Surah Al-Baqarah : Ayat 16
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ
"Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk."
Tafsir Ringkas Kemenag
Mereka itulah orang-orang yang jauh dari kebenaran yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Sikap mereka yang memilih kesesatan dan mengabaikan kebenaran diumpamakan seperti pedagang yang memilih barang-barang rusak untuk dijual dalam perdagangannya. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung. Jangankan untung yang didapat, modal pun hilang. Dan mereka tidak mendapat petunjuk yang dapat mengantarkan kepada kebenaran, sebab yang ada pada mereka hanyalah kesesatan. Perumpamaan keadaan mereka orang-orang munafik yang sungguh mengherankan itu seperti keadaan yang aneh dari orang-orang yang menyalakan api. Setelah api itu menerangi apa-apa yang ada di sekelilingnya dan memberikan kehangatan, rasa nyaman, dan manfaat lainnya bagi mereka, tiba-tiba Allah melenyapkan cahaya yang menyinari mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan yang kelam, tidak dapat melihat suatu apa pun. Allah telah memberikan kepada mereka petunjuk kebenaran, tetapi mereka tidak berpegang teguh pada petunjuk tersebut, sehingga mata mereka menjadi tertutup, dan mereka pantas berada dalam kebimbangan dan kesesatan.
Tafsir Ibnu Katsir
Dari Ibnu Abbas bahwa makna ayat (Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) yaitu menukar keimanan dengan kekafiran" Mujahid berkata: Mereka beriman, kemudian kafir. Qatadah berkata: Mereka lebih menyukai kesesatan daripada petunjuk. Apa yang dikatakan oleh Qatadah ini secara makna menyerupai firman Allah SWT tentang kaum Tsamud, (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk) (Surah Fushilat: 17). Kesimpulan dari pendapat para mufasir yaitu bahwa orang-orang munafik itu telah meninggalkan petunjuk dan beralih menuju kesesatan. Mereka mengganti petunjuk dengan kesesatan, yaitu pemaknaan dari firman Allah SWT, (Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) yaitu, mereka menjual petunjuk dengan harga murah untuk mendapat kesesatan. Hal itu juga sama seperti kondisi mereka seseorang dari golongan mereka yang telah beriman kemudian kembali kepada kekafiran, seperti firman Allah SWT tentang mereka, (Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti) (Surah Al-Munafiqun: 3). Sesungguhnya mereka lebih menyukai kesesatan daripada petunjuk, Sebagaimana hal serupa yang terjadi di kelompok lain di antara mereka, karena golongan mereka beragam. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk) maknanya yaitu mereka tidak mendapatkan keuntungan dari kesepakatan mereka dalam transaksi ini. Makna (dan tidaklah mereka mendapat petunjuk) yaitu bahwa mereka tidak mendapat bimbingan dalam melaksanakan tindakan mereka itu" Dari Qatadah, makna (maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk) yaitu, Sungguh, demi Allah, kalian telah melihat mereka keluar dari petunjuk menuju kesesatan, dari persatuan menuju perpecahan, dari keamanan menuju ketakutan, dan dari sunnah menuju bid'ah.
Tafsir As-Sa'di
16. “Mereka itulah, ” maksudnya orang-orang munafik yang bersifat dengan sifat-sifat tersebut, “orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, ” maksudnya mereka suka terhadap kesesatan sebagaimana seorang pembeli suka terhadap suatu barang dagangan, yang –di antara kesukaannya terhadap kesesatan itu- membuat ia mengeluarkan harta yang berharga untuk mendapatkannya, dan ini adalah suatu perumpamaan yang paling bagus, karena Allah menjadikan kesesatan yang merupakan puncak dari segala kejahatan Seperti barang dagangan dan Dia menjadikan petunjuk yang merupakan puncak dari segala Kebaikan bagaikan harga barang, lalu mereka (orang-orang munafik) itu menyerahkan petunjuk karena tidak suka terhadapnya untuk mendapatkan kesesatan karena suka terhadapnya. Inilah perdagangan mereka, dan sungguh amat buruk perdagangan mereka itu, serta inilah transaksi mereka, dan sungguh buruk transaksi mereka itu. Apabila seseorang mengeluarkan uang dinarnya untuk mendapatkan uang dirham maka ia pasti rugi, lalu bagaimanakah orang yang mengeluarkan permata untuk mendapatkan uang dirham? Dan bagaimanakah orang yang mengeluarkan petunjuk untuk mendapatkan kesesatan? Ia lebih memilih kesengsaraan daripada kebahagiaan, serta lebih suka terhadap perkra-perkara yang tidak berarti dengan meninggalkan perkara-perkara yang berguna. Akhirnya tidak beruntunglah perdagangannya tersebut, bahkan ia merugi dalam hal itu dengan kerugian yang paling besar, mereka itulah orang-orang yang rugi diri mereka dan keluarga mereka pada Hari Kiamat, camkanlah, bahwa itulah kerugian yang nyata. Dan firmanNya, ”Dan tidaklah mereka mendapat petunjuk, ” ini adalah sebagai penegasan akan kesesatan mereka, dan bahwasanya mereka tidak mendapatkan sedikitpun petunjuk. Inilah sifat-sifat mereka yang jelek itu, kemudian Allah menyebutkan perumpaan mereka –yang menyingkap hal itu dengan sejelas-jelasnya.
Tafsir Al-Wajiz
Mereka adalah orang-orang yang menukar petunjuk dengan kesesatan. Mereka memilih kekafiran dan meninggalkan petunjuk. Maka mereka tidak beruntung dalam berdagang dengan mengikuti kekafiran sebagai ganti keimanan. Dan mereka tidak ditunjukkan kepada kebenaran pada saat menjual kekafiran dengan (cara) keimanan