Surah Al-Baqarah : Ayat 157
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ
"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buahbuahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, inna' lilla'hi wa inna' ilaihi ra'ji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran. Usai menjelaskan perihal kiblat, Allah lalu beralih menguraikan apa yang terkait dengan masjidilharam, yaitu bukit safa dan marwah. Sesungguhnya safa dan marwah, dua bukit di dekat kakbah (sekarang dalam lingkup masjidilharam) merupakan sebagian syi'ar agama Allah, karena orang yang haji dan umrah melakukan ritual ubudiyah dengan berlari kecil di antara keduanya. Maka barang siapa beribadah haji ke baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Lakukanlah sai sesuai tuntunan Allah dan janganlah kamu merasa berdosa oleh istiadat kaum jahiliah yang mengusap patung di pucuk kedua bukit itu. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah maha mensyukuri dengan memberikan pahala yang agung atas kebajikannya itu, dan dia pun maha mengetahui.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 155-157 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menguji hamba-hambaNya, sebagaimana Dia berfirman: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu (31)) (Surah Muhammad). Kadang-kadang dengan kebahagiaan, dan kadang-kadang dengan kesulitan, berupa ketakutan dan kelaparan, sebagaimana yang Allah SWT berfirman : (karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan) (Surat An-Nahl:112). Karena orang yang kelaparan dan takut, hal itu tampak pada diri mereka, dan itulah sebabnya Allah berfiman (pakaian kelaparan dan ketakutan) dan di sini Dia berfirman: (dengan sedikit ketakutan, kelaparan) yaitu sedikit dari itu, (kekurangan harta) yaitu kegilangan sebagian harta (dan jiwa) seperti kematian teman-teman, kerabat, dan orang-orang yang dicintai, (dan buah-buahan) yaitu kekurangan hasil bumi dan tanaman seperti biasanya, sebagaimana sebagian ulama’ salaf berkata: “sebagian pohon kurma yang hanya menghasilkan satu saja” Semua ini, dan contoh-contoh tentang hal itu adalah cara Allah menguji hamba-hambaNya. Maka siapa saja yang bersabar, maka Dia akan memberinya pahala; dan siapa saja yang putus asa, maka Dia memberi hukuman atasnya. Karena itu Allah SWT berfirman: (Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar). Beberapa mufasir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ketakutan di sini adalah takut kepada Allah, dan kelaparan adalah berpuasa di bulan Ramadan, Kekurangan harta maksudnya adalah membayar zakat, dan jiwa adalah penyakit, serta buah-buahan adalah anak-anak. Dalam hal ini terdapat berbagai pendapat, dan hanya Allah yang lebih mengetahui. Kemudian Allah SWT menjelaskan tentang orang-orang yang bersabar dan disyukuri atas mereka, lalu Allah berfirman: ((yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (156)) yaitu, mereka menghibur diri dengan ucapan ini atas apa yang menimpa mereka, dan mereka mengetahui bahwa mereka adalah milik Allah yang mengatur hambaNya sesuai kehendakNya, serta mereka mengetahui bahwa Dia tidak akan lengah pada sedikit pun hal pada hari akhirat, lalu hal itu mereka sadari bahwa mereka adalah hambaNya dan mereka akan kembali kepadaNya di akhirat. Oleh karena itu, Allah SWT memberitahu tentang apa yang Dia berikan kepada mereka atas hal itu dan berfirman: (Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka) yaitu pujian dan rahmat Allah atas mereka. Sa'id bin Jubair berkata: yaitu, aman dari siksa" (dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk) Amirul Mukminin, Umar bin Khattab berkata, "Alangkah nikmatnya dua balasan ini dan alangkah menyenangkan anugerah tambahan ini". (Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka) ini adalah dua balasan (dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk) dan ini adalah anugerah tambahan, yaitu penambahan beban. Begitu pula, mereka diberi pahala dan ditambahkan pula.
Tafsir As-Sa'di
157. “Mereka itulah,” yakni orang yang berlaku sabar yang disebutkan tadi “yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dari rabb mereka,” yaitu pujian dan perubahan kondisi mereka “dan rahmat,” yang agung dan diantara rahmatnya kepada mereka adalah bahwa Allah memberi Taufik kepada mereka dengan kesabaran, yang membuat mereka mendapat pahala yang sempurna “dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” yaitu orang-orang yang mengetahui kebenaran yaitu pengetahuan mereka bahwa mereka itu adalah milik Allah dan mereka itu akan kembali kepadaNya serta berbuat karenaNya. Dalam hal ini kesabaran mereka karena Allah. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak bersabar akan mendapatkan kebalikannya yaitu celaan dari Allah, hukuman, kesesatan, dan kerugian. Maka alangkah besarnya perbedaan antara kedua golongan itu, alangkah sedikitnya kelelahan orang-orang yang bersabar dan alangkah besarnya kesulitan orang-orang yang berkeluh kesah. Kedua ayat ini mengandung penguatan jiwa terhadap musibah musibah sebelum terjadi, agar menjadi ringan dan mudah dihadapi bila terjadi, juga penjelasan tentang apa yang harus digunakan untuk menghadapinya pada saat terjadi musibah yaitu kesabaran, penjelasan tentang hal yang membantu dalam bersabar, serta pahala yang diperoleh oleh orang-orang yang bersabar. Ayat ini juga memberitahukan kondisi orang yang tidak bersabar dengan kebalikan dari kondisi orang-orang yang bersabar tadi dan bahwasanya ujian dan cobaan itu adalah sunnatullah yang telah berlaku atas orang-orang terdahulu, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnatullah, serta penjelasan bermacam-macam musibah.
Tafsir Al-Wajiz
157. Dan bagi orang-orang sabar itu ampunan dan pujian yang baik dari Allah, serta rahmat dan kebaikan. Mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk menuju kebenaran dan keridhaan Allah SWT.