Surah Luqman : Ayat 15
وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Meski taat kepada kedua orang tua berada pada posisi setara dengan menyembah Allah, ia tidak bersifat mutlak. Jika keduanya atau salah satunya memaksamu secara sungguh-sungguh untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, terlebih jika engkau tahu besarnya dosa syirik, maka janganlah engkau menaati keduanya. Namun, jagalah hubungan baikmu dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, bahkan terbaik, selama keduanya tidak mencampuri urusan agamamu. Dan ikutilah jalan orang yang selalu kembali kepada-ku dalam segala urusannya. Kemudian, hanya kepada-ku tempat kembalimu di akhirat kelak, maka akan aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan dan aku akan memberi balasan sesuai amal perbuatanmu di dunia. 16. Lukman melanjutkan nasihatnya, 'wahai anakku! sungguh, jika ada suatu perbuatan yang sangat kecil dan tersembunyi, layaknya benda yang bobotnya hanya seberat biji sawi dan berada dalam batu atau berada di langit atau di perut bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah mahahalus, mahateliti. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, betapa pun kecil dan halus.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 13-15 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nasehat Luqman kepada anaknya. Allah SWT menyebutnya dengan sebaik-baik penyebutan dan telah memberinya hikmah, yaitu ketika memberikan nasehat kepada anaknya yang paling disayangi dan dicintai. Sungguh itu merupakan hak yang sebenarnya untuk memberikan yang terbaik yang dia ketahui kepadanya. Oleh karena itu, pertama-tama dia menasehati anaknya untuk menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun. Kemudian dia berkata seraya memperingatkan (sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar), yaitu kezaliman yang paling besar. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata:”Ketika turun ayat (Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik)
Tafsir As-Sa'di
15. “Dan jika keduanya memaksamu,” maksudnya, kedua ibu bapakmu bersikeras “untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi kepadanya,” dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa yang demikian ini termasuk berbuat baik kepada keduanya; sebab hak Allah harus lebih diutamakan atas hak semua orang, dan tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan terhadap sang khaliq. Di sini Allah tidak mengatakan, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka durhakailah mereka berdua,” melainkan Allah mengatakan, “maka janganlah kamu mematuhi keduanya,” yakni dalam kesyirikan. Adapun berbuat baik kepada keduanya, maka terus lakukanlah. Maka dari itu Allah berfirman sesudahnya, “Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,” maksudnya, dengan pergaulan ihsan kepada mereka dengan cara yang baik. Adapun tentang “mengikuti keduanya”, sedangkan keduanya dalam kondisi kafir dan maksiat, maka (dalam hal ini) jangan kamu ikuti, “dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKU.” Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, kepada para malaikatNya, kitab-kitabNya, dan para rasulNya, yang berserah diri kepada Rabb (Allah), yang kembali kepadaNya. Mengikuti jalan mereka berarti menempuh jalan mereka dalam berinabah kepada Allah, inabah yang merupakan ketertarikan hasrat-hasrat hati dan kemauannya kepada Allah, lalu diikuti oleh usaha dengan badan dalam hal-hal yang diridhai Allah dan mendekatkan kepadaNya. “Kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu,” baik yang taat maupun yang durhaka, yang berinabah maupun yang tidak, “maka Kuberitakan kepadamu amal yang telah kamu kerjakan,” maka tidak ada satu pun dari amal perbuatan mereka yang tersembunyi dari Allah.
Tafsir Al-Wajiz
15. Namun, jika kedua orang tua bersikeras untuk mengajak putera mereka untuk menyekutukan Allah. Tidak akan pernah ada bukti bahwa Allah memiliki sekutu, maka jangan engkau taati mereka. Sesungguhnya perbuatan syirik adalah perbuatan yang dzalim. Tidak ada tuntunan untuk mentaati manusia dalam hal maksiat kepada Allah. Namun berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua tetap menjadi kewajiban seorang anak. Ikutilah jalan orang-orang yang senantiasa bertaubat kepada-Ku, melakukan ketaatan dan senantiasa ikhlas. Kalian semua wahai manusia akan kembali kepada-Ku, bukan kepada selain-Ku. Aku akan memberitahu kalian atas amal baik dan buruk yang kalian lakukan. Setiap orang akan aku beri balasan atas setiap perbuatan yang telah mereka lakukan

Sumber tafsir dari tafsirweb.com