkan dari Qatadah, bahwa dia datang (dari arah depan mereka) lalu memberitahu mereka bahwa tidak ada hari kebangkitan, surga, dan tidak pula neraka (dari arah belakang mereka) yaitu dari urusan dunia mereka, dia menghiasinya dan mengajak mereka untuk kepada hal itu. (dari kanan mereka) yaitu dari kebaikan-kebaikan mereka, dan memperlambat mereka dari hal itu (dan dari arah kiri mereka) dia menghiasi bagi mereka keburukan dan kemaksiatan serta mengajak mereka dan memerintahkan mereka untuk melakukannya. Wahai anak Adam, dia mendatangimu dari semua arah, tetapi tidak dari atasmu; dia tidak bisa menghalangi antara dirimu dan rahmat Allah SWT. Mujahid berkata,"Dari depan dan dari kanan mereka tanpa mereka bisa melihatnya, serta dari belakang dan dari kiri mereka tanpa mereka bisa melihatnya juga" Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa maksud dari semua jalan kebaikan dan kejahatan. Yaitu jika kebaikan, maka dia akan menghalangi mereka dari hal itu, dan jika kejahatan, maka dia menghias hal itu untuk mereka. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan tentang firmanNya: (Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur) dia berkata yaitu orang-orang yang mengesakan Allah. Perkataan iblis ini hanya sangkaan dan khayalannya saja. Namun hal itu juga sesuai dengan kenyataan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman (20) Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu (21)) (Surah Saba')
Tafsir As-Sa'di
16. yakni iblis berkata manakala dia telah putus harapan dan putus asa dari rahmat Allah “karena engkau telah menghukum saya tersesat, saya akan (benar-benar) menghalangi mereka” yakni manusia. ”dari jalanMu yang lurus” yakni aku akan menguntit jalan dan aku benar-benar akan berusaha dengan segenap kemampuanku untuk mencegah orang-orang darinya agar tidak melewati jalan itu.
Tafsir Al-Wajiz
16. Iblis berkata: “Maka kerena Engkau telah menghukumku dengan kesesatan, maka aku bersumpah akan berusaha keras menghalang-halangi anak Adam menuju keimanan, kebenaran dan hidayah. Dan sungguh aku akan menyesatkan mereka sehingga mereka berbuat kerusakan karenaku, dan mereka tidak menyembah dan mengesakanMu”