Surah Al-Haqqah : Ayat 15
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ

"Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,"

Tafsir Ringkas Kemenag
13-15. Di awal surah diuraikan tentang kiamat, kini diuraikan tentang proses terjadinya kiamat. Maka apabila sangkakala ditiup oleh malaikat lsrafil sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung dengan sangat mudahnya, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan maka bumi menjadi datar, tidak ada lagi gunung dan lembah (lihat: surah t'h'/20:105-106). Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat. 16-17. Setelah gunung hancur dan bumi menjadi rata dan terbelahlah langit, karena dahsyatnya situasi saat itu maka pada hari itu langit menjadi rapuh. Dan ketika itu juga atas perintah Allah para malaikat berada di berbagai penjuru langit yang telah rapuh itu. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung'arsy yaitu singgasana tuhanmu di atas kepala mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 13-18 Allah SWT memberitahukan tentang kengerian hari kiamat, yang hal ini terjadi pada tiupan pertama yang mengagetkan. Kemudian diiringi dengan tiupan kematian, ketika semua makhluk yang ada di langit dan bumi mati semuanya kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian setelahnya tiupan kebangkitan untuk menghadap kepada Tuhan alam semesta, maka bangkit dan hidup kembali semua makhluk. Dan itu terjadi pada tiupan ini. Dan ditegaskan di sini bahwa itu hanya satu kali tipuan saja; karena perintah Allah tidak dapat ditentang, tidak dapat dicegah, dan tidak perlu diulangi dan ditegaskan Ar-Rabi' berkata bahwa itu adalah pada tiupan yang terakhir. Tetapi pendapat yang jelas adalah seperti apa yang kami sebutkan. Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur (14)) yaitu bumi digelarkan sebagaimana digelarkan kulit di pasar 'Ukaz, lalu bumi diganti dengan bumi lainnya (Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat (15)) yaitu, hari kiamat terjadi (dan terbelahlah langit, karena langit pada hari itu menjadi lemah (16)) Firman Allah (Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit) Al-Malak adalah isim jenis, yaitu para malaikat berada di semua penjuru langit. Ibnu Abbas berkata mereka berada di bagian langit yang tidak lemah, yakni di semua pinggirannya Firman Allah SWT: (Dan pada hari itu ada delapan malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka) yaitu pada hari kiamat, 'Arsy dipikul oleh delapan malaikat. Firman Allah SWT: (Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah) (18)) yaitu kalian akan dihadapkan kepada Tuhan yang mengetahui rahasia dan pembicaraan rahasia yang tidak ada sesuatupun dari perkara kalian tersembunyi dariNya. Bahkan Dia mengetahui semua yang nyata, yang tersembunyi, rahasia dan yang terkandung di dalam hati. Oleh karena itu Allah berfirman: (tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah))
Tafsir As-Sa'di
13-18. Ketika Allah menyebutkan apa yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang mendustakan para RasulNya dan bagaimana Allah memberi balasan serta menyegerakan siksaan mereka di dunia, Allah menyelamatkan para Rasul dan pengikutnya, hal ini menjadi pendahuluan balasan akhirat serta pembalasan amal perbuatan secara sempurna pada Hari Kiamat. Allah menyebutkan berbagai hal mengerikan yang akan terjadi pada Hari KIamat. Pertama yang terjadi pada Hari Kiamat adalah ketika Israfil meniup “sangkakala”, ketika seluruh jasad bangkit pada tiupan pertama. Kemudian semua ruh keluar dan merasuk ke jasadnya masing-masing. Semua manusia berdiri menuju Rabb semesta alam. “Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.” Maksudnya, gunung-gunung dicabut dan terlepas dari bumi kemudian di angkat hingga bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya tanah menurun dan tidak pula perbukitan. Inilah yang dilakukan Allah terhadap bumi beserta seluruh yang ada di atasnya. Sedangkan yang dilkaukan terhadap langit; langit bergetar, berjalan, terpecah dan warnanya berubah. Kekokohan dan kekuatan besar pun melemah setelah itu. Hal itu terjadi tidak lain dikarenakan sesuatu yang besar yang membuatnya terguncang dan dikarenakan urusan besar yang membuatnya lemah. “Dan malaikat-malaikat” mulia “berada di penjuru-penjuru langit.” Yakni, berada di tepi-tepi langit dan di pancang-pancang langit. Mereka tunduk karena Rabb mereka dan merendah karena keagunganNya. “Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arasy Rabbmu di atas (kepala) mereka,” yakni para malaikat dengan kekuatan yang luar biasa ketika Allah datang untuk memutuskan perkara manusia dengan keadilan dan karuniaNya. Karena itu Allah berfirman, “Pada hari itu kamu dihadapkan pada Rabbmu, tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” Tidak raga dan hati kalian, tidak perbuatan dan sifat-sifat kalian, karena Allah Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Semua manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang dan tidak mengenakan alas kaki di tanah luas terbentang rata. Penyeru akan memperdengarkan kepada mereka. Pandangan Allah mengenai semua manusia. Pada hari itu Allah akan memberi balasan atas amal perbuatan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
15-16. Pada hari itu, kiamat telah terjadi. Langit berguncang dan bagian-bagiannya menjadi terpecah belah. Pada hari itu, langit sangat rapuh

Sumber tafsir dari tafsirweb.com