Surah Ar-Ra'd : Ayat 15
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ ۩
"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari."
Tafsir Ringkas Kemenag
Hanya kepada Allah-lah manusia pantas memanjatkan doa. Karena itu, hanya kepada dia pula seharusnya makhluk bersujud dan merendahkan diri. Dan semua makhluk sujud kepada Allah, baik makhluk yang ada di langit maupun makhluk yang ada di bumi, baik dengan sadar dan kemauan sendiri, maupun dengan cara terpaksa; dan bersujud pula bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari. Ayat-ayat yang lalu telah membuktikan betapa Allah mahakuasa, maha mengetahui, dan mahaperkasa. Melalui ayat berikut Allah lalu meminta nabi Muhammad mengajukan pertanyaan kepada orangorang kafir. Katakanlah, siapakah tuhan pemilik langit dan bumi' katakanlah, wahai nabi Muhammad, Allah. Katakanlah lagi kepada mereka, pantaskah kamu, wahai penduduk mekah, mengambil berhala sebagai pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri' katakanlah, wahai nabi, samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat' atau samakah keadaan yang gelap gulita dengan keadaan yang terang benderang' apakah mereka, yakni orang yang menyekutukan Allah, menjadikan pula sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya, sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka' katakanlah, Allah adalah pencipta segala sesuatu, tidak akan pernah ada yang wujud kecuali dia ciptakan, dan dia tuhan yang maha esa, mahaperkasa.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah SWT memberitahukan tentang keagungan dan kekuasaanNya yang mengalahkan segala sesuatu, dan segala sesuatu itu tunduk kepadaNya. Maka bersujudlah kepadaNya dengan sukarela dari kalangan orang-orang mukmin, dan dengan terpaksa dari kalangan orang-orang kafir (dan (sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi) yaitu di pagi hari (dan petang hari) yaitu bentuk jamak dari kata “ashil” yaitu akhir siang. Sebagaimana firmanNya: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati (48)) (Surah An-Nahl).
Tafsir As-Sa'di
15. Segala sesuatu yang berada di dalam langit dan bumi tunduk patuh kepada Rabbnya, sujud kepadaNya “baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa,” maka sikap sukarela adalah bagi orang yang melakukan sujud dan tunduk patuh atas keinginan sendiri sebagaimana (tunduknya) kaum Mukminin. Sementara keterpaksaan adalah bagi oranag yang menyombongkan diri dari beribadah kepada Rabbnya. Padahal kondisi dan fitrahnya mendustakannya dalam hal tersebut. “Dan bayang-bayangnya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula,” dan bayang-bayang para makhluk di permulaan hari dan penghujungnya bersujud pula. Cara bersujud masing-masing makhluk sesuai dengan kondisinya sebagaimana yang difirmankan Allah, "Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." (Al-Isra:44). Apabila setiap makhluk telah bersujud kepada Rabbnya, baik dengan sukarela atau terpaksa, maka Dia-lah sesembahan yang benar, Dzat yang disembah lagi terpuji dengan sebenarnya. Maka, label ketuhanan baagi selainnya adalah batil. Olleh karenanya, Dia menyebutkan kebatilan ketuhanan bagi selainNya, dan mengetengahkan sejumlah buktinya dengan berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
15. Dan hanya kepada Allahlah seluruh yang ada di langit dan bumi itu tunduk karena taat, yaitu orang-orang yang beriman pada waktu senang dan susah, atau karena terpaksa, yaitu orang-orang kufur pada saat menderita dan susah. Sel-sel mereka juga tunduk mengikuti tunduknya pemiliknya di permulaan siang dan waktu setelah ashar sampai maghrib. Dua waktu ini lebih baik dipenuhi dengan dzikir karena bertambahnya bayang-bayang yang tampak pada saat itu.