Surah Al-A'raf : Ayat 147
وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْءَاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Demikian keadaan dan balasan yang diterima oleh mereka yang angkuh dan durhaka terhadap ayat-ayat Allah, dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan kami dan adanya pertemuan yang dijanjikan Allah di akhirat, sia-sialah amal mereka sebab telah kehilangan syarat diterimanya sebuah amal, yaitu iman kepada Allah dan hari akhir. Apakah mereka tidak diberi balasan melainkan dengan balasan yang setimpal dan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Jika niat dan amal mereka baik maka kami akan membalasnya dengan kebaikan, sebaliknya jika buruk maka keburuk-anlah balasannya. Dan kaum nabi musa, setelah kepergian beliau ke gunung sinai untuk bermunajat kepada Allah, mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh atau bersuara dari perhiasan emas. Mereka membuat patung anak sapi dari emas untuk disembah. Patung itu tetaplah patung tidak bernyawa. Suara yang seperti sapi itu hanyalah disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam rongga patung itu dengan teknik yang dikenal oleh samiri waktu itu. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa patung anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka sedikit pun, dengan pembicaraan apa pun, apalagi serupa dengan anugerah Allah kepada nabi musa, dan tidak dapat pula menunjukkan jalan apa pun kepada mereka, apalagi jalan keselamatan seperti dari gangguan dan siksaan fir'aun' mereka menjadikannya sebagai sembahan. Mereka, sejak dahulu hingga kini, adalah orang-orang yang zalim, yang telah merasuk kezalimannya dalam diri mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 146-147 Allah SWT berfirman: (Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku) yaitu Aku akan mencegah hati orang-orang yang enggan taat kepadaku dan berbuat sombong kepada orang lain tanpa alasan dari hujjah dan dalil yang menunjukkan kepada keagungan, syariat dan hukumKu. Yaitu sebagaimana mereka menyombongkan dirinya tanpa alasan yang benar, maka Allah menghinakan mereka dengan kebodohan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya) (Surah Al-An'am: 110) dan (Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka) (Surah Ash-Shaff: 5) Sebagian ulama salaf berkata bahwa orang yang pemalu dan orang yang menyombongkan dirinya tidak memperoleh ilmu. Ulama lain berkata,"Barangsiapa tidak sabar terhadap kesulitan mencari ilmu, sekalipun sebentar, maka dia tetap berada dalam hinanya kebodohan selamanya" Firman Allah SWT: (Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-(Ku), mereka tidak beriman kepadanya) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus). Firman Allah: (Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya) yaitu jika tampak bagi mereka jalan yang petunjuk, yaitu jalan keselamatan, maka mereka tidak menempuhnya, dan jika tampak bagi mereka jalan kehancuran dan kesesatan, maka mereka mengambil jalan itu. lalu Allah menyebutkan penyebab mereka masuk ke dalam keadaan itu, yaitu: (Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami) yaitu, hati mereka mendustakannya (Dan mereka selalu lalai darinya) yaitu mereka tidak mengetahui apa yang terkandung di dalamnya. Firman Allah (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatannya) yaitu barang siapa di di antara mereka yang melakukan itu, dan melanjutkannya sampai dia mati, maka amalnya akan menjadi sia-sia Firman Allah: (Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan) yaitu, sesungguhnya Kami membalas mereka sesuai dengan amal yang telah mereka kerjakan, Jika baik, maka balasannya baik, dan jika buruk, maka balasannya buruk. sebagaimana kamu memberi pinjaman, maka pinjaman itu akan dikembalikan kepadamu.
Tafsir As-Sa'di
147 ”dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami” yang agung, yang menunjukan kebenaran rasul-rasul yang telah kami utus, ”dan mendustakan akan menemui akhirat, maka sia-sialah perbuatan mereka” karena perbuatan tersebut tidak dilakukan di atas fondasi syariat dan telah hilang darinya syarat diterimanya, yaitu beriman kepada ayat-ayatNya dan membenarkan balasanNya. ”mereka tidak diberi balasan” tentang amal perbuatan mereka yang sia sia dan terjadinya apa yang mereka tidak harapkan “selain dari apa yang telah mereka kerjakan” sesungguhnya amal perbuatan orang yang tidak beriman kepada hari akhir tidak ada pahala yang diharapkan padanya dan tidak memiliki tujuan yang dicapai. oleh karena itu ia batl dan sia-sia.
Tafsir Al-Wajiz
147. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami yang dibawa para rasul Kami, hari kebangkitan, dan hari penghisaban. Amal kebaikan mereka yang dikerjakan di dunia seperti silaturahmi dan sedekah menjadi sia-sia, sehingga tidak ada pahala bagi amal tersebut di akhirat karena tiadanya keimanan (dalam mereka). Mereka tidak dibalas kecuali balasan atas pendustaan dan kemaksiatan mereka

Sumber tafsir dari tafsirweb.com