Surah Maryam : Ayat 15
وَسَلَٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا
"Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."
Tafsir Ringkas Kemenag
Karena sifat terpujinya itu, yahya didoakan agar keselamatan dan kesejahteraan selalu diperuntukkan bagi dirinya serta terhindar dari keburukan dan kekurangan pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali di padang mahsyar setelah hari kebangkitan kelak. 16. Beralih dari kisah nabi yahya, Allah lalu berbicara tentang kisah maryam. Wahai nabi Muhammad, 'ingatkan dan ceritakanlah kisah maryam binti imran yang terdapat di dalam kitab Al-Qur'an. Kisahkan kepada mereka ketika dia bersungguh-sungguh ingin mengasingkan diri dari keluarganya, bahkan dari semua manusia, untuk memperoleh ketenangan dalam beribadah, menuju ke suatu tempat yang terletak di sebelah timur baitulmakdis. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-15 Ayat ini juga mengandung sesuatu yang dibuang yang bentuknya adalah dia mendapatkan anak laki-laki yang diberitakan dalam kabar gembira itu kepadanya yaitu Yahya, dan sesungguhnya Allah mengajarinya Al-Kitab, yaitu kitab Taurat, yang mereka pelajari di antara mereka, dan digunakan dalam memutuskan hukum oleh para nabi terhadap orang-orang yang menerima agama Yahudi, para pendeta, dan uskup. Saat itu nabi Yahya masih kecil, karena itu disebutkan dengan jelas dan merupakan nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya, dan kedua orang tuanya. Jadi Allah berfirman: (Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh) yaitu pelajarilah kitab itu dengan kuat yaitu dengan kemampuanmu dan dengan sungguh-sungguh (Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak) yaitu pemahaman, ilmu, kesungguhan, tekad, penerimaan terhadap kebaikan dan ketekunan dalam hal itu dengan segala kemampuannya, sedangkan dia masih kecil. Firman Allah: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) yaitu rahmat dari sisi Kami. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Qatadah, dan Adh-Dhahhak, dan ditambahkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menilainya selain Kami. Qatadah menambahkan bahwa semoga Allah merahmati nabi Zakaria Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) yaitu belas kasihan dari Tuhannya kepadanya. Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) dia berkata bahwa makannnya adalah kecintaan kepadanya. Ibnu Zaid berkata bahwa hannan maknannya adalah kecintaan. yang tampak dari konteks ayat ini bahwa firmanNya, ("Hanaan") di’athafkan kepada firmanNya: (Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak) yaitu Kami memberinya hikmah, belas kasihan dan kesucian. yaitu, Kami menjadikan dia mempunyai belas kasihan dan kesucian. Makna hannan adalah kecintaan dengan belas kasihan dan rasa rindu. Sebagaimana yang dikatakan orang Arab, "Hannat an-naqatu 'ala waladiha" (Unta betina itu menyayangi anaknya) dan "Hannat al-mar’atu 'ala zaujiha" (Wanita itu merindukan suaminya) Termasuk dalam hal ini bahwa seorang istri disebut hannah berasal dari kata Al-hannah. Dikatakan, "Hanna ar-rajulu ila wathanihi" (Lelaki itu merindukan tanah airnya) Termasuk di dalamnya adalah belas kasihan dan kasih sayang, sebagaimana yang dikatakan penyair: “Kasihanilah aku, semoga Tuhan memberimu petunjuk, karena sesungguhnya pada setiap kedudukan itu ada caranya tersendiri” Firman Allah: (dan kesucian (dari dosa)) di’athafkan kepada (hanaanan). Az-zakah maknannya adalah bersih dari kotoran dan dosa. Qatadah berkata bahwa az-zakah adalah amal shalih. Firman Allah: (dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka (14)) Allah SWT menyebutkan tentang ketaatan nabi Yahya kepada Tuhannya, dan sesungguhnya Allah menciptakannya sebagai orang yang memiliki kasih sayang, suci dan bertakwa. Di=an dihubungkan dengan itu adalah ketaatan dan baktinya kepada kedua orang tuanya, serta menjauhi hal-hal yang menyakitkan keduanya, baik secara ucapan maupun perbuatan, baik perintah maupun larangan. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka) Kemudian setelah menyebutkan sifat yang bagus, Allah berfirman tentang balasanNya kepadanya atas hal itu: (Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali (15)) yaitu dia dalam keadaan aman pada tiga keadaan itu.
Tafsir As-Sa'di
15. Oleh sebab itu, dia dianugerahi keselamatan dari Allah, dalam segala kondisi, sejak permulaan sampai penghujung hayatnya. Karenanya, Allah berfirman, “Kesejahteraan atas dirinyalah pada hari dia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.” Hal tersebut menuntut selamatnya Yahya darii (godaan) setan, kejahatan dan hukuman (siksaan) dalam tiga kondisi ini (kelahiran, kematian dan waktu kebangkitan kembali) pada rentang waktu di antara ketiga peristiiwa tersebut. Dia selamat dari neraka dan siksa, dan dia termasuk penghuni surge. Maka, semoga curahan shalawat dan salam Allah senantiasa tercurahkan kepada Yahya, kedua orang tuanya dan semua rasul. Dan semoga Allah berkenan menjadikan kita sekalian termasuk pengikut-pengikut mereka. Sesungguhnya Allah itu Maha Dermawan lagi Mahamulia.
Tafsir Al-Wajiz
15. Kesejahteraan dari Allah atas dirinya, pada hari dimana ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali pada hari kiamat. Sebab manusia sangat butuh kemanan pada tiga keadaan ini.