Surah An-Nisa : Ayat 149
إِن تُبْدُوا۟ خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا۟ عَن سُوٓءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا
"Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa."
Tafsir Ringkas Kemenag
Jika kamu menyatakan suatu kebajikan sehingga diketahui orang lain, atau menyembunyikannya sehingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, atau memaafkan sesuatu kesalahan orang lain padahal engkau mampu membalasnya, maka sungguh Allah akan memaafkan kesalahan kamu, sebab dia maha pemaaf, mahakuasasesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasulrasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara keimanan kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, seperti orang-orang yahudi dan orang-orang nasrani, dengan mengatakan, kami beriman kepada sebagian, yakni beriman kepada nabi musa atau nabi isa, dan kami mengingkari sebagian yang lain, tidak beriman kepada nabi Muhammad, serta dengan ucapannya itu mereka bermaksud mengambil jalan tengah antara iman atau ingkar, merekalah, yaitu orang-orang yang beriman kepada sebagian rasul-rasul Allah dan ingkar kepada sebagian rasul-rasul yang lain, orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan sesuai dengan perbuatannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 148-149 Ibnu Abi Tahlhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia berkata, "Allah tidak suka seseorang berdoa untuk melawan seseorang kecuali jika dia dizalimi. Dia memberi kelonggaran baginya untuk berdoa untuk melawan orang yang telah menzaliminya, dan itulah firmanNya: (kecuali oleh orang yang dianiaya). Jika dia bersabar, maka itu lebih baik baginya. Hasan al-Bashri berkata, "Dia tidak seharusnya berdoa buruk untuk seseorang, tetapi dia sebaiknya berkata, 'Ya Allah, bantulah aku melawan orang ini dan berikanlah hakku darinya” Dalam riwayat lain darinya, dia berkata, "Allah telah memberi kelonggaran baginya untuk berdoa melawan orang yang menzaliminya tanpa menyerangnya" Abdul Karim bin Malik Al-Jazari berkata tentang ayat ini, "Ini adalah orang yang mengumpatmu, lalu kamu mengumpatnya kembali. Tetapi jika dia membuat tuduhan palsu terhadapmu, maka janganlah kau buat tuduhan palsu terhadapnya, berdasarkan firmanNya: (Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka (41))
Tafsir As-Sa'di
149. Kemudian Allah berfirman, : "jika kamu menampakan suatu kebaikan atau menyembunyikannya,” ini mencakup segala kebaikan, perkataan ,perbuatan, lahir maupun batin dan berupa wajib maupun sunah, “ atau memaafkan kasalahan orang lain,” maksudnya, dari seorang yang telah berbuat buruk pada tubuh, harta, dan kehormatan kalian, maka maafkanlah kesalahannyan tersebut. Karena balasan itu sesuai dengan perbuatan. Barangsiapa yang memaafkan karena Allah, niscaya Allah akan memaafkannya, dan barangsiap yang berbuat baik niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya. Karena itulah Allah berfirman,” Maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf Lagi Maha Kuasa” maksudnya, maksudnya Allah memaafkan segala ketergelinciran hamba-hambanya dan dosa-dosa mereka yang besar. Allah menutup kekurangan mereka kemudian melakukan mereka dengan maaf yang penuh yang bersumber dari kekuatanNya. Ayat ini mengandung makna untuk mendalami makna nama-nama Allah dan sipat-sipatnya, dan bahwa penciptaan dan perintahNya itu berawal dari padaNya, dan ia adalah tuntutanya, karena itulah ketetapan hukum-hukum tersebut dikaitkan dengan nama-nama Allah yang baik sebagaimana yang terjadi pada ayat ini. Tatkala allah menyebutkan perbuatan baik dan memaafkan orang yang bersalah, Allah merangkaikan FirmanNya dengan mengarahkan kita untuk mengetahui nama-namaNya, dan bahwa hal itu akan mencukupi dari penyebutan namaNya yang khusus.
Tafsir Al-Wajiz
149 Jika kamu wahai orang-orang mukmin menyatakan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan dadri orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf bagi para hamba-Nya yang melakukan dosa, lagi Maha Kuasa untuk memberi balasan atas perbuatan mereka, maka dari itu berpegang teguhlah dalam jalan Allah dengan memberi maaf atas apa yang ditakdirkan