Surah Al-Baqarah : Ayat 154
وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Di antara cobaan yang dihadapi orang mukmin dalam mempertahankan keimanan mereka adalah berperang melawan kaum kafir. Dan jangan-lah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, mereka telah mati. Sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadari-Nya. Mereka hidup di alam yang lain. Mereka mendapat kenikmatan yang demikian besar dari Allah. Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan kami pasti akan menguji kamu untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buahbuahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai nabi Muhammad, kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, inna' lilla'hi wa inna' ilaihi ra'ji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka berkata demikian untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah; pun menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 153-154 Ketika Allah telah selesai menjelaskan perintah untuk bersyukur, Dia mulai menjelaskan tentang kesabaran dan memberi bimbingan untuk meminta tolong dengan bersabar dan shalat. Seorang hamba bisa berada dalam nikmat, maka hendaklah dia bersyukur atas nikmat itu, atau apabila dalam cobaan, maka hendaklah dia bersabar menghadapinya. Seperti yang dijelaskan dalam hadits: "Menakjubkan bagi seorang mukmin, tidak ada peristiwa yang menimpanya kecuali akan menjadi kebaikan baginya. Jika dia mendapatkan kebahagiaan, lalu dia bersyukur, dan itu akan menjadi kebaikan baginya. Jika dia mendapatkan kesusahan, lalu dia bersabar, dan itu akan menjadi kebaikan baginya." Allah SWT menjelaskan bahwa yang paling layak untuk diberi pertolongan dalam menghadapi ujian adalah dengan bersabar dan shalat, sebagaimana telah disebutkan dalam firmanNya: (Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (45))
Tafsir As-Sa'di
154. Ketika Allah menyebutkan perintah untuk menjadikan kesabaran sebagai penolong dalam segala hal, lalu dia menyebutkan sebuah contoh dalam menjadikan kesabaran sebagai penolong, yaitu berjihad di jalanNya, dan dimana jihad itu merupakan ketaatan paling utama yang bersifat jasmani dan suatu hal yang paling berat bagi jiwa karena kesulitan yang ada dalam dirinya berkaitan dengan nyawa, dan karena hal itu bisa mengakibatkan kematian serta kehilangan nyawa yang hanya disukai oleh orang-orang yang cinta kepada dunia agar mendapatkan kehidupan dan sumber-sumbernya, dan semua yang mereka lakukan adalah sebuah usaha untuk mendapatkan kehidupan dan menolak hal yang bertentangan dengannya. Dan telah diketahui bahwa sesuatu yang dicintai tidak akan ditinggalkan oleh seorang yang berakal, kecuali kepada suatu hal yang dicintai yang lebih tinggi dan lebih agung. Maka Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang terbunuh di jalanNya yaitu berperang dijalan Allah dengan maksud untuk meninggikan kalimat Allah dan agamanya yang jelas dan bukan karena tujuan lainnya, niscaya dia tidak akan kehilangan kehidupan yang dia cintai, bahkan dia akan memperoleh kehidupan yang lebih utama dan lebih sempurna daripada apa yang kalian perkirakan dan pikirkan. Maka orang-orang yang mati syahid itu adalah : "bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." QS. Ali Imron ayat 169 171 Adakah yang lebih agung dari kehidupan tersebut yang mengandung kedekatan dengan Allah dan menikmati rizkiNya yang bersifat jasmani seperti makanan dan minuman yang lezat serta rizki yang bersifat rohani, seperti kesenangan, hilangnya segala kekhawatiran, dan kesedihan? Inilah kehidupan alam barzah yang lebih sempurna dari kehidupan dunia bahkan nabi telah mengabarkan bahwa ruh para syuhada ada dalam perut (tembolok) burung hijau yang minum dari sungai-sungai surga, makan buah-buahan surga, dan berlindung dalam sangkar sangkar yang digantung di bawah Arasy. (HR. Muslim No.. 1887) Ayat ini mengandung anjuran paling besar untuk berjihad di jalan Allah dan konsisten di atas kesabaran padanya, jikalau hamba merasakan apa yang didapatkan oleh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah berupa pahala, niscaya tidak akan ada seorang pun yang mau terlambat melakukannya. Namun karena tidak adanya pengetahuan pasti yang sempurna itulah yang membuat hilangnya tekad, bertambah lelaplah orang yang tidur serta terlewatkan lah ganjaran yang agung dan ghanimah, kenapa tidak begitu, padahal Allah telah berfirman : "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." QS. at-taubah ayat 111 Demi Allah sekiranya manusia memiliki 1000 jiwa yang kemudian jiwa tersebut akan pergi satu persatu di jalan Allah, tidaklah menjadi suatu yang agung dibanding dengan pahala yang besar tersebut. Oleh karena itu, tidaklah para syuhada berangan-angan setelah mereka pasti mendapatkan ganjaran dan pahala yang baik dari Allah, kecuali mereka ingin dikembalikan ke dunia hingga mereka dapat terbunuh lagi di jalanNya sekali lagi dan sekali lagi. Ayat ini adalah dalil yang menunjukkan adanya kenikmatan alam barzah dan siksanya sebagaimana banyak sekali ayat yang menunjukkan hal tersebut.
Tafsir Al-Wajiz
154. Janganlah kalian menganggap bahwa para syuhada’ yang terbunuh di jalan Allah itu mati, namun kenyataannya mereka itu hidup di alam barzakh, dan kalian tidak bisa merasakan kehidupan ini ketika menyaksikan jasad-jasad mereka dan dicabutnya ruh mereka. Ayat ini turun untuk para korban perang Badar. Mereka itu sekitar puluhan orang, yaitu 8 orang dari kaum Anshar dan 6 orang dari kaum Muhajirin. Orang-orang berkata tentang orang yang terbunuh di jalan Allah: “Fulan telah mati, kenikmatan dan kelezatan dunia telah lenyap darinya” Lalu Allah menurunkan ayat ini

Sumber tafsir dari tafsirweb.com