Surah Ghafir : Ayat 15
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ

"(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ‘Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa dialah yang mahatinggi derajat-Nya, dan dia pula yang memiliki 'arsy, dan yang menurunkan wah-yu yakni Al-Qur'an dengan perintah-Nya kepada siapa yang dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya untuk menjadi rasul-Nya, agar rasul itu memperingatkan manusia tentang hari pertemuan, yaitu hari kiamat. 16. Yaitu pada hari ketika mereka, manusia keluar dari kubur tanpa kemampuan menyembunyikan rahasia diri; dan tidak sesuatu pun keadaan perbuatan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. Lalu Allah berfirman, 'milik siapakah kerajaan pada hari ini'' kemudian terdengar jawaban, 'milik Allah yang maha esa lagi maha mengalahkan. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 15-17 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang keagungan dan kebesaran DzatNya, dan ketinggian' ArsyNya yang agung berada di atas semua makhlukNya seperti atap bagi semuanya, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik (3) Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (4)) (Surah Al-Ma'arij) Jika Allah menghendaki, maka akan dijelaskan bahwa ini merupakan jarak antara 'Arsy sampai bumi yang ketujuh, menurut pendapat segolongan ulama salaf dan masa kini, dan ini merupakan pendapat yang paling kuat. Firman Allah SWT: (Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya) sebagaimana firman Allah: (Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwa tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku” (2)) (Surah An-Nahl) dan (Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan alam semesta (192) dia dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril) (193) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (194)) (Surah Asy-Syu'ara’) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa “Yaumu Ath-Thalaq adalah salah satu nama hari kiamat yang dengan itu, Allah memperingatkan kepada para hambaNya” Ibnu Zaid berkata bahwa pada hari itu semua hamba Allah bertemu. Qatadah, As-Suddi, dan Sufyan bin Uyaynah berkata bahwa pada hari itu penduduk langit bertemu dengan penduduk bumi, juga Pencipta dan makhlukNya. Firman Allah: ((yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah) yaitu semuanya tampak, tidak ada sesuatu pun yang menyembunyikan mereka, tidak ada sesuatu pun yang menaungi dan menutupi mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: ((yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada sesuatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah) yaitu, semuanya diketahui Allah dengan sama. Firman Allah: ((Lalu Allah berfirman), "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) telah disebutkan dalam hadits Ibnu Umar bahwa Allah SWT menggulung langit dan bumi dengan tanganNya, kemudian berfirman, "Akulah Dzat yang Maha merajai, Akulah Dzat yang Maha Perkasa, Akulah Dzat yang Maha Agung, di manakah sekarang raja-raja bumi? Di manakah sekarang orang-orang yang sewenang-wenang? Di manakah sekarang orang-orang yang sombong?" Disebutkan dalam hadits sangkakala bahwa Allah SWT apabila mencabut semua ruh makhlukNya, maka tidak ada seorangpun yang hidup selain Dia, tidak ada sekutu bagiNya. Maka pada saat itu Allah berfirman siapakah yang Maha Merajai hari ini? kemudian Dia menjawabnya seraya berfirman sebanyak tiga kali (Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) yaitu Dzat yang hanya Dia yang dapat mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu. Firman Allah: (Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya) Allah SWT memberitahukan tentang keadilanNya dalam keputusan antara makhlukNya, bahwa Dia tidak berbuat zalim bahkan sekecil dzarrah dari kebaikan atau keburukan, bahkan Dia membalas suatu kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya, dan membalas satu keburukan dengan balasan satu keburukan. Maka Allah SWT berfirman: (Tidak ada yang dirugikan pada hari ini) Firman Allah: (Sesungguhnya Allah amat cepat hisabNya) yaitu Dia menghisab semua makhluk sebagaimana Dia menghisab seorang diri, sebagaimana Allah berfirman: (Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja) (Surah Luqman: 28) dan Allah berfirman: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar)
Tafsir As-Sa'di
15. Kemudian Allah menjelaskan bagian dari kebesaran dan kesempurrnaanNya, hal yang menuntut keharusan memurnikan ibadah kepadaNya, seraya berfirman, “Yang Mahatinggi derajatNya, Yang mempunyai ‘Arasy”, yakni Yang Mahatinggi lagi tertinggi, yang bersemayam di atas Arasy dan itu adalah keistimewaanNya. Derajatnya tinggi dan ketinggian yang menjadikan Dia terpisah dari semua makhlukNya dan dengan itu pula martabatnya semakin tinggi, sifat-sifatNya luhur, DzatNya Maha tinggi, tidak bisa di dekati kecuali dengan amal yang bersih lagi suci dan menyucikan, yaitu ikhlash yang bisa mengangkat derajat para pelakunya, mendekatkan mereka kepadaNya dan menjadikan mereka berada di atas makhlukNya. Kemudian Allah mengingatkan akan nimtaNya atas hamba-hambaNya berupa kerasulan dan wahyu seraya berfirman, “Yang menyampaikan ruh”. Maksudnya adalah wahyu yang bagi ruh dan hati laksana ruh bagi jasad. Jasad tanpa ruh tidak akan bisa hidup, dan demikian pula ruh dan hati tanpa ruh wahyu tidak bisa menjadi baik dan tidak akan berruntung. Maka Allah “yang menyampaikan ruh dengan perintahNya” yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia, “kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya” yaitu para rosul yang telah Dia utamakan dan istimewakan dengan wahyu dan bedakwah kepada hamba-hambaNya. Faidah dari diutusnya para rosul adalah menggapai kebehagiaan untuk manusia di dunia, agama dan akhirat mereka, dan menghilangkan kesengsaraaan dari mereka dalam urusan dunia, agama dan akhirat mereka, maka dari itu Allah berfirman, “supaya Dia memperingatkan”. Maksudnya, supaya orang-orang yang diberi wahyu oleh Allah itu meberi peringatan, “tentang hari pertemuan”. Maksdunya, supaya ia mempertakuti manusia akan hari itu dan menghimbau mereka untuk mempersiapkan diri dengan melakukan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan diri mereka dari apa yang akan terjadi pada hari itu. Allah menyebutnya yaumut talaq adalah karena pada hari itu sang Khaliq bertemu dengan makhluk-makhlukNya, dan pertemuan antara sesame mereka serte pertemuan para pelaku dengan amal-amal perbuatannya dan juga balasannya untuk mereka.
Tafsir Al-Wajiz
15. Dialah Allah Yang memiliki sifat-sifat yang luhur, Yang Maha Suci dari segala persamaan terhadap makhluk. Yang Menciptakan, Memiliki dan Menguasai “Arsy, juga Yang Berhak Melakukan segala sesuatu atasnya. Dia berkehendak menurunkan wahyu kepada hamba-Nya. Wahyu itu disebut sebagai ruh, karena wahyu itu seperti ruh untuk jasad. Dia menyampaikannya melalui kalam-Nya, sebagai peringatan dan ancaman atas datangnya hari dimana makhluk kembali kepada pencipta-Nya untuk dihisab dan diberi balasan atas segala amalnya

Sumber tafsir dari tafsirweb.com