Surah Yunus : Ayat 16
قُل لَّوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوْتُهُۥ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَدْرَىٰكُم بِهِۦ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِّن قَبْلِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah menolak permintaan kaum musyrik untuk mendatangkan kitab selain Al-Qur'an atau mengubah sebagian isinya, lalu Allah berfirman, katakanlah wahai nabi Muhammad, jika Allah menghendaki aku tidak membacakan dan menyampaikan Al-Qur'an kepada kamu, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan jika Allah tidak pula berkehendak memberitahukan wahyu yang diturunkan kepadaku, maka dia tidak memberitahukannya kepadamu. Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya, yakni selama 40 tahun sebelum turunnya alqur'an dan selama masa itu aku tidak pernah berbohong serta tidak pernah berbicara dan menyampaikan hal seperti ini. Apakah kamu tidak mengerti ayat-ayat itu dan tidak memikirkan kandungannya' karena mereka tetap keras menolak kebenaran Al-Qur'an sebagai wahyu dari Allah dan menuduh nabi Muhammad berbohong, maka ditegaskan dalam bentuk pertanyaan, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang dengan sengaja mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya' sungguh tidak ada orang yang lebih zalim daripada mereka dan mereka tidak akan mendapatkan keberuntungan untuk selama-lamanya. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan pernah beruntung.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 15-16 Allah SWT memberitahukan tentang pembangkangan orang-orang kafir dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy yang ingkar dan berpaling dariNya. Mereka itu ketika Rasulullah SAW membaca kitab Allah, dan hujjahNya yang jelas kepada mereka, maka mereka berkata: (Datangkanlah Al-Qur’an yang lain dari ini) yaitu kembalikanlah yang ini dan datangkanlah kepada kami hal selain itu dengan bentuk yang berbeda, atau gantilah itu dengan yang isinya tidak seperti ini. Allah SWT berfirman kepada NabiNya: (Katakanlah, "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihakku sendiri”) yaitu hal ini bukanlah dikembalikan kepadaku, aku hanyalah seorang hamba yang diperintah dan seorang rasul yang menyampaikannya dari Allah (Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (Kiamat)) Kemudian Allah SWT berfirman menyampaikan hujjah kepada mereka tentang kebenaran dari apa yang dibawa kepada mereka: (Katakanlah.”Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepada kalian dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepada kalian”) yaitu aku menyampaikan ini kepada kalian hanya karena izin dari Allah kepadaku, serta karena kehendak dan keinginanNya. Dalil bahwa aku bukanlah yang membuat-buatnya, dan tidak pula aku yang mengada-adakannya, dan kalian tidak mampu menandinginya. Sesungguhnya kalian mengetahui kebenaranku dan kejujuranku sejak aku tumbuh di antara kalian sampai ketika Allah mengutusku. Janganlah kalian menyalahkan dan menjelek-jelekkanku sedikitpun. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya aku telah tinggal bersama kalian beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kalian tidak memikirkannya?) yaitu bukankah kalian memiliki akal yang dapat kalian gunakan untuk mengenali kebenaran dari kebathilan?
Tafsir As-Sa'di
16. “Katakanlah (wahai MUahammad), ‘Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.” Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama.” Dengan waktu yang cukup panjang “sebelumnya (al-Quran turun).” Yakni sebelum membacakannya dan sebelum kamu mengetahuinya sementara aku sendiri tidak terlintas di benakku dan tidak terpikir di pikiranku. “Maka apakah kamu tidak memikirkannya?” bahwa aku tidak mengada-adakannya seumur hidupku dan tidak pula bersumber dariku apa yang menunjukkan hal itu, lalu bagaimana mungkin aku mengada-adakannya sesudah itu, sementara aku telah hidup lama di lingkunganmu, kamu mengenal keadaanku yang sebenarnya bahwa aku adalah ummi tak membaca, tak menulis, tak belajar dari siapa pun, lalu aku hadir kepadamu dengan kitab yang agung yang melemahkan orang-orang yang fasih dan melelahkan para ulama. Apakah dengan itu masih mungkin bahwa ia adalah bersumber dariku sendiri? Atau justru ia adalah dalil yang pasti bahwa ia adalah diturunkan dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji? Jika kamu memakai pikiran dan akalmu, kamu merenungkan keadaanku dan keadaan kitab ini niscaya kamu pasti memastikan tanpa keraguan bahwa ia adalah benar, bahwa ia adalah kebenaran yang tidak ada (sesuatu) setelahnya melainkan kesesatan, akan tetapi kamu hanya menginginkan pendustaan dan penentangan, tanpa ragu kamu adalah orang-orang yang zhalim.
Tafsir Al-Wajiz
16. Dan penolakan kedua terkait permintaan untuk mendatangkan selain Al-Qur’an yaitu katakanlah kepada mereka wahai Rasul: “Jika Allah menghendaki agar aku tidak membacakan dan tidak menyampaikannya kepada kalian, niscaya aku akan melakukannya. Dan jika Dia berkehendak, aku tidak akan memberitahu kalian tentang Al-Qur’an. Sungguh aku telah tinggal bersama kalian dalam waktu yang lama sebelum turunnya Al-Qur’an, yaitu 40 tahun, kalian tidak pernah mendustakanku. Aku pun tidak mampu untuk mengeluarkan kalam seperti ini (Al-Qur’an) karena aku tidak punya kemampuan untuk membaca kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadaku kitab yang kalian rintangi dengan membantahnya dan isi surahnya, sedangkan kalian itu ahli fashahah dan balaghah, yang mana hal itu menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah. Apakah kalian tidak menyadarinya dengan akal kalian bahwa Al-Qur’an ini dari sisi Allah, bukan dariku?!”