Surah Asy-Syu'ara : Ayat 145
وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam."

Tafsir Ringkas Kemenag
145. "dan aku tidak meminta suatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, baik berupa materi atau non materi. Imbalanku tidak lain hanyalah dari tuhan pemelihara seluruh alam. Dialah yang mengutusku. "146. "apakah kamu mengira akan dibiarkan tinggal di sini di negeri kamu ini de-ngan segala kenikmatannya, dengan aman, tanpa harus bertanggung jawab terhadap tuhan yang menciptakan kamu'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 141-145 Ini adalah pembritahuan Allah SWT tentang hamba dan RasulNya nabi Shalih bahwa Dia telah mengutusnya kepada kaumnya, kaum Tsamud. Mereka adalah bangsa Arab yang tinggal di kota Hajar yang terletak di antara lembah Al-Qura dan negeri Syam. Bekas tempat tinggal mereka telah dikenal dan termasyhur.
Tafsir As-Sa'di
145-152 “adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut,” matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiarkan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian menggunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? “dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin,” maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepintaran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, ”yaitu orang-orang yang melanggar batas, “yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan,” maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepadanya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menentang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kesesatan. Maka mereka di larang oleh Nabi shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah, “dan di kota itu ada sembilah orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan,” (an-naml:48)
Tafsir Al-Wajiz
145. Sekali-kali aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakanku itu, upahku tidak lain adalah urusan Tuhan semesta alam

Sumber tafsir dari tafsirweb.com